Melihat komposisi team PSAP musim ini yang akan tampil di ISL, saya yakin tidak akan terlalu rumit untuk seorang Arman dalam meracik team PSAP SIGLI, hal ini di perjelas dengan nyaris 80% Skuad psap musim lalu berhasil dipertahankan oleh Manajement PSAP. Dan kita patus disyukuri, ternyata mayoritas skuad musim lalu ini masih ingin bernostalgia dengan public kuta asan dan pastinya dengan keinginan prestasi yang lebih baik dari musim lalu atau paling buruk menyamai prestasi musil lalu. Mungkin paling jelek bisa lah masuk 10 besar untuk musim ini. Dengan pendanaan yang miris, manajement dihadapkan dengan kondisi yang tidak bisa lagi menyusui uang rakyat secara real kondisi. Manajement “dipaksa” untuk terus “menjual” nama besar PSAP SIGLI untuk Sponsorship di Aceh dan kota-kota besar di Indonesia yang pastinya ada putra Pidie yang jadi OKB (orang kaya baru) atau politisi yang mau menyumbang kan sedikit uangnya untuk membantu mendanai perjalanan psap musim ini di ISL. Namun semua itu dengan catatan Manajement kembali terbuka pelaporan keuangannya minimal kepada para donatur dan akan lebih baik jika adanya Audit Independent yang bisa mengaudit pelaporan keuangan PSAP ditiap musim, dan hal ini perlu dilakukan, demi kepercayaan para donator kepada manajement PSAP SIGLI. Kembali kepermasalah skuad PSAP sigli, dengan akan tampilnya PSAP SIGLI dikancah ISL sebuah kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Tanah Air berdasarkan KONGRES di BALI 2011. Manajement PSAP jangan menutup mata melihat kondisi team sekarang. Ingat kita tidak di Divisi Utama, kita sekarang di Kompetisi Profesional di Tanah air, terlihat Sombong?? Iya bagi masyarakat yang belum tau sejarah perjalanan PSAP dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, namun Tidak dan sudah pantas, jika masyarakat yang tau perjalanan PSAP dalam kurun waktu tersebut, |
| Ketua Harian TheLAN |
Kembali kita di Musim 2007, dimana PSAP SIGLI saat itu berkompetisi di Divisi Satu (saat itu kasta ke dua), El Capiten Tarmizi Rasyid, George Massatu, Dahlan Jalil, Wanderson, Wagner, Alfredo, Sukman Suib, Helmi Daud, Hendra Saputra Cs… bahu membahu bersama sang Arsitek Anwar dan Asisten Arman meluluhlantakkan sejumlah prediksi dikalangan pesepakbola di Aceh khususnya, Indonesia pada umumnya dengan berhasil menguasai singgasana klasement Divisi Satu Wilayah barat, yang di Match Day Akhir Musim kompetisi melawan PSLS LHokseumawe berhasil menhantam PSLS 2-1 dalam partai usiran di Kota Langsa. Sebelumnya bermain Imbang ketika bermain di Tunas Bangsa Stadium dan sempat ricuh hingga Pagar pembatas Stadion dan lapangan Roboh di Hantam oleh PAsukan Laskar Aneuk Nanggroe yang disebabkan oleh sang pengadil yang seharusnya Adil tidak bisa menjalankan Amanah My Game is Fair Play, sehingga wasit asal Idi tersebut menjadi Bulan-bulanan Pendukung PSAP SIGLI, hingga PP menunda dan memindahkan Pertandingan usiran ke Kota Langsa.. satu pertanyaan yang harus anda semua jawab adalah selain Para Pemain yang harus di Banggakan, siapa lagi yang pantas kita beri kredit tersendiri kalau Bukan Duet “AA” Anwar dan Arman yang berhasil mengorbitkan segelintir pemain entah berantah menjadi pemain yang menjadi incaran klub-klub besar di Tanah air. Yang patut di Garis bawahi adalah tahun 2007 merupakan tahun kebangkitan Pesepakbolaan di Kabupaten Pidie setelah sekian puluhan tahun lamanya nyaris tak terdengar eksistensinya. Namun seperti kebiasaan sepakbola di tanah air pada umumnya, baik pelatih maupun pemain akan berganti kostum di tiap musim dan hal ini turut di rasakan oleh PSAP Sigli, pergantian pelatih dan hengkangnya beberapa pemain inti, membuat PSAP seperti Kapal Pesiar yang tengah menikmati pelayaran yang indah tiba-tiba ditinggal sang Nahkoda ditengah terpaan angin dan badai. Sang Arsitek memutuskan pergi dan membesut team PSSB Bireun hingga pemain semacam Suryadi, Tarmizi, Suheri hendra, memutuskan ikut sang arsitek, Hanya Arman sang asisten yang memutuskan membesut skuad Pasukan Saree PSAB Aceh Besar. Dengan Kompetisi yangmenuju arah professional (sebagaimana arah putusan Kongres AFC) Liga Indonesia Wajib membuat kompetisi Profesional yang wajib di ikuti oleh 18 team saja. Saat itu PSAP kembali sial. Lolos ke Kasta Divisi Utama namun bukan menjadi kasta tertinggi lagi karena PT. Liga Indonesia telah menetapkan Kompetisi ISL menjadi kasta tertinggi. Jadilah PSAP kembali berkutat di Kompetisi di Kasta kedua di Tanah Air bernama Liga Indonesia DU alias Divisi Utama. Sedih? Jelas terbentang di hati para maniak bola di Kabupaten Pidie dan Masyarakat Pidie pada umumnya. Namun itulah sepakbola Indonesia yang penuh intrik dan politik. |
| Ketua Harian TheLAN bersama Bintang PSAP |
Setelah, PSSB, PERSIRAJA, Anwar ditahun 2010 bersama Arman kembali Reuni untuk menjadi duet pelatih yang saat itu dianggap akan Gagal mengulangi kisah mereka ditahun 2007. Namun kenyataannya????
Andi Darussalam Tabussala, Djoko Dryono sampai Nurdin Halid bertanya kepada salah satu pengurus PSLS,
Djoko: “dimana letak kabupaten Pidie?”
ADT: ”Luar Biasa Teamnya, siapa Arsiteknya sekarang, pasca Sofyan Hadi?”
NH: ”Animo pentonton di Pidie Luar biasa ya?? Selamat…”
3 Pentolan PSSI tersbut terbelanga melihat sepakterjang PSAP, banyak oknum di PSSI yang coba menciderai hingga perjalanan PSAP di Curangi ketika bermain di Kutai Kartanegara. Sekarang Indonesia tau PSAP SIGLI adalah Bagian dari Sejarah Sepakbola Indonesia juga.
Dengan Dualisme Kompetisi sekrang dan PSAP memutuskan bermain di ISL bersama, 4 Team terbaik di 8 besar musim lalu. Gresik United, Persiram Raja Ampat dan PSMS Medan Versi Kolonel Idris.
Bukan mencari Keuntungan bermain di kompetisi kasta tertinggi, Namun PSAP memang Layak Berada di Sana sejak 4 tahun lalu, andai saja kompetisi tidak diubah semena-mena oleh PSSI.
Sekarang dalam tidak kurang dari seminggu kompetisi ISL ini, PSAP akan Menjamu Persisam Samarinda di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, dikarenakan Stadion Kuta Asan dalam tahap Perbaikan.
PSAP akan coba melawan team mapan bertabur bintang dan uang. Dengan kondisi Arman yang belum memiliki Lisensi kepalatihan Level A. ada baiknya Manajement PSAP SIGLI membuang jauh Gengsi demi mengejar Prestasi. Rekrut Kembali Sang Arsitek Anwar yang telah memiliki Lisensi A (lisensi yang harus dimiliki Seorang Pelatih di ISL), karena untuk saat ini memang Duet “AA” yang pantas membesut sang Laskar Aneuk Nanggroe PSAP SIGLI dalam mengarungi kompetisi ISL yang sudah didepan mata. Jangan hancurkan harapan public sepakbola Pidie hanya karena idealism yang tak berujung..
Saleum Aneuk Nanggroe. dari Kamoe Sagoe Baroeh Kuta Asan.
07.28 |
Posted in
aceh,
bola,
hebat,
info baru,
keren,
PSAP
|
Read More »
Melihat komposisi team PSAP musim ini yang akan tampil di ISL, saya yakin tidak akan terlalu rumit untuk seorang Arman dalam meracik team PSAP SIGLI, hal ini di perjelas dengan nyaris 80% Skuad psap musim lalu berhasil dipertahankan oleh Manajement PSAP. Dan kita patus disyukuri, ternyata mayoritas skuad musim lalu ini masih ingin bernostalgia dengan public kuta asan dan pastinya dengan keinginan prestasi yang lebih baik dari musim lalu atau paling buruk menyamai prestasi musil lalu. Mungkin paling jelek bisa lah masuk 10 besar untuk musim ini. Dengan pendanaan yang miris, manajement dihadapkan dengan kondisi yang tidak bisa lagi menyusui uang rakyat secara real kondisi. Manajement “dipaksa” untuk terus “menjual” nama besar PSAP SIGLI untuk Sponsorship di Aceh dan kota-kota besar di Indonesia yang pastinya ada putra Pidie yang jadi OKB (orang kaya baru) atau politisi yang mau menyumbang kan sedikit uangnya untuk membantu mendanai perjalanan psap musim ini di ISL. Namun semua itu dengan catatan Manajement kembali terbuka pelaporan keuangannya minimal kepada para donatur dan akan lebih baik jika adanya Audit Independent yang bisa mengaudit pelaporan keuangan PSAP ditiap musim, dan hal ini perlu dilakukan, demi kepercayaan para donator kepada manajement PSAP SIGLI. Kembali kepermasalah skuad PSAP sigli, dengan akan tampilnya PSAP SIGLI dikancah ISL sebuah kompetisi kasta tertinggi sepakbola di Tanah Air berdasarkan KONGRES di BALI 2011. Manajement PSAP jangan menutup mata melihat kondisi team sekarang. Ingat kita tidak di Divisi Utama, kita sekarang di Kompetisi Profesional di Tanah air, terlihat Sombong?? Iya bagi masyarakat yang belum tau sejarah perjalanan PSAP dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, namun Tidak dan sudah pantas, jika masyarakat yang tau perjalanan PSAP dalam kurun waktu tersebut, |
| Ketua Harian TheLAN |
Kembali kita di Musim 2007, dimana PSAP SIGLI saat itu berkompetisi di Divisi Satu (saat itu kasta ke dua), El Capiten Tarmizi Rasyid, George Massatu, Dahlan Jalil, Wanderson, Wagner, Alfredo, Sukman Suib, Helmi Daud, Hendra Saputra Cs… bahu membahu bersama sang Arsitek Anwar dan Asisten Arman meluluhlantakkan sejumlah prediksi dikalangan pesepakbola di Aceh khususnya, Indonesia pada umumnya dengan berhasil menguasai singgasana klasement Divisi Satu Wilayah barat, yang di Match Day Akhir Musim kompetisi melawan PSLS LHokseumawe berhasil menhantam PSLS 2-1 dalam partai usiran di Kota Langsa. Sebelumnya bermain Imbang ketika bermain di Tunas Bangsa Stadium dan sempat ricuh hingga Pagar pembatas Stadion dan lapangan Roboh di Hantam oleh PAsukan Laskar Aneuk Nanggroe yang disebabkan oleh sang pengadil yang seharusnya Adil tidak bisa menjalankan Amanah My Game is Fair Play, sehingga wasit asal Idi tersebut menjadi Bulan-bulanan Pendukung PSAP SIGLI, hingga PP menunda dan memindahkan Pertandingan usiran ke Kota Langsa.. satu pertanyaan yang harus anda semua jawab adalah selain Para Pemain yang harus di Banggakan, siapa lagi yang pantas kita beri kredit tersendiri kalau Bukan Duet “AA” Anwar dan Arman yang berhasil mengorbitkan segelintir pemain entah berantah menjadi pemain yang menjadi incaran klub-klub besar di Tanah air. Yang patut di Garis bawahi adalah tahun 2007 merupakan tahun kebangkitan Pesepakbolaan di Kabupaten Pidie setelah sekian puluhan tahun lamanya nyaris tak terdengar eksistensinya. Namun seperti kebiasaan sepakbola di tanah air pada umumnya, baik pelatih maupun pemain akan berganti kostum di tiap musim dan hal ini turut di rasakan oleh PSAP Sigli, pergantian pelatih dan hengkangnya beberapa pemain inti, membuat PSAP seperti Kapal Pesiar yang tengah menikmati pelayaran yang indah tiba-tiba ditinggal sang Nahkoda ditengah terpaan angin dan badai. Sang Arsitek memutuskan pergi dan membesut team PSSB Bireun hingga pemain semacam Suryadi, Tarmizi, Suheri hendra, memutuskan ikut sang arsitek, Hanya Arman sang asisten yang memutuskan membesut skuad Pasukan Saree PSAB Aceh Besar. Dengan Kompetisi yangmenuju arah professional (sebagaimana arah putusan Kongres AFC) Liga Indonesia Wajib membuat kompetisi Profesional yang wajib di ikuti oleh 18 team saja. Saat itu PSAP kembali sial. Lolos ke Kasta Divisi Utama namun bukan menjadi kasta tertinggi lagi karena PT. Liga Indonesia telah menetapkan Kompetisi ISL menjadi kasta tertinggi. Jadilah PSAP kembali berkutat di Kompetisi di Kasta kedua di Tanah Air bernama Liga Indonesia DU alias Divisi Utama. Sedih? Jelas terbentang di hati para maniak bola di Kabupaten Pidie dan Masyarakat Pidie pada umumnya. Namun itulah sepakbola Indonesia yang penuh intrik dan politik. |
| Ketua Harian TheLAN bersama Bintang PSAP |
Setelah, PSSB, PERSIRAJA, Anwar ditahun 2010 bersama Arman kembali Reuni untuk menjadi duet pelatih yang saat itu dianggap akan Gagal mengulangi kisah mereka ditahun 2007. Namun kenyataannya????
Andi Darussalam Tabussala, Djoko Dryono sampai Nurdin Halid bertanya kepada salah satu pengurus PSLS,
Djoko: “dimana letak kabupaten Pidie?”
ADT: ”Luar Biasa Teamnya, siapa Arsiteknya sekarang, pasca Sofyan Hadi?”
NH: ”Animo pentonton di Pidie Luar biasa ya?? Selamat…”
3 Pentolan PSSI tersbut terbelanga melihat sepakterjang PSAP, banyak oknum di PSSI yang coba menciderai hingga perjalanan PSAP di Curangi ketika bermain di Kutai Kartanegara. Sekarang Indonesia tau PSAP SIGLI adalah Bagian dari Sejarah Sepakbola Indonesia juga.
Dengan Dualisme Kompetisi sekrang dan PSAP memutuskan bermain di ISL bersama, 4 Team terbaik di 8 besar musim lalu. Gresik United, Persiram Raja Ampat dan PSMS Medan Versi Kolonel Idris.
Bukan mencari Keuntungan bermain di kompetisi kasta tertinggi, Namun PSAP memang Layak Berada di Sana sejak 4 tahun lalu, andai saja kompetisi tidak diubah semena-mena oleh PSSI.
Sekarang dalam tidak kurang dari seminggu kompetisi ISL ini, PSAP akan Menjamu Persisam Samarinda di Stadion Harapan Bangsa Banda Aceh, dikarenakan Stadion Kuta Asan dalam tahap Perbaikan.
PSAP akan coba melawan team mapan bertabur bintang dan uang. Dengan kondisi Arman yang belum memiliki Lisensi kepalatihan Level A. ada baiknya Manajement PSAP SIGLI membuang jauh Gengsi demi mengejar Prestasi. Rekrut Kembali Sang Arsitek Anwar yang telah memiliki Lisensi A (lisensi yang harus dimiliki Seorang Pelatih di ISL), karena untuk saat ini memang Duet “AA” yang pantas membesut sang Laskar Aneuk Nanggroe PSAP SIGLI dalam mengarungi kompetisi ISL yang sudah didepan mata. Jangan hancurkan harapan public sepakbola Pidie hanya karena idealism yang tak berujung..
Saleum Aneuk Nanggroe. dari Kamoe Sagoe Baroeh Kuta Asan.
07.28 |
Posted in
aceh,
bola,
hebat,
info baru,
keren,
PSAP
|
Read More »
 |
| Skuad PSAP 2009/2010 |
* Kandang PSAP di ISL
* 4 Desember Jamu Persisam
SIGLI - Badan Liga Indonesia (BLI), Selasa (22/11) kemarin, melakukan verifikasi untuk menilai kelayakan Stadion Kuta Asan Sigli, Pidie sebagai kandang PSAP dalam kompetisi Indonesian Super League (ISL) atau Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 yang akan bergulir mulai 1 Desember 2011 mendatang. Jika dinyatakan layak, maka Kuta Asan untuk pertama kali akan mementaskan laga ISL pada 4 Desember saat PSAP menjamu Persisam Samarinda.
Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia (LI), Darwis Satmoko kepada Serambi, Selasa (22/11), mengatakan, secara kasat mata Stadion Kuta Asan Sigli pantas diberi apreasiasi karena memiliki tribun yang sudah cukup bagus. “Hanya saja, ada beberapa fasilitas yang perlu dibenahi kembali. Antara lain, kondisi lapangan yang masih banyak berlobang terutama di depan kedua gawang,” katanya.
Beberapa aspek lain yang perlu pembenahan, sebut Darwis, adalah kondisi drainase (saluran air) yang masih kurang lancar. “Ini perlu adanya perbaikan supaya air hujan mudah terserap dan leluasa mengalir. Jika drainase tersumbat, dipastikan air akan meluap menggenangi lapangan sehingga pertandingan bisa terganggu. Intinya, lapangan tersebut harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemain dari segala masalah,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, akses masuk lapangan untuk pemain juga harus tersedia. Pasalnya, saat menuju ke lapangan, pemain tidak boleh bercampur dengan penonton. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kepada pemain. “Begitu juga dengan lampu di lapangan harus dipasang. Masalah lampu ini menjadi PR (pekerjaan rumah-red) penting bagi pengurus untuk secepat membenahinya,” ucapnya.
Satu fasilitas penting lainnya yang mesti disediakan, kata Darwis, adalah tribun khusus untuk wartawan atau media dan ruang konferensi pers. “Tribun untuk media ini suatu keharusan karena insan pers tidak boleh bercampur dengan penonton. Begitupun ruang konferensi pers, harus memiliki tempat duduk minimal 20 unit. Ruang tersebut juga harus dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi supaya wartawa bisa mengakses internet ataupun mengirim berita,” papar Darwis. “Dan saat ini fasilitas tersebut belum ada di Stadion Kuta Asan,” imbuhnya.
Untuk ruang medis, jelas dia, juga perlu dibenahi kembali mengingat ruang tersebut urgen diperlukan. Demikian juga dengan ruang ganti pemain dan ruang perangkat pertandingan, dimana antara ruang wasit dengan ruang Pengawas Pertandingan (PP), harus terpisah. “Juga toilet harus tersedia di semua ruang,” tegasnya.
Khusus pagar pengaman lapangan, menurut Darwis, Stadion Kuta Asan sudah sangat bagus dan kokoh. “Cuma yang perlu dilakukan pembenahan adalah tempat duduk agar penonton yang telah mengeluarkan uang untuk membeli tiket bisa nyaman,” ucapnya.
“Apalagi, info yang saya dengar, animo penonton disini sangat tinggi. Setiap adanya laga kandang, mereka selalu menyemut memenuhi stadion. Karena itu, perlu dilakukan pembenahan yang lebih baik sesuai dengan level ISL. Standar AFC, untuk tribun tertutup minimal 3.000 tempat duduk,” ujarnya.
Darwis menyatakan, hasil verifikasi Stadion Kuta Asan tersebut akan dipaparkan dalam rapat jajaran Direksi BLI. “Kita perkirakan dalam waktu tiga hari ke depan, sudah bisa diumumkan hasilnya,” demikian Darwis.(naz)
00.43 |
Posted in
olahraga,
PSAP
|
Read More »
 |
| Skuad PSAP 2009/2010 |
* Kandang PSAP di ISL
* 4 Desember Jamu Persisam
SIGLI - Badan Liga Indonesia (BLI), Selasa (22/11) kemarin, melakukan verifikasi untuk menilai kelayakan Stadion Kuta Asan Sigli, Pidie sebagai kandang PSAP dalam kompetisi Indonesian Super League (ISL) atau Liga Super Indonesia (LSI) musim 2011/2012 yang akan bergulir mulai 1 Desember 2011 mendatang. Jika dinyatakan layak, maka Kuta Asan untuk pertama kali akan mementaskan laga ISL pada 4 Desember saat PSAP menjamu Persisam Samarinda.
Manajer Administrasi Kompetisi PT Liga Indonesia (LI), Darwis Satmoko kepada Serambi, Selasa (22/11), mengatakan, secara kasat mata Stadion Kuta Asan Sigli pantas diberi apreasiasi karena memiliki tribun yang sudah cukup bagus. “Hanya saja, ada beberapa fasilitas yang perlu dibenahi kembali. Antara lain, kondisi lapangan yang masih banyak berlobang terutama di depan kedua gawang,” katanya.
Beberapa aspek lain yang perlu pembenahan, sebut Darwis, adalah kondisi drainase (saluran air) yang masih kurang lancar. “Ini perlu adanya perbaikan supaya air hujan mudah terserap dan leluasa mengalir. Jika drainase tersumbat, dipastikan air akan meluap menggenangi lapangan sehingga pertandingan bisa terganggu. Intinya, lapangan tersebut harus benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pemain dari segala masalah,” tandasnya.
Selain itu, kata dia, akses masuk lapangan untuk pemain juga harus tersedia. Pasalnya, saat menuju ke lapangan, pemain tidak boleh bercampur dengan penonton. Itu dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kepada pemain. “Begitu juga dengan lampu di lapangan harus dipasang. Masalah lampu ini menjadi PR (pekerjaan rumah-red) penting bagi pengurus untuk secepat membenahinya,” ucapnya.
Satu fasilitas penting lainnya yang mesti disediakan, kata Darwis, adalah tribun khusus untuk wartawan atau media dan ruang konferensi pers. “Tribun untuk media ini suatu keharusan karena insan pers tidak boleh bercampur dengan penonton. Begitupun ruang konferensi pers, harus memiliki tempat duduk minimal 20 unit. Ruang tersebut juga harus dilengkapi dengan fasilitas Wi-Fi supaya wartawa bisa mengakses internet ataupun mengirim berita,” papar Darwis. “Dan saat ini fasilitas tersebut belum ada di Stadion Kuta Asan,” imbuhnya.
Untuk ruang medis, jelas dia, juga perlu dibenahi kembali mengingat ruang tersebut urgen diperlukan. Demikian juga dengan ruang ganti pemain dan ruang perangkat pertandingan, dimana antara ruang wasit dengan ruang Pengawas Pertandingan (PP), harus terpisah. “Juga toilet harus tersedia di semua ruang,” tegasnya.
Khusus pagar pengaman lapangan, menurut Darwis, Stadion Kuta Asan sudah sangat bagus dan kokoh. “Cuma yang perlu dilakukan pembenahan adalah tempat duduk agar penonton yang telah mengeluarkan uang untuk membeli tiket bisa nyaman,” ucapnya.
“Apalagi, info yang saya dengar, animo penonton disini sangat tinggi. Setiap adanya laga kandang, mereka selalu menyemut memenuhi stadion. Karena itu, perlu dilakukan pembenahan yang lebih baik sesuai dengan level ISL. Standar AFC, untuk tribun tertutup minimal 3.000 tempat duduk,” ujarnya.
Darwis menyatakan, hasil verifikasi Stadion Kuta Asan tersebut akan dipaparkan dalam rapat jajaran Direksi BLI. “Kita perkirakan dalam waktu tiga hari ke depan, sudah bisa diumumkan hasilnya,” demikian Darwis.(naz)
00.43 |
Posted in
olahraga,
PSAP
|
Read More »
Beijing - AC Milan akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Italia. Meladeni rival sekota Inter Milan,
Rossoneri tertinggal dulu sebelum akhirnya memukul balik
Nerazzurri 2-1.
Dalam pertandingan di Beijing National Stadium, Sabtu (6/8/2011), Inter lebih dulu unggul pada menit ke-22. Sebuah tendangan bebas melengkung Wesley Sneijder tak kuasa dibendung Christian Abbiati.
Milan baru bisa bangkit pada babak kedua. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-58 berkat sundulan Zlatan Ibrahimovic.
Kemenangan
Il Diavolo Rosso akhirnya ditentukan oleh Kevin-Prince Boateng. Sontekan gelandang internasional Ghana ini membawa timnya berbalik memimpin 2-1.
Ini adalah trofi Piala Super Italia keenam untuk Milan. Sebelumnya, mereka jadi juara pada tahun 1988, 1992, 1993, 1994, dan 2004. Sementara bagi Inter, kekalahan ini adalah awal yang kurang baik untuk pelatih anyar Gian Piero Gasperini.
Jalannya pertandinganInter lebih dulu mengancam pada menit kelima. Umpan Samuel Eto'o diteruskan oleh Sneijder dengan sepakan yang masih belum menemui sasaran.
Semenit kemudian, Milan gantian menekan. Menerima umpan dari Zlatan Ibrahimovic, Robinho melepaskan tembakan yang masih melenceng dari gawang Julio Cesar.
Kebuntuan pecah pada menit ke-22. Tendangan bebas Sneijder melengkung melewati pagar betis dan masuk ke gawang Christian Abbiati. Milan 0, Inter 1.
Gawang Abbiati kembali terancam pada menit ke-35. Namun, sepakan Ricky Alvarez dari dalam kotak penalti masih melambung.
Milan nyaris menyamakan skor beberapa saat kemudian. Sial buat Ibrahimovic, sundulannya masih menerpa mistar. Hingga turun minum, Inter tetap unggul 1-0.
Kedudukan sama kuat pada menit ke-58 setelah Milan menyamakan kedudukan. Gol ini diawali penetrasi Clarence Seedorf di kotak penalti usai menerima umpan Robinho. Seedorf kemudian melepas umpan silang ke mulut gawang. Sambil menjatuhkan diri, Ibrahimovic menyundul bola ke gawang kosong karena Cesar sudah meninggalkan sarangnya.
Milan berbalik unggul 11 menit kemudian. Dari sebuah proses serangan balik, Pato melepaskan tembakan yang tak bisa dijangkau Cesar, tapi masih mengenai mistar. Kevin-Prince Boateng datang dan menyambar bola
rebound. Milan memimpin 2-1.
Inter sempat mencetak gol pada masa injury time lewat Eto'o. Namun, wasit menganulirnya karena pemain Kamerun itu sudah terjebak
offside.
Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk Milan tetap awet. Piala Super Italia tahun ini pun jadi milik mereka.
Susunan pemain:MILAN: Abbiati, Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta, Gattuso (Ambrosini 75'), Van Bommel, Seedorf, Boateng (Emanuelson 81'), Robinho (Pato 61'), Ibrahomivic
INTER: Julio Cesar; Ranocchia, Samuel, Chivu; Zanetti, Thiago Motta, Stankovic (Pazzini 74'), Obi (Castaignos 81'); Alvarez (Faraoni 63'), Sneijder, Eto'o
( mfi / arp )
07.34 |
Posted in
bola,
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
Beijing - AC Milan akhirnya keluar sebagai juara Piala Super Italia. Meladeni rival sekota Inter Milan,
Rossoneri tertinggal dulu sebelum akhirnya memukul balik
Nerazzurri 2-1.
Dalam pertandingan di Beijing National Stadium, Sabtu (6/8/2011), Inter lebih dulu unggul pada menit ke-22. Sebuah tendangan bebas melengkung Wesley Sneijder tak kuasa dibendung Christian Abbiati.
Milan baru bisa bangkit pada babak kedua. Mereka menyamakan kedudukan pada menit ke-58 berkat sundulan Zlatan Ibrahimovic.
Kemenangan
Il Diavolo Rosso akhirnya ditentukan oleh Kevin-Prince Boateng. Sontekan gelandang internasional Ghana ini membawa timnya berbalik memimpin 2-1.
Ini adalah trofi Piala Super Italia keenam untuk Milan. Sebelumnya, mereka jadi juara pada tahun 1988, 1992, 1993, 1994, dan 2004. Sementara bagi Inter, kekalahan ini adalah awal yang kurang baik untuk pelatih anyar Gian Piero Gasperini.
Jalannya pertandinganInter lebih dulu mengancam pada menit kelima. Umpan Samuel Eto'o diteruskan oleh Sneijder dengan sepakan yang masih belum menemui sasaran.
Semenit kemudian, Milan gantian menekan. Menerima umpan dari Zlatan Ibrahimovic, Robinho melepaskan tembakan yang masih melenceng dari gawang Julio Cesar.
Kebuntuan pecah pada menit ke-22. Tendangan bebas Sneijder melengkung melewati pagar betis dan masuk ke gawang Christian Abbiati. Milan 0, Inter 1.
Gawang Abbiati kembali terancam pada menit ke-35. Namun, sepakan Ricky Alvarez dari dalam kotak penalti masih melambung.
Milan nyaris menyamakan skor beberapa saat kemudian. Sial buat Ibrahimovic, sundulannya masih menerpa mistar. Hingga turun minum, Inter tetap unggul 1-0.
Kedudukan sama kuat pada menit ke-58 setelah Milan menyamakan kedudukan. Gol ini diawali penetrasi Clarence Seedorf di kotak penalti usai menerima umpan Robinho. Seedorf kemudian melepas umpan silang ke mulut gawang. Sambil menjatuhkan diri, Ibrahimovic menyundul bola ke gawang kosong karena Cesar sudah meninggalkan sarangnya.
Milan berbalik unggul 11 menit kemudian. Dari sebuah proses serangan balik, Pato melepaskan tembakan yang tak bisa dijangkau Cesar, tapi masih mengenai mistar. Kevin-Prince Boateng datang dan menyambar bola
rebound. Milan memimpin 2-1.
Inter sempat mencetak gol pada masa injury time lewat Eto'o. Namun, wasit menganulirnya karena pemain Kamerun itu sudah terjebak
offside.
Hingga laga berakhir, skor 2-1 untuk Milan tetap awet. Piala Super Italia tahun ini pun jadi milik mereka.
Susunan pemain:MILAN: Abbiati, Abate, Nesta, Thiago Silva, Zambrotta, Gattuso (Ambrosini 75'), Van Bommel, Seedorf, Boateng (Emanuelson 81'), Robinho (Pato 61'), Ibrahomivic
INTER: Julio Cesar; Ranocchia, Samuel, Chivu; Zanetti, Thiago Motta, Stankovic (Pazzini 74'), Obi (Castaignos 81'); Alvarez (Faraoni 63'), Sneijder, Eto'o
( mfi / arp )
07.34 |
Posted in
bola,
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
Tianjin - Real Madrid kembali meraih kemenangan telak dalam pertandingan pramusimnya di China. Menghadapi Tianjin Teda, Los Merengues menang dengan skor 6-0.
Dalam laga di TEDA Football Stadium, Sabtu (6/8/2011), Madrid membuka keunggulan pada menit kesembilan. Pelanggaran Cao Yang terhadap Angel Di Maria di area terlarang berbuah penalti. Kaka yang jadi eksekutor menuntaskan tugasnya tanpa cacat.
Lima menit berselang, gantian Di Maria yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan terobosan dari rekannya, dia melakukan solo run dan mencoba me-lob bola melewati kiper lawan. Usaha pertamanya gagal, tapi bola
rebound tak disia-siakan pemain Argentina ini.
Pada menit ke-63, Madrid menambah keunggulannya. Gonzalo Higuain sukses memaksimalkan sebuah kemelut di kotak penalti untuk merobek gawang Tianjin.
Cristiano Ronaldo mencetak gol keempat Madrid pada menit ke-70. Bekerja sama dengan Mesut Oezil, tembakan kaki kirinya membuat kiper Tianjin mati kutu.
Madrid makin menjauh pada menit ke-75. Umpan silang Marcelo gagal diamankan bek-bek Tianjin dan memudahkan Karim Benzema mencetak gol.
Benzema akhirnya melengkapi pesta gol Madrid tiga menit kemudian. Bola sodoran Oezil diteruskannya dengan sepakan kaki kanan dari jarak dekat.
Kemenangan ini adalah kemenangan kedua Madrid dalam lawatannya ke China. Sebelumnya, mereka menang 7-1 atas Guangzhou Evergrande.
( mfi / arp )
06.28 |
Posted in
bola,
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
Tianjin - Real Madrid kembali meraih kemenangan telak dalam pertandingan pramusimnya di China. Menghadapi Tianjin Teda, Los Merengues menang dengan skor 6-0.
Dalam laga di TEDA Football Stadium, Sabtu (6/8/2011), Madrid membuka keunggulan pada menit kesembilan. Pelanggaran Cao Yang terhadap Angel Di Maria di area terlarang berbuah penalti. Kaka yang jadi eksekutor menuntaskan tugasnya tanpa cacat.
Lima menit berselang, gantian Di Maria yang mencatatkan namanya di papan skor. Menerima umpan terobosan dari rekannya, dia melakukan solo run dan mencoba me-lob bola melewati kiper lawan. Usaha pertamanya gagal, tapi bola
rebound tak disia-siakan pemain Argentina ini.
Pada menit ke-63, Madrid menambah keunggulannya. Gonzalo Higuain sukses memaksimalkan sebuah kemelut di kotak penalti untuk merobek gawang Tianjin.
Cristiano Ronaldo mencetak gol keempat Madrid pada menit ke-70. Bekerja sama dengan Mesut Oezil, tembakan kaki kirinya membuat kiper Tianjin mati kutu.
Madrid makin menjauh pada menit ke-75. Umpan silang Marcelo gagal diamankan bek-bek Tianjin dan memudahkan Karim Benzema mencetak gol.
Benzema akhirnya melengkapi pesta gol Madrid tiga menit kemudian. Bola sodoran Oezil diteruskannya dengan sepakan kaki kanan dari jarak dekat.
Kemenangan ini adalah kemenangan kedua Madrid dalam lawatannya ke China. Sebelumnya, mereka menang 7-1 atas Guangzhou Evergrande.
( mfi / arp )
06.28 |
Posted in
bola,
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
AFP
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho
GUANGZHOU, — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku senang timnya bisa menang telak 7-1 atas klub China, Guangzhou Evergrande, di laga persahabatan, Rabu (3/8/2011). Namun, bukan hasil laga yang membuat Mourinho senang, melainkan perkembangan timnya selama laga pramusim.
"Saya senang, tapi saya tak terlalu memikirkan apakah kami menang atau kalah atau seri. Hasil bukanlah masalah," ujar Mourinho.
"Yang penting adalah tim selalu berkembang di setiap pertandingan, para pemain semakin bugar dan menunjukkan kualitasnya di setiap pertandingan. Itu yang terpenting. Pemain bekerja keras sebagai tim, bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk Real Madrid. Mereka bahagia, begitu juga saya," sambungnya.
Madrid sendiri tampil gemilang dalam pertandingan ini. Terbukti, laga baru berjalan tujuh menit, Madrid sudah unggul berkat tandukan Sami Khedira. Madrid menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 setelah Mesut Oezil dan Karim Benzema mempersembahkan gol tambahan di babak ini.
Benzema mencetak gol keduanya di awal babak kedua. Tak mau ketinggalan, sang bintang, Cristiano Ronaldo, ikut menyumbangkan gol lewat tumitnya pada menit ke-56. Madrid mampu menambah dua gol lagi hingga menit ke-83 melalui aksi Jese dan Angel Di Maria. Sementara Guangzhou Evergrande mampu mencetak gol penghibur pada menit ke-87 lewat aksi Yihu.
"Aku sangat senang dapat mencetak dua gol dan juga dengan perkembanganku. Tapi, yang terpenting adalah kemenangan tim," ungkap Benzema.
Kemenangan ini akan menjadi modal yang bagus jelang leg pertama Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 14 Agustus mendatang. (AFP)
20.44 |
Posted in
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
AFP
Pelatih Real Madrid Jose Mourinho
GUANGZHOU, — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, mengaku senang timnya bisa menang telak 7-1 atas klub China, Guangzhou Evergrande, di laga persahabatan, Rabu (3/8/2011). Namun, bukan hasil laga yang membuat Mourinho senang, melainkan perkembangan timnya selama laga pramusim.
"Saya senang, tapi saya tak terlalu memikirkan apakah kami menang atau kalah atau seri. Hasil bukanlah masalah," ujar Mourinho.
"Yang penting adalah tim selalu berkembang di setiap pertandingan, para pemain semakin bugar dan menunjukkan kualitasnya di setiap pertandingan. Itu yang terpenting. Pemain bekerja keras sebagai tim, bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan untuk Real Madrid. Mereka bahagia, begitu juga saya," sambungnya.
Madrid sendiri tampil gemilang dalam pertandingan ini. Terbukti, laga baru berjalan tujuh menit, Madrid sudah unggul berkat tandukan Sami Khedira. Madrid menutup babak pertama dengan keunggulan 3-0 setelah Mesut Oezil dan Karim Benzema mempersembahkan gol tambahan di babak ini.
Benzema mencetak gol keduanya di awal babak kedua. Tak mau ketinggalan, sang bintang, Cristiano Ronaldo, ikut menyumbangkan gol lewat tumitnya pada menit ke-56. Madrid mampu menambah dua gol lagi hingga menit ke-83 melalui aksi Jese dan Angel Di Maria. Sementara Guangzhou Evergrande mampu mencetak gol penghibur pada menit ke-87 lewat aksi Yihu.
"Aku sangat senang dapat mencetak dua gol dan juga dengan perkembanganku. Tapi, yang terpenting adalah kemenangan tim," ungkap Benzema.
Kemenangan ini akan menjadi modal yang bagus jelang leg pertama Piala Super Spanyol melawan Barcelona, 14 Agustus mendatang. (AFP)
20.44 |
Posted in
hebat,
PSAP,
unik
|
Read More »
Caughtoffside
BEIJING, —
Jelang pertandingan Piala Super Italia yang mempertemukan AC Milan dengan Inter Milan di Beijing, China, Sabtu (6/8/2011), suasana mulai memanas di antara pendukung kedua tim. Dilaporkan, seorang pendukung Milan (Milanisti) dikeroyok oleh ratusan pendukung Inter (Interisti) saat kedua tim melakukan sesi latihan.
Insiden itu terekam dalam dua foto yang dipublikasikan situs
Caughtoffside. Di foto pertama, ratusan Interisti terlihat mengeroyok seorang pendukung yang mengenakan baju merah-hitam, seragam kebesaran Milan. Dua petugas keamanan berusaha mencegah aksi anarki tersebut. Di sini lain, beberapa di antara pendukung Interisti tampak cuek dengan memilih untuk mengabadikan momen itu.
Petugas keamanan tampak tak kuasa meredam aksi anarki Interisti. Seperti yang tergambar di foto kedua, beberapa Interisti berhasil melucuti kaus sang korban. Tak disebutkan secara jelas asal-muasal insiden tersebut dan kondisi sang korban.
(CO)
11.10 |
Posted in
hebat,
info baru,
PSAP,
unik
|
Read More »
Caughtoffside
BEIJING, —
Jelang pertandingan Piala Super Italia yang mempertemukan AC Milan dengan Inter Milan di Beijing, China, Sabtu (6/8/2011), suasana mulai memanas di antara pendukung kedua tim. Dilaporkan, seorang pendukung Milan (Milanisti) dikeroyok oleh ratusan pendukung Inter (Interisti) saat kedua tim melakukan sesi latihan.
Insiden itu terekam dalam dua foto yang dipublikasikan situs
Caughtoffside. Di foto pertama, ratusan Interisti terlihat mengeroyok seorang pendukung yang mengenakan baju merah-hitam, seragam kebesaran Milan. Dua petugas keamanan berusaha mencegah aksi anarki tersebut. Di sini lain, beberapa di antara pendukung Interisti tampak cuek dengan memilih untuk mengabadikan momen itu.
Petugas keamanan tampak tak kuasa meredam aksi anarki Interisti. Seperti yang tergambar di foto kedua, beberapa Interisti berhasil melucuti kaus sang korban. Tak disebutkan secara jelas asal-muasal insiden tersebut dan kondisi sang korban.
(CO)
11.10 |
Posted in
hebat,
info baru,
PSAP,
unik
|
Read More »
Tanggal 17 Juni 1948 Presiden Soekarno berkunjung ke Sigli dan berpidato bersama Tgk Muhamamd Daod Beureueh di Lapangan Kuta Asan, stadion sepak bola kebanggaan masyarakat Pidie sekarang. Orang-orang tua di Pidie masih menyimpan memori itu.
Presiden Soekarno berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul sembilan pagi. Ia sengaja memilih jalan darat untuk bisa langsung ribuan masyarakat yang menyambutnya di sepanjang jalan. Di beberapa tempat Soekrano segaja berhenti untuk memberi salam dan pidato singkatnya kepada masyarakat yang menantinya.
Seperti di Simpang Montasik. Dalam buku Prekundjungan Presiden Soekarno ke Atjeh diceritakan, di Simpang Montasik itu Soekarno menyampaikan terimakasihnya kepada warga Montasik yang telah mempersiapkan jalan menuju Blang Bintang untuk persiapan pembukaan Bandar Udara (Bandara). Kini, Bandara itu telah berdiri dan dikenal sebagai Bandara Internasional Sulthan Iskandar Muda.
Soekarno juga meminta maaf, karena tidak menggunakan bandara tersebut sebagai tempat pendaratan pesawat yang membawa rombongannya dari Jakarta dua hari sebelumnya; 15 Juni 1948, tapi mendarat di lapangan terbang Lhok Nga. “Saudara-saudara tentu merasa kesal, karena lapangan Blang Bintang tidak dipakai, dan dipakai lapangan terbang Lhok Nga, oleh karena lapangan itu lebih sempurna. Tetapi saya tetap berterima kasih kepada saudara-saudara, saya terharu atas persediaan saudara-saudara kepada kepala negara. Marilah kita sekarang menyorakkan merdeka,” kata Soekarno.
Ratusan warga yang memadati Simpang Montasik membalas teriakan “merdeka” yang dari Soekarno. Dari sana Soekarno kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sigli. Jam satu siang rombongan presiden memasuki Kota Sigli dan disambut puluhan ribu rakyat Pidie di sepanjang jalan.
Soekarno langsung menuju ke Pendopo Bupati Pidie untuk makan siang. Jam dua siang, Soekarno menuju ke Lapangan Kuta Asan untuk menyampaikan pidatonya. Di bawah terik matahari ribuan rakyat sudah memadati lapangan tersebut, mulai dari jalan sampai ke tengah lapangan.
Bupati Pidie, Tgk Abdul Wahab naik ke mimbar untuk menyampaikan sambutannya dengan terikan Allahu Akbar dan pembacaan Fatihah dilanjutkan dengan penghormatan kepada presiden.
Setelah itu Bupati Tgk Abdul Wahab mempersilahkan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia, Soerjo untuk menyampaikan pidato susulan. Soerjo menyampaikan kekagumannya kepada rakyat Pidie yang menyambut rombongan presiden. “Waktu mula-mula ke sini, saya tidak mengetahui bagaimana Sigli, tapi sekarang saya berdiri diantara masyarakat Pidie,” katanya.
Dalam pidatonya Soerjo meminta rakyat Pidie untuk berjuang terus mempertahankan republik yang disebutnya sebagai jembatan emas untuk mencapai kebahagiaan bersama. “Sekarang mari kita berpikir satu hal saja, yakni negara republik Indonesia,” teriaknya.
Pesan Abu Beureueh
Tgk Muhammad Daod Beureueh sebagai Gubernur Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo selanjutnya tampil berpidato. Ia meminta agar seluruh rakyat Pidie mengumpulkan harta, tenaga dan pikiran untuk mempertahankan republik Indonesia dari rongrongan bangsa luar.
Di hadapan ribuan rakyat Pidie Abu Beureueh berkata. “Masa penjajahan Belanda dan Jepang telah kita lalui, sekarang telah datang masa kemerdekaan. Saudara-saudara yang terhormat, saya adalah manusia adalah manusia yang kosong, hanya dua perkara yang dapat saudara-saudara terima,” kata Abu Beureueh. Ia kemudian membayat dua ayar Alquran dan menjelaskan dua perkara yang disebutnya itu.
“Saudara-saudara, yang pertama dan yang kedua telah sampai, alangkah baiknya kalau saudara-saudara sendiri dapat mengerti apakah pesan tersebut, tetapi apa boleh buat, demikian lama Tuhan megiriman Alquran kepada kita, hingga sekarang belum dapat mengerti. Ayat pertama yang ringkas saya bacakan maksudnya adalah; Tuhan memerintahkan kepada ummt Nabi Muhammad SAW penghubi bumi Indonesia, diperintahkan kepada kita supaya sedia, mengumpulkan segala tenaga yang ada pada kita, terutama tenaga persatuan. Kedua, tenaga kekuatan harta, ketiga kekuatan pikiran, keempat kekuatan apa saja yang dapat kita bulatkan untuk menanti saat datangnya musuh. Sebelum musuh datang, kita terlebih dahulu memperlihatkan bagaimana kekuatan kita, supaya mereka gentar. Musuh kita musuh Nabi, musuh kita musuh Tuhan. Belanda yang angkara murka yang kembali hendak menjajah kita,” jelas Abu Beureueh penuh semangat.
Dalam pidatonya Abu Beureueh juga menekankan pentingnya menolak segala bentuh penjajahan. Berjuang untuk melawan penindasan sebagaimaan suruhan agama. Ia mengulang kembali apa yang telah terjadi di Aceh semasa melawan penjajahan Belanda dan Jepang, yang disebutnya sebagai kafir, musuh agama. Dalam pidatonya ia melanjutkan pesannya kepada rakyat Aceh di Pidie,
“Kita sudah barang tentu tidak mau dijajah. Kalau memang kita tidak mau dijajah, bersedia untuk menangkis, untuk menolak, untuk menggetarkan hati mereka sendiri, Ini ialah pesan Tuhan yang pertama. Saya yakin saudara-saudara memang sudah siap sedia lengkap dengan segala tenaga yang ada pasa saudara-saudara,” katanya.
Kemerdekaan yang telah diraih menurut Abu Beureueh merupakan nikmat yang harus disyukuri. Rakyat Aceh harus beryukur atas karunia Tuhan tersebut, tak boleh mengingkarinya. Dalam pidatonya Abu Beureueh melanjutkan. “Sebagai bukti kepada Tuhan, untuk mensyukuri Tuhan, menghilangkan kafir Belanda, kafir Jepang, dan meninggalkan bahan-bahan yang menguntungkan. Sekarang mau dilihat oleh Tuhan apa yang kamu lakukan. Kalau kamu ingkar kepada Tuhan, tidak kamu insyafi, tentu kamu akan mendapat kutuk,” tegasnya.
Abu Beureueh yakin rakyat Aceh di Pidie akan siap untuk menentang musuh yang akan kembali untuk menjajah. Di ujung pidatonya ia berpesan kepada para pejuang untuk selalu melindungi dan memberi kenyamanan bagi rakyat, meski dalam keadaan perang sekalipun. Tentang itu, Abu Beureueh berkata:
“Saudara-saudara, pesan Tuhan yang kedua, saya yakin saudara-saudara telah siap menentang musuh, menangkis Belanda. Maka, sambutlah pesan Tuhan yang kedua yakni bekerja dengan baik. Bawalah rakyat ke medan keamanan, bahkan ke medan kebahagiaan, kenikmatan. Sampai kini sekarang telah datang masa untuk saudara-saudara menerima wajangan dari paduka yang mulia presiden kita. Sambutlah dengan hati yang riang gembira. Demikianlah saya sudahi dengan doa selamat, mudah-mudahan saudara dalam aman dan tentram,” Abu Beureueh mengakhiri pidatonya.
Pesan Soekarno
Setelah Abu Beureueh berpidato, tiba giliran Presiden Soekarno untuk naik ke podium utama menyampaikan pesan dan wejangannya kepada rakyat Aceh di Pidie. “Saudara-saudara sekalian, lebih dahulu sebagai seorang yang beragama Islam, saya mengucapkan kepada saudara-saudara salam Islam, Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu,” kata Soekarno membuka pidatonya.
Salam Soekarno dijawab dengan suara gemuruh oleh masyarakat Pidie yang memadati lapangan Kuta Asan. Setelah itu kata Soekarno, “Kemudian sebagai kepala negara saya hendak menyampaikan pekik merdeka. Minta disambut dengan sura yang membelah bumi, merdekaaa,” teriak Soekarno sambil mengacungkan tanganya yang tergepal ke udara.
Teriakan itu juga dijawab dengan terikan yang sama dengan gemuruh seisi stadion. Ini merupakan pengalaman pertama masyarakat Pidie berhadapan langsung dengan Presiden Soekarno. Mereka menyambutnya dengan suka cita dan penuh semangat. Soekarno selanjutnya menjelaskan tentang arti penting sebuah negara (Indonesia) yang baru didirikan, yang menuntut kedisiplinan dalam menjalankannya dengan segala peraturan perundang-undangan. “Negara ini adalah suatu negara yang berorganisasi, bertata tertib. Oleh karena itu saya minta agar juga tata tertib dijalankan, dihormati peraturan-peraturan dan tata tertib itu,” pinta Soekarno.
Selanjutnya, Soekarno menjelaskan kepada rakyat Pidie tentang pengakuat dunia internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. Katanya, surat kabar di luar negeri seperti New York, Washington, London dan Paris menulis tentang lahirnya Indonesia sebagai sebuah negara republik yang merdeka dari penjajahan Belanda. “Every thing in the Republik of Indonesia is well,” katanya dalam bahasa Inggris. “Hal yang demikian mengangkat nama republik. Inilah yang membuat seluruh dunia menghormati kemerdekaan kita,” lanjut Soekarno.
Kepada para pemuda di Pidie, Soekarno meminta untuk mengingat sumpah pemuda dan memperkokoh persatuan, serta patuh dan setia kepada negara. Menutup pidatonya, Soekarno mengatakan, “Aku hendak meminta supaya dijaga tata tertib, dijaga persatuan dengan segenap bangsa kita semua. Semua bangsa yang mencintai kemerdekaan. Marilah, marilah, marilah saudara sekalian menyusun persatuan. Dengan adanya persatuan yang demikian kita dapat meneruskan perjuangan kita. Dengan demikian tidak ada kans sedikit juga bagi musuh untuk mejajah kembali. Sekianlah, Wassalamualaikumwarahmatullahwabaratuh, merdekaaa,” teriaknya menutup pidato. Teriak yang dijawab dengan teriakan yang sama oleh ribuan rakyat Pidie di Kuta Asan.
Dari Sigli Soekarno ke Bireuen
Usai pidato di Kuta Asan, sekitar pukul 14.45 WIB, Soekarno melanjutkan perjalanan ke Bireuen melalui jalan Peukan Pidie, Garot, Gle Gapui, Beureuneun, Meureudu hingga sampai ke Bireuen. Sepanjang jalan yang dilalui itu rakyat Aceh berbaris di samping jalan sambil melambaikan bendera merah putih. Di Bireuen Presiden Soekarno menginap di rumah Kolonel Husein Joesoef.
Esoknya, 18 Juni 1948, Presiden Soekarno memberi kursus politik kepada para pejabat di Bireuen dan sekitarnya. Kuliah umum itu diberikan Soekarno di Bioskop Murni pada jam sebelas. Sorenya, ia kembali memberikan kursus politik kepada para pemuda di sana. Dalam pidatonya, Soekarno memberikan kursus politik yang sama dengan apa yang disampaikannya di Kutaradja.
Malamnya, Soekarno menyampaikan pidato untuk rakyat Aceh di Bireuen. Pidato itu digelar di lapangan Cot Gapu yang dihadiri oleh lebih dari 100 ribu orang. Pidato yang disebut sebagai rapat umum tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Timur T A Hasan selaku ketua panitia penyambutan presiden di Bireuen.
Sebagai pembicara pertama tampil Komisaris Negara Mr T Mohammad Hasan, dilanjutkan Gubernur Militer Aceh Langkah dan Tanah Karo Tgk Muhammad Daod Beureueh. Setelah itu baru Soekarno. Usai rapat umum di Cot Gapu itu, Presiden Soekarno dan rombongan kembali ke rumah Kolonel Husein Joesoef untuk menonton pertunjukan dan hiburan yang disajikan masyarakat Bireuen. Esoknya Soekarno kembali ke Kutaraja dan tiba di sana pukul 18.30 WIB.[iskandar norman]
19.08 |
Posted in
aceh,
hebat,
Indonesia,
info baru,
PSAP,
sejarah,
sejarah aceh,
soekarno,
unik
|
Read More »
Tanggal 17 Juni 1948 Presiden Soekarno berkunjung ke Sigli dan berpidato bersama Tgk Muhamamd Daod Beureueh di Lapangan Kuta Asan, stadion sepak bola kebanggaan masyarakat Pidie sekarang. Orang-orang tua di Pidie masih menyimpan memori itu.
Presiden Soekarno berangkat dari Banda Aceh sekitar pukul sembilan pagi. Ia sengaja memilih jalan darat untuk bisa langsung ribuan masyarakat yang menyambutnya di sepanjang jalan. Di beberapa tempat Soekrano segaja berhenti untuk memberi salam dan pidato singkatnya kepada masyarakat yang menantinya.
Seperti di Simpang Montasik. Dalam buku Prekundjungan Presiden Soekarno ke Atjeh diceritakan, di Simpang Montasik itu Soekarno menyampaikan terimakasihnya kepada warga Montasik yang telah mempersiapkan jalan menuju Blang Bintang untuk persiapan pembukaan Bandar Udara (Bandara). Kini, Bandara itu telah berdiri dan dikenal sebagai Bandara Internasional Sulthan Iskandar Muda.
Soekarno juga meminta maaf, karena tidak menggunakan bandara tersebut sebagai tempat pendaratan pesawat yang membawa rombongannya dari Jakarta dua hari sebelumnya; 15 Juni 1948, tapi mendarat di lapangan terbang Lhok Nga. “Saudara-saudara tentu merasa kesal, karena lapangan Blang Bintang tidak dipakai, dan dipakai lapangan terbang Lhok Nga, oleh karena lapangan itu lebih sempurna. Tetapi saya tetap berterima kasih kepada saudara-saudara, saya terharu atas persediaan saudara-saudara kepada kepala negara. Marilah kita sekarang menyorakkan merdeka,” kata Soekarno.
Ratusan warga yang memadati Simpang Montasik membalas teriakan “merdeka” yang dari Soekarno. Dari sana Soekarno kemudian melanjutkan perjalanan menuju Sigli. Jam satu siang rombongan presiden memasuki Kota Sigli dan disambut puluhan ribu rakyat Pidie di sepanjang jalan.
Soekarno langsung menuju ke Pendopo Bupati Pidie untuk makan siang. Jam dua siang, Soekarno menuju ke Lapangan Kuta Asan untuk menyampaikan pidatonya. Di bawah terik matahari ribuan rakyat sudah memadati lapangan tersebut, mulai dari jalan sampai ke tengah lapangan.
Bupati Pidie, Tgk Abdul Wahab naik ke mimbar untuk menyampaikan sambutannya dengan terikan Allahu Akbar dan pembacaan Fatihah dilanjutkan dengan penghormatan kepada presiden.
Setelah itu Bupati Tgk Abdul Wahab mempersilahkan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia, Soerjo untuk menyampaikan pidato susulan. Soerjo menyampaikan kekagumannya kepada rakyat Pidie yang menyambut rombongan presiden. “Waktu mula-mula ke sini, saya tidak mengetahui bagaimana Sigli, tapi sekarang saya berdiri diantara masyarakat Pidie,” katanya.
Dalam pidatonya Soerjo meminta rakyat Pidie untuk berjuang terus mempertahankan republik yang disebutnya sebagai jembatan emas untuk mencapai kebahagiaan bersama. “Sekarang mari kita berpikir satu hal saja, yakni negara republik Indonesia,” teriaknya.
Pesan Abu Beureueh
Tgk Muhammad Daod Beureueh sebagai Gubernur Militer Aceh Langkat dan Tanah Karo selanjutnya tampil berpidato. Ia meminta agar seluruh rakyat Pidie mengumpulkan harta, tenaga dan pikiran untuk mempertahankan republik Indonesia dari rongrongan bangsa luar.
Di hadapan ribuan rakyat Pidie Abu Beureueh berkata. “Masa penjajahan Belanda dan Jepang telah kita lalui, sekarang telah datang masa kemerdekaan. Saudara-saudara yang terhormat, saya adalah manusia adalah manusia yang kosong, hanya dua perkara yang dapat saudara-saudara terima,” kata Abu Beureueh. Ia kemudian membayat dua ayar Alquran dan menjelaskan dua perkara yang disebutnya itu.
“Saudara-saudara, yang pertama dan yang kedua telah sampai, alangkah baiknya kalau saudara-saudara sendiri dapat mengerti apakah pesan tersebut, tetapi apa boleh buat, demikian lama Tuhan megiriman Alquran kepada kita, hingga sekarang belum dapat mengerti. Ayat pertama yang ringkas saya bacakan maksudnya adalah; Tuhan memerintahkan kepada ummt Nabi Muhammad SAW penghubi bumi Indonesia, diperintahkan kepada kita supaya sedia, mengumpulkan segala tenaga yang ada pada kita, terutama tenaga persatuan. Kedua, tenaga kekuatan harta, ketiga kekuatan pikiran, keempat kekuatan apa saja yang dapat kita bulatkan untuk menanti saat datangnya musuh. Sebelum musuh datang, kita terlebih dahulu memperlihatkan bagaimana kekuatan kita, supaya mereka gentar. Musuh kita musuh Nabi, musuh kita musuh Tuhan. Belanda yang angkara murka yang kembali hendak menjajah kita,” jelas Abu Beureueh penuh semangat.
Dalam pidatonya Abu Beureueh juga menekankan pentingnya menolak segala bentuh penjajahan. Berjuang untuk melawan penindasan sebagaimaan suruhan agama. Ia mengulang kembali apa yang telah terjadi di Aceh semasa melawan penjajahan Belanda dan Jepang, yang disebutnya sebagai kafir, musuh agama. Dalam pidatonya ia melanjutkan pesannya kepada rakyat Aceh di Pidie,
“Kita sudah barang tentu tidak mau dijajah. Kalau memang kita tidak mau dijajah, bersedia untuk menangkis, untuk menolak, untuk menggetarkan hati mereka sendiri, Ini ialah pesan Tuhan yang pertama. Saya yakin saudara-saudara memang sudah siap sedia lengkap dengan segala tenaga yang ada pasa saudara-saudara,” katanya.
Kemerdekaan yang telah diraih menurut Abu Beureueh merupakan nikmat yang harus disyukuri. Rakyat Aceh harus beryukur atas karunia Tuhan tersebut, tak boleh mengingkarinya. Dalam pidatonya Abu Beureueh melanjutkan. “Sebagai bukti kepada Tuhan, untuk mensyukuri Tuhan, menghilangkan kafir Belanda, kafir Jepang, dan meninggalkan bahan-bahan yang menguntungkan. Sekarang mau dilihat oleh Tuhan apa yang kamu lakukan. Kalau kamu ingkar kepada Tuhan, tidak kamu insyafi, tentu kamu akan mendapat kutuk,” tegasnya.
Abu Beureueh yakin rakyat Aceh di Pidie akan siap untuk menentang musuh yang akan kembali untuk menjajah. Di ujung pidatonya ia berpesan kepada para pejuang untuk selalu melindungi dan memberi kenyamanan bagi rakyat, meski dalam keadaan perang sekalipun. Tentang itu, Abu Beureueh berkata:
“Saudara-saudara, pesan Tuhan yang kedua, saya yakin saudara-saudara telah siap menentang musuh, menangkis Belanda. Maka, sambutlah pesan Tuhan yang kedua yakni bekerja dengan baik. Bawalah rakyat ke medan keamanan, bahkan ke medan kebahagiaan, kenikmatan. Sampai kini sekarang telah datang masa untuk saudara-saudara menerima wajangan dari paduka yang mulia presiden kita. Sambutlah dengan hati yang riang gembira. Demikianlah saya sudahi dengan doa selamat, mudah-mudahan saudara dalam aman dan tentram,” Abu Beureueh mengakhiri pidatonya.
Pesan Soekarno
Setelah Abu Beureueh berpidato, tiba giliran Presiden Soekarno untuk naik ke podium utama menyampaikan pesan dan wejangannya kepada rakyat Aceh di Pidie. “Saudara-saudara sekalian, lebih dahulu sebagai seorang yang beragama Islam, saya mengucapkan kepada saudara-saudara salam Islam, Assalamualaikum warahmatullah wabarakatu,” kata Soekarno membuka pidatonya.
Salam Soekarno dijawab dengan suara gemuruh oleh masyarakat Pidie yang memadati lapangan Kuta Asan. Setelah itu kata Soekarno, “Kemudian sebagai kepala negara saya hendak menyampaikan pekik merdeka. Minta disambut dengan sura yang membelah bumi, merdekaaa,” teriak Soekarno sambil mengacungkan tanganya yang tergepal ke udara.
Teriakan itu juga dijawab dengan terikan yang sama dengan gemuruh seisi stadion. Ini merupakan pengalaman pertama masyarakat Pidie berhadapan langsung dengan Presiden Soekarno. Mereka menyambutnya dengan suka cita dan penuh semangat. Soekarno selanjutnya menjelaskan tentang arti penting sebuah negara (Indonesia) yang baru didirikan, yang menuntut kedisiplinan dalam menjalankannya dengan segala peraturan perundang-undangan. “Negara ini adalah suatu negara yang berorganisasi, bertata tertib. Oleh karena itu saya minta agar juga tata tertib dijalankan, dihormati peraturan-peraturan dan tata tertib itu,” pinta Soekarno.
Selanjutnya, Soekarno menjelaskan kepada rakyat Pidie tentang pengakuat dunia internasional terhadap kemerdekaan Indonesia. Katanya, surat kabar di luar negeri seperti New York, Washington, London dan Paris menulis tentang lahirnya Indonesia sebagai sebuah negara republik yang merdeka dari penjajahan Belanda. “Every thing in the Republik of Indonesia is well,” katanya dalam bahasa Inggris. “Hal yang demikian mengangkat nama republik. Inilah yang membuat seluruh dunia menghormati kemerdekaan kita,” lanjut Soekarno.
Kepada para pemuda di Pidie, Soekarno meminta untuk mengingat sumpah pemuda dan memperkokoh persatuan, serta patuh dan setia kepada negara. Menutup pidatonya, Soekarno mengatakan, “Aku hendak meminta supaya dijaga tata tertib, dijaga persatuan dengan segenap bangsa kita semua. Semua bangsa yang mencintai kemerdekaan. Marilah, marilah, marilah saudara sekalian menyusun persatuan. Dengan adanya persatuan yang demikian kita dapat meneruskan perjuangan kita. Dengan demikian tidak ada kans sedikit juga bagi musuh untuk mejajah kembali. Sekianlah, Wassalamualaikumwarahmatullahwabaratuh, merdekaaa,” teriaknya menutup pidato. Teriak yang dijawab dengan teriakan yang sama oleh ribuan rakyat Pidie di Kuta Asan.
Dari Sigli Soekarno ke Bireuen
Usai pidato di Kuta Asan, sekitar pukul 14.45 WIB, Soekarno melanjutkan perjalanan ke Bireuen melalui jalan Peukan Pidie, Garot, Gle Gapui, Beureuneun, Meureudu hingga sampai ke Bireuen. Sepanjang jalan yang dilalui itu rakyat Aceh berbaris di samping jalan sambil melambaikan bendera merah putih. Di Bireuen Presiden Soekarno menginap di rumah Kolonel Husein Joesoef.
Esoknya, 18 Juni 1948, Presiden Soekarno memberi kursus politik kepada para pejabat di Bireuen dan sekitarnya. Kuliah umum itu diberikan Soekarno di Bioskop Murni pada jam sebelas. Sorenya, ia kembali memberikan kursus politik kepada para pemuda di sana. Dalam pidatonya, Soekarno memberikan kursus politik yang sama dengan apa yang disampaikannya di Kutaradja.
Malamnya, Soekarno menyampaikan pidato untuk rakyat Aceh di Bireuen. Pidato itu digelar di lapangan Cot Gapu yang dihadiri oleh lebih dari 100 ribu orang. Pidato yang disebut sebagai rapat umum tersebut dibuka oleh Bupati Aceh Timur T A Hasan selaku ketua panitia penyambutan presiden di Bireuen.
Sebagai pembicara pertama tampil Komisaris Negara Mr T Mohammad Hasan, dilanjutkan Gubernur Militer Aceh Langkah dan Tanah Karo Tgk Muhammad Daod Beureueh. Setelah itu baru Soekarno. Usai rapat umum di Cot Gapu itu, Presiden Soekarno dan rombongan kembali ke rumah Kolonel Husein Joesoef untuk menonton pertunjukan dan hiburan yang disajikan masyarakat Bireuen. Esoknya Soekarno kembali ke Kutaraja dan tiba di sana pukul 18.30 WIB.[iskandar norman]
19.08 |
Posted in
aceh,
hebat,
Indonesia,
info baru,
PSAP,
sejarah,
sejarah aceh,
soekarno,
unik
|
Read More »
“So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of it street contain abaout 500 honderd moneychanger.” (Ludovico di Varthema)Prof D G E Hall dari Inggris, dalam bukunya “A History of South
East Asia, mengambarkan Pidie sebagai sebuah negeri yang maju pada akhir abad ke 15. Hal itu berdasarklan catatan seorang pelawat Portugal, Ludovico di Varthema, yang pernah singgah di Pidie pada akhir abad 15.
Dalam catatan Varthema, sebagaimana dikutip Muhammad Said dalam “Wajah
Aceh dalam Lintasan Sejarah” pada abad tersebut Pedir, yang masih disebut sebagai negeri Pedir merupakan sebuah negeri maju yang setiap tahunnya disinggahi sekurang-kurangnya 18 sampai 20 kapal asing, untuk memuat lada yang selanjutnya diangkut ke Tiongkok, Cina.
Dari pelabuhan Pedir juga diekspor kemenyan dan sutra produksi masyarakat Pidie dalam jumlah besar. Karena itu pula, banyak pendatang dari bangsa asing yang berdagang ke pelabuhan Pedir. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi warga pelabuhan waktu itu meningkat.
Malah vartheme menggambarkan, disebuah jalan dekat pelabuhan Pedir, terdapat sekitar 500 orang penukar mata uang asing. “So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of its street contain about 500 honderd moneychanger,” kata Varhtema.
Varthema oleh Muhammad Said disebutkan sama seperti Snouck Horgronje, yang Islam untuk sebuah tujuan penelitian tentan dunia muslim. Sebelum ke Pedir, ia juga telah mempelajari Islam di Mekkah. Sesuatu yang kemudian juga dilakukan Snouck Hourgronje dari Belanda, tapi Snouck lebih terkenal ketimbang Varthema, karena berhasil menulis sejumlah buku tentang Aceh.
Dalam catatannya Varthema mengatakan takjub terhadap negeri Pedir yang saat itu sudah menggunakan uang emas, perak, dan tembaga sebagai alat jual beli, serta aturan hukum yang sudah berjalan dengan baik, yang disebutnya “Strict Administration of Justice,”.
Selain itu Varthema juga menulis tentang kapal-kapal besar milik nelayan yang disebut tongkang, yang menggunakan dua buah kemudi. Ia juga mengupas secara terperinci tentang keahlian rakyat Pedir tentang perindustrian kala itu, yang sudah mampu membuat alat-alat peletup atau senjata api.
Riwayat Pidie awalnya dikenal sebagai negeri Poli, kemudain berubah menjadi Pedir, dan kini dikenal dengan nama Pidie. Dalam sebuah riwayat Tiongkok (Cina) disebutkan, pada tahun 413 Masehi, seorang musafir Tiongkok, Fa Hian melawat ke Yeep Po Ti dan singgah Poli (Pidie-red). Fa Hian menyebutkan Poli sebagai sebuah negeri yang makmur, yang rajanya berkenderaan gajah, berpakaian sutra dan bermahkota emas.
Untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Cina, Raja Poli pada tahun 518 Masehi mengirim utusannya ke Tiongkok. Hubungan itu terus berlanjut. Pada tahun 671 Masehi, I Tsing dari Tiongkok melawat ke Poli. Ia disebut tinggal selama lima tahun singgah dan tingagl di enam kerajaan di pesisir Sumatera, mulai dari Kerajaan Lamuri (Aceh Besar), Poli (Pidie), Samudra dan Pasai (Aceh Utara), Pereulak (Aceh Timur) dan kerjaan Dangroian (?).
Poli sebagai Pidie yang dikenal sekarang, menurut H. M Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” disebutkan oleh ahli sejarawan kuno, Winster, sebagai sebuah negeri yang makmur dan jaya. Menurutnya, setelah Sriwijaya dan Pasai, Poli lah Bandar pelabuhan yang terkenal. Pelabuhan Poli disebut-sebut berbentu genting, yang oleh H M Zainuddin kemudian diduga sebagai sebuah muara yang kini dikenal sebagai Kuala Batee.
Silsilah raja di Poli atau Pedir tidak begitu jelas. Namun Zainuddin menyebutkan di Kampong Klibeut terdapat makan rja-raja diantaranya makan Sultan Ma’ruf Syah, anak dari Sulaiman Nur, yang mangkat pada tahun 916 H. (1511 M) dan Kampung Sangeue dekat Mesjid Raja Pidie (Labuy) terdapat satu makam Putroe Balee, yang mangkat pada tahun 970 H (1588 M).
Makam-makam ini serupa dengan makam raja-raja yang terdapat di Pasai, Aceh Besar, Daya dan Gresik (Jaya), terbuat dari batu pualam bertulis huruf Arab dan batu-batu nisannya ini di datangkan dari Negeri Hindi dan ada yang di perbuat di Meuraksa (Ulee Lheue). Karena itu pula menurut para ahli purbakala, Kerjaan Poli/Pedir serupa dengan kerajaan Pasai (Aceh Utara) dan kerajaan Lamuri (Aceh Besar)
Menurut Varthema sumber Portugis mengatakan bahwa Sultan Ma’ruf Syah Raja Pidie (Pedir, Sjir, Duli) itu pernah menaklukkan Aceh Besar dalam tahun 1479. Masa itu diangkat dua orang wakil di Aceh, seorang di Aceh sendiri dan seorang di Daya. Mula-mula Pidie dikalahkan oleh Raja Aceh Besar dan di dudukkan oleh Wali Negara (Gubernur) di Pidie, yaitu Raja Ali dan adiknya, Ibrahim.
Kemudian Raja Ibrahim yang menjadi Wali Negara Raja Aceh di Pidie atas Perintah abangnya menyerbu Benteng Portugis yang baru didirikan di Kuala Gigieng. Cerita lain menyebutkan bahwa, Kuta Asan, Pidie, merupakan bekas kota yang didirikan Portugis.
Selanjutnya dengan sejata yang dirampas dari Portugis, Raja Pidie menyerang Raja Aceh Besar pada tahun 1514 dan Sultan Salahuddin Ibnu Muzaffar Syah diturunkan dari tahkta. Raja Ali naik menjadi raja dengan Gelar Sultan Ali Mughayat Syah, sedang adiknya Raja Ibrahim menjadi Laksamana.
Negeri Pidie pada zaman dahulu adalah kerajaan yang berbatas dari Kuala Batee sampai ke Kuala Ulim, meliputi Meureudu. Tentang susunan tatanegaranya tidak deketahui dengan jelas, akan tetapi setelah kerajaan Pidie bubar atau takluk kepada Sultan Aceh kemudian mendapat negeri-negeri yang diperintah oleh Bentara, Keudjruen, Mentroe dan Imeum.[]
bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah
20.19 |
Posted in
aceh,
juang,
Kisah Teladan,
pidie,
PSAP
|
Read More »