Novel "Teuntra Atom" : Kisah di Balik Perang
23.22 | Posted in aceh, buku, hebat, keren, novel | Read More »
Memahami Orang Aceh
Judul Buku: Memahami Orang AcehPenulis: Dr. Mohd. Harun, M.Pd.
Penerbit: Citapustaka Media Perintis
Cetakan I: April 2009
Isi: xvi + 304
sumber:atjehcyber
23.12 | Posted in aceh, buku, hebat, sejarah, sejarah aceh | Read More »
Memahami Orang Aceh
Judul Buku: Memahami Orang AcehPenulis: Dr. Mohd. Harun, M.Pd.
Penerbit: Citapustaka Media Perintis
Cetakan I: April 2009
Isi: xvi + 304
sumber:atjehcyber
23.12 | Posted in aceh, buku, hebat, sejarah, sejarah aceh | Read More »
Perang, Antara Solusi dan Masalah


Wahai Para panglima dan wakil rakyat; sebagai tanda puteh hate kamoe; kami ingin mengingatkan, “Sir, we are at war...” Tidak ada waktu untuk lalai, restorasi Aceh harus dimulai. Kami akan terus berperang dan kami ingin menang, karena janji Allah yang gagah akan surga dengan cara kami, seperti hikayat Prang Sabi.
23.06 | Posted in aceh, hebat, Kerajaan, keren, sejarah aceh | Read More »
Perang, Antara Solusi dan Masalah


Wahai Para panglima dan wakil rakyat; sebagai tanda puteh hate kamoe; kami ingin mengingatkan, “Sir, we are at war...” Tidak ada waktu untuk lalai, restorasi Aceh harus dimulai. Kami akan terus berperang dan kami ingin menang, karena janji Allah yang gagah akan surga dengan cara kami, seperti hikayat Prang Sabi.
23.06 | Posted in aceh, hebat, Kerajaan, keren, sejarah aceh | Read More »
Ringkasan Buku "Tarbiyah Dzatiyah"
Setiap muslim memiliki kewajiban untuk selalu memperbaiki diri dalam rangka mencapai kepribadian Islami yang sempurna. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha, kesabaran dan metode yang tepat, salah satunya adalah Tarbiyah Dzatiyah.
Tarbiyah Dzatiyah merupakan bentuk tarbiyah seseorang terhadap dirinya sendiri dengan dirinya sendiri. Tarbiyah Dzatiyah penting untuk selalu diterapkan dalam kehidupan setiap muslim untuk dapat menjaga diri dari api neraka, karena terkadang kita akan sampai pada suatu waktu atau tempat dimana tidak ada tarbiyah sehingga satu-satunya jalan untuk dapat terus menjaga keimanan adalah dengan men-tarbiyah diri sendiri.
Tarbiyah dzatiyah juga merupakan bentuk tarbiyah yang paling efektif untuk mengadakan perubahan dalam diri sebab terkadang orang lebih mengetahui dimana letak kekurangan dirinya sehingga ia bisa lebih tahu metode apa yang paling tepat untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Tarbiyah Dzatiyah merupakan bentuk tarbiyah yang istimewa dibanding bentuk tarbiyah lain, karena ia mudah untuk diaplikasikan, akan selalu ada dalam diri Muslim setiap waktu dan memiliki banyak sarana. Sarana-sarana tarbiyah jatiyah antara lain:
1. Muhasabah
Sarana pertama untuk mentarbiyah diri adalah dengan muhasabah, yakni evaluasi terhadap diri atas kebaikan dan keburukan yang dikerjakan sehingga ia tidak mengulanginya lagi di hari berikutnya (QS. Al-Hasyr). Dengan muhasabah diharapkan muslim akan mampu menggunakan setiap waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sehingga ia tidak kehilangan waktu ketaatan dan dan momen-momen kebaikan.
2. Taubat dari Segala Dosa
Setelah seseorang mengetahui kesalahan dan dosa-dosanya melalui muhasabah maka maka ia hasus sesegera mungkin bertaubat agar dosa-dosanya dapat dihapuskan oleh Allah Swt. Hal tersebut dapat terjadi apabila ia berhenti melakukan dosa, menyesali dosa-dosanya tersebut dan bertekad tidak mengerjakannya lagi pada masa yang akan datang
3. Mencari Ilmu dan Mencari Wawasan
Ilmu dan tarbiyah dzatiyah itu saling kait terkait erat sebab ilmu akan menghantarkan seseorang untuk lebih bijak dalam mendidik dirinya. Ilmu yang dapat menunjang tarbiyah dzatiyah antara lain ilmu syar’i yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah yang dapat menumbuhkan ketakwaan kepada Allah dan ilmu penunjang lain sperti psikologi, antropologi, dll.
4. Mengerjakan Amalan-Amalan Iman
Dengan mengerjakan amalan-amalan iman seperti mengerjakan ibadah wajib dengan seoptimal mungkin dan meningkatkan porsi ibadah sunnah maka jiwa setiap muslim akan selalu terjaga dari segala bentuk maksiat.
5. Memperhatikan Aspek Akhak atau Moral
Insan muslim dituntut untuk menjadi figur ideal di kalangan manusia, berperasaan halus dan beretika karena ia merupakan representasi umat yang berakhlak mulia maka dalam melaksanakan tarbiyah jatiyah setiap muslim harus selalu memelihara kesabaran dan senantisa memperhatikan meningkatkan kualitas akhlak.
6. Terlibat dalam Aktivitas Dakwah
Setiap muslim harus men-tarbiyah dirinya untuk terlibat di aktivitas dakwah karena dakwah di jalan Allah adalah wajib, tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya. Diantara kebaikan terlibat dalam aktivitas dakwah adalah kita dapat saling berwasiat dalam kebaikan dan berwasiat untuk berbuat sabar
7. Mujahadah (Jihad)
Seorang muslim harus mampu untuk bermujahadah dalam melawan jiwa, hawa nafsu, setan dan kelengketan pada dunia sehingga ia terhindar dari kelalaian untuk beribadah kepada Allah Swt.
8. Berdoa dengan Jujur Kepada Allah
Berdoa merupakan unsur paling penting dalam tarbiyah dzatiyah, karena jika seorang muslim tidak mendapat bantuan dan bimbingan dari Allah maka ia tidak akan punya semangat dan daya untuk melaksanakan tarbiyah jatiyah. Maka berdoalah jujur kepada Allah dan mohonlah pertolongan-Nya
Apabila setiap muslim telah mampu menjalankan Tarbiyah Dzatiyah maka ia akan memetik manfaat tarbiyah jatiyah yakni kebahagiaan, ketentraman jiwa, kesuksesan di dunia dan akhirat serta menjadi muslim yang berakhlak mulia yang senantiasa mendapatkan keridhaan Allah Swt.
*ringkasan dari buku "Tarbiyah Dzatiyah" karya Abdullah bin Abdul Azis Al-Aidan
05.26 | Posted in dakwah, Daulah Islam, hebat, Hukum Islam | Read More »
Ringkasan Buku "Tarbiyah Dzatiyah"
Setiap muslim memiliki kewajiban untuk selalu memperbaiki diri dalam rangka mencapai kepribadian Islami yang sempurna. Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan usaha, kesabaran dan metode yang tepat, salah satunya adalah Tarbiyah Dzatiyah.
Tarbiyah Dzatiyah merupakan bentuk tarbiyah seseorang terhadap dirinya sendiri dengan dirinya sendiri. Tarbiyah Dzatiyah penting untuk selalu diterapkan dalam kehidupan setiap muslim untuk dapat menjaga diri dari api neraka, karena terkadang kita akan sampai pada suatu waktu atau tempat dimana tidak ada tarbiyah sehingga satu-satunya jalan untuk dapat terus menjaga keimanan adalah dengan men-tarbiyah diri sendiri.
Tarbiyah dzatiyah juga merupakan bentuk tarbiyah yang paling efektif untuk mengadakan perubahan dalam diri sebab terkadang orang lebih mengetahui dimana letak kekurangan dirinya sehingga ia bisa lebih tahu metode apa yang paling tepat untuk memperbaiki kekurangan tersebut.
Tarbiyah Dzatiyah merupakan bentuk tarbiyah yang istimewa dibanding bentuk tarbiyah lain, karena ia mudah untuk diaplikasikan, akan selalu ada dalam diri Muslim setiap waktu dan memiliki banyak sarana. Sarana-sarana tarbiyah jatiyah antara lain:
1. Muhasabah
Sarana pertama untuk mentarbiyah diri adalah dengan muhasabah, yakni evaluasi terhadap diri atas kebaikan dan keburukan yang dikerjakan sehingga ia tidak mengulanginya lagi di hari berikutnya (QS. Al-Hasyr). Dengan muhasabah diharapkan muslim akan mampu menggunakan setiap waktunya untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat sehingga ia tidak kehilangan waktu ketaatan dan dan momen-momen kebaikan.
2. Taubat dari Segala Dosa
Setelah seseorang mengetahui kesalahan dan dosa-dosanya melalui muhasabah maka maka ia hasus sesegera mungkin bertaubat agar dosa-dosanya dapat dihapuskan oleh Allah Swt. Hal tersebut dapat terjadi apabila ia berhenti melakukan dosa, menyesali dosa-dosanya tersebut dan bertekad tidak mengerjakannya lagi pada masa yang akan datang
3. Mencari Ilmu dan Mencari Wawasan
Ilmu dan tarbiyah dzatiyah itu saling kait terkait erat sebab ilmu akan menghantarkan seseorang untuk lebih bijak dalam mendidik dirinya. Ilmu yang dapat menunjang tarbiyah dzatiyah antara lain ilmu syar’i yang bersumber dari Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah yang dapat menumbuhkan ketakwaan kepada Allah dan ilmu penunjang lain sperti psikologi, antropologi, dll.
4. Mengerjakan Amalan-Amalan Iman
Dengan mengerjakan amalan-amalan iman seperti mengerjakan ibadah wajib dengan seoptimal mungkin dan meningkatkan porsi ibadah sunnah maka jiwa setiap muslim akan selalu terjaga dari segala bentuk maksiat.
5. Memperhatikan Aspek Akhak atau Moral
Insan muslim dituntut untuk menjadi figur ideal di kalangan manusia, berperasaan halus dan beretika karena ia merupakan representasi umat yang berakhlak mulia maka dalam melaksanakan tarbiyah jatiyah setiap muslim harus selalu memelihara kesabaran dan senantisa memperhatikan meningkatkan kualitas akhlak.
6. Terlibat dalam Aktivitas Dakwah
Setiap muslim harus men-tarbiyah dirinya untuk terlibat di aktivitas dakwah karena dakwah di jalan Allah adalah wajib, tidak ada alasan untuk tidak mengerjakannya. Diantara kebaikan terlibat dalam aktivitas dakwah adalah kita dapat saling berwasiat dalam kebaikan dan berwasiat untuk berbuat sabar
7. Mujahadah (Jihad)
Seorang muslim harus mampu untuk bermujahadah dalam melawan jiwa, hawa nafsu, setan dan kelengketan pada dunia sehingga ia terhindar dari kelalaian untuk beribadah kepada Allah Swt.
8. Berdoa dengan Jujur Kepada Allah
Berdoa merupakan unsur paling penting dalam tarbiyah dzatiyah, karena jika seorang muslim tidak mendapat bantuan dan bimbingan dari Allah maka ia tidak akan punya semangat dan daya untuk melaksanakan tarbiyah jatiyah. Maka berdoalah jujur kepada Allah dan mohonlah pertolongan-Nya
Apabila setiap muslim telah mampu menjalankan Tarbiyah Dzatiyah maka ia akan memetik manfaat tarbiyah jatiyah yakni kebahagiaan, ketentraman jiwa, kesuksesan di dunia dan akhirat serta menjadi muslim yang berakhlak mulia yang senantiasa mendapatkan keridhaan Allah Swt.
*ringkasan dari buku "Tarbiyah Dzatiyah" karya Abdullah bin Abdul Azis Al-Aidan
05.26 | Posted in dakwah, Daulah Islam, hebat, Hukum Islam | Read More »
PSAP : Antara Gengsi dan Prestasi
Melihat komposisi team PSAP musim ini yang akan tampil di ISL, saya yakin tidak akan terlalu rumit untuk seorang Arman dalam meracik team PSAP SIGLI, hal ini di perjelas dengan nyaris 80% Skuad psap musim lalu berhasil dipertahankan oleh Manajement PSAP. Dan kita patus disyukuri, ternyata mayoritas skuad musim lalu ini masih ingin bernostalgia dengan public kuta asan dan pastinya dengan keinginan prestasi yang lebih baik dari musim lalu atau paling buruk menyamai prestasi musil lalu.
Mungkin paling jelek bisa lah masuk 10 besar untuk musim ini. Dengan pendanaan yang miris, manajement dihadapkan dengan kondisi yang tidak bisa lagi menyusui uang rakyat secara real kondisi. Manajement “dipaksa” untuk terus “menjual” nama besar PSAP SIGLI untuk Sponsorship di Aceh dan kota-kota besar di Indonesia yang pastinya ada putra Pidie yang jadi OKB (orang kaya baru) atau politisi yang mau menyumbang kan sedikit uangnya untuk membantu mendanai perjalanan psap musim ini di ISL. Namun semua itu dengan catatan Manajement kembali terbuka pelaporan keuangannya minimal kepada para donatur dan akan lebih baik jika adanya Audit Independent yang bisa mengaudit pelaporan keuangan PSAP ditiap musim, dan hal ini perlu dilakukan, demi kepercayaan para donator kepada manajement PSAP SIGLI.
![]() |
| Ketua Harian TheLAN |
Sebelumnya bermain Imbang ketika bermain di Tunas Bangsa Stadium dan sempat ricuh hingga Pagar pembatas Stadion dan lapangan Roboh di Hantam oleh PAsukan Laskar Aneuk Nanggroe yang disebabkan oleh sang pengadil yang seharusnya Adil tidak bisa menjalankan Amanah My Game is Fair Play, sehingga wasit asal Idi tersebut menjadi Bulan-bulanan Pendukung PSAP SIGLI, hingga PP menunda dan memindahkan Pertandingan usiran ke Kota Langsa..
satu pertanyaan yang harus anda semua jawab adalah selain Para Pemain yang harus di Banggakan, siapa lagi yang pantas kita beri kredit tersendiri kalau Bukan Duet “AA” Anwar dan Arman yang berhasil mengorbitkan segelintir pemain entah berantah menjadi pemain yang menjadi incaran klub-klub besar di Tanah air. Yang patut di Garis bawahi adalah tahun 2007 merupakan tahun kebangkitan Pesepakbolaan di Kabupaten Pidie setelah sekian puluhan tahun lamanya nyaris tak terdengar eksistensinya.
Namun seperti kebiasaan sepakbola di tanah air pada umumnya, baik pelatih maupun pemain akan berganti kostum di tiap musim dan hal ini turut di rasakan oleh PSAP Sigli, pergantian pelatih dan hengkangnya beberapa pemain inti, membuat PSAP seperti Kapal Pesiar yang tengah menikmati pelayaran yang indah tiba-tiba ditinggal sang Nahkoda ditengah terpaan angin dan badai. Sang Arsitek memutuskan pergi dan membesut team PSSB Bireun hingga pemain semacam Suryadi, Tarmizi, Suheri hendra, memutuskan ikut sang arsitek, Hanya Arman sang asisten yang memutuskan membesut skuad Pasukan Saree PSAB Aceh Besar.
Dengan Kompetisi yangmenuju arah professional (sebagaimana arah putusan Kongres AFC) Liga Indonesia Wajib membuat kompetisi Profesional yang wajib di ikuti oleh 18 team saja. Saat itu PSAP kembali sial. Lolos ke Kasta Divisi Utama namun bukan menjadi kasta tertinggi lagi karena PT. Liga Indonesia telah menetapkan Kompetisi ISL menjadi kasta tertinggi. Jadilah PSAP kembali berkutat di Kompetisi di Kasta kedua di Tanah Air bernama Liga Indonesia DU alias Divisi Utama.
Sedih? Jelas terbentang di hati para maniak bola di Kabupaten Pidie dan Masyarakat Pidie pada umumnya. Namun itulah sepakbola Indonesia yang penuh intrik dan politik.
![]() |
| Ketua Harian TheLAN bersama Bintang PSAP |
PSAP akan coba melawan team mapan bertabur bintang dan uang. Dengan kondisi Arman yang belum memiliki Lisensi kepalatihan Level A. ada baiknya Manajement PSAP SIGLI membuang jauh Gengsi demi mengejar Prestasi. Rekrut Kembali Sang Arsitek Anwar yang telah memiliki Lisensi A (lisensi yang harus dimiliki Seorang Pelatih di ISL), karena untuk saat ini memang Duet “AA” yang pantas membesut sang Laskar Aneuk Nanggroe PSAP SIGLI dalam mengarungi kompetisi ISL yang sudah didepan mata. Jangan hancurkan harapan public sepakbola Pidie hanya karena idealism yang tak berujung..
07.28 | Posted in aceh, bola, hebat, info baru, keren, PSAP | Read More »
PSAP : Antara Gengsi dan Prestasi
Melihat komposisi team PSAP musim ini yang akan tampil di ISL, saya yakin tidak akan terlalu rumit untuk seorang Arman dalam meracik team PSAP SIGLI, hal ini di perjelas dengan nyaris 80% Skuad psap musim lalu berhasil dipertahankan oleh Manajement PSAP. Dan kita patus disyukuri, ternyata mayoritas skuad musim lalu ini masih ingin bernostalgia dengan public kuta asan dan pastinya dengan keinginan prestasi yang lebih baik dari musim lalu atau paling buruk menyamai prestasi musil lalu.
Mungkin paling jelek bisa lah masuk 10 besar untuk musim ini. Dengan pendanaan yang miris, manajement dihadapkan dengan kondisi yang tidak bisa lagi menyusui uang rakyat secara real kondisi. Manajement “dipaksa” untuk terus “menjual” nama besar PSAP SIGLI untuk Sponsorship di Aceh dan kota-kota besar di Indonesia yang pastinya ada putra Pidie yang jadi OKB (orang kaya baru) atau politisi yang mau menyumbang kan sedikit uangnya untuk membantu mendanai perjalanan psap musim ini di ISL. Namun semua itu dengan catatan Manajement kembali terbuka pelaporan keuangannya minimal kepada para donatur dan akan lebih baik jika adanya Audit Independent yang bisa mengaudit pelaporan keuangan PSAP ditiap musim, dan hal ini perlu dilakukan, demi kepercayaan para donator kepada manajement PSAP SIGLI.
![]() |
| Ketua Harian TheLAN |
Sebelumnya bermain Imbang ketika bermain di Tunas Bangsa Stadium dan sempat ricuh hingga Pagar pembatas Stadion dan lapangan Roboh di Hantam oleh PAsukan Laskar Aneuk Nanggroe yang disebabkan oleh sang pengadil yang seharusnya Adil tidak bisa menjalankan Amanah My Game is Fair Play, sehingga wasit asal Idi tersebut menjadi Bulan-bulanan Pendukung PSAP SIGLI, hingga PP menunda dan memindahkan Pertandingan usiran ke Kota Langsa..
satu pertanyaan yang harus anda semua jawab adalah selain Para Pemain yang harus di Banggakan, siapa lagi yang pantas kita beri kredit tersendiri kalau Bukan Duet “AA” Anwar dan Arman yang berhasil mengorbitkan segelintir pemain entah berantah menjadi pemain yang menjadi incaran klub-klub besar di Tanah air. Yang patut di Garis bawahi adalah tahun 2007 merupakan tahun kebangkitan Pesepakbolaan di Kabupaten Pidie setelah sekian puluhan tahun lamanya nyaris tak terdengar eksistensinya.
Namun seperti kebiasaan sepakbola di tanah air pada umumnya, baik pelatih maupun pemain akan berganti kostum di tiap musim dan hal ini turut di rasakan oleh PSAP Sigli, pergantian pelatih dan hengkangnya beberapa pemain inti, membuat PSAP seperti Kapal Pesiar yang tengah menikmati pelayaran yang indah tiba-tiba ditinggal sang Nahkoda ditengah terpaan angin dan badai. Sang Arsitek memutuskan pergi dan membesut team PSSB Bireun hingga pemain semacam Suryadi, Tarmizi, Suheri hendra, memutuskan ikut sang arsitek, Hanya Arman sang asisten yang memutuskan membesut skuad Pasukan Saree PSAB Aceh Besar.
Dengan Kompetisi yangmenuju arah professional (sebagaimana arah putusan Kongres AFC) Liga Indonesia Wajib membuat kompetisi Profesional yang wajib di ikuti oleh 18 team saja. Saat itu PSAP kembali sial. Lolos ke Kasta Divisi Utama namun bukan menjadi kasta tertinggi lagi karena PT. Liga Indonesia telah menetapkan Kompetisi ISL menjadi kasta tertinggi. Jadilah PSAP kembali berkutat di Kompetisi di Kasta kedua di Tanah Air bernama Liga Indonesia DU alias Divisi Utama.
Sedih? Jelas terbentang di hati para maniak bola di Kabupaten Pidie dan Masyarakat Pidie pada umumnya. Namun itulah sepakbola Indonesia yang penuh intrik dan politik.
![]() |
| Ketua Harian TheLAN bersama Bintang PSAP |
PSAP akan coba melawan team mapan bertabur bintang dan uang. Dengan kondisi Arman yang belum memiliki Lisensi kepalatihan Level A. ada baiknya Manajement PSAP SIGLI membuang jauh Gengsi demi mengejar Prestasi. Rekrut Kembali Sang Arsitek Anwar yang telah memiliki Lisensi A (lisensi yang harus dimiliki Seorang Pelatih di ISL), karena untuk saat ini memang Duet “AA” yang pantas membesut sang Laskar Aneuk Nanggroe PSAP SIGLI dalam mengarungi kompetisi ISL yang sudah didepan mata. Jangan hancurkan harapan public sepakbola Pidie hanya karena idealism yang tak berujung..
07.28 | Posted in aceh, bola, hebat, info baru, keren, PSAP | Read More »




