Inilah 10 Negara Tujuan Wisata Termurah diDunia

Beberapa dari Anda mungkin merasa bingung ketika dimintai rekomendasi tentang tujuan wisata ke luar negeri yang murah dan terjangkau. Apalagi jika Anda termasuk orang yang jarang bepergian karena padatnya aktivitas sehari-hari. Anda pasti tidak tahu harus menjawab apa.

Kali ini, kami mungkin bisa membantu Anda memberikan petunjuk dalam berwisata. Tak cuma memberikan rekomendasi kepada teman, Anda sendiri pun bisa berkeliling dunia.

Beberapa orang mengurangi budgetnya untuk bertamasya ke luar negeri karena resesi ekonomi. Itu adalah hal yang wajar. Tetapi, jika Anda pikir bertamasya ke luar negeri adalah sesuatu yang tidak mungkin karena mahal, Anda salah.
Lihat dulu apa yang ditemukan Forbes: 10 Negara Wisata Termurah di Dunia. Meski biaya wisata dan jalan-jalannya relatif murah, Anda tetap harus menyesuaikan budget Anda dengan tarif pulang-pergi ke negara tujuan.

Pelabuhan Arctic Harbor Husavik di Islandia10. Islandia (Iceland)
Ibukota: Reykjavik
Tarif PP: mulai dari Rp17 juta per orang (estimasi dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta)
Dahulu, negara ini terkenal sebagai salah satu negara termahal di Eropa. Kini, ia terpilih sebagai negara termurah yang menawarkan ornamen-ornamen wisata yang mewah.


Kota resort Ocho Rios, Jamaica9. Jamaica
Ibukota: Kingston
Tarif PP: mulai dari Rp73,8 juta per orang
Bersantai di kota resort seperti Ocho Rios, Kingston. Tak ada yang menandingi.




Pemandangan salah satu teluk di Norwegia8. Norwegia
Ibukota: Oslo
Tarif PP: mulai dari Rp12,8 juta per orang
Wisata di teluk yang paling indah dan terbaik di dunia.





Red Square, salah satu objek wisata tersohor di Rusia7. Rusia
Ibukota: Moskow
Tarif PP: mulai dari Rp7,4 juta per orang
Red Square, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Tak hanya indah, konon Anda tak perlu merogoh banyak kocek untuk berwisata keliling Moskow.



London Inggris6. Inggris
Ibukota: London
Tarif PP: mulai dari Rp8,2 juta per orang.
Sekitar setahun yang lalu, saat resesi ekonomi melanda global, satu poundsterling setara dengan dua dolar AS. Tapi, kini kursnya kembali normal. Satu poundsterling sama dengan 1,5 dolar AS. Hal ini berdampak pada lebih terjangkaunya tarif wisata di Inggris.


Pemandangan salah satu pantai di Brasil5. Brasil
Ibukota: Rio De Janeiro
Tarif PP: mulai dari Rp20,6 juta per orang
Bagi Anda yang suka wisata pantai, Brasil akan menjadi surga dunia. Brasil selalu menjadi tujuan wisata pantai terfavorit untuk wisatawan dunia.



Pemandangan Bogota dari bukit Cerro de Monserrate4. Colombia
Ibukota: Bogota
Tarif PP: mulai dari Rp24 juta per orang
Menyaksikan seluruh aktivitas Bogota dari Cerro de Monserrate sangat spektakuler. Anda bisa bercengkerama dengan pasangan sambil menyantap roti dan seseruput kopi hangat.



Pemandangan Khas Old Town di Krakow Polandia3. Polandia
Ibukota: Warsaw
Tarif PP: mulai dari Rp14,4 juta per orang
Keindahan Old Town yang ada di pusat Warsaw, yang terpilih sebagai situs warisan dunia UNESCO (UNESCO World Heritage), sudah tak perlu diragukan lagi.



Perayaan Midsummer di Swedia2. Swedia
Ibukota: Stockholm
Tarif PP: mulai dari Rp15,3 juta per orang
Apa lokasi yang bagus di Swedia? Lokasi wisata di sana mungkin tidak sesohor Red Square atau Menara Eiffel. Tapi, jika ke Swedia, Anda harus menikmati perayaan Midsummer, yang diselenggarakan di akhir minggu pertama musim panas.


Kolam renang termal di Hungaria1. Hungaria
Ibukota: Budapest
Tarif PP: mulai dari Rp9,7 juta per orang
Kunjungi kolam renang termal tersohor di dunia. Tak hanya besar, kolam renang ini bisa membuat Anda bugar dan menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Anda akan mereguk pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup Anda.


sumber

06.03 | Posted in , , , , , | Read More »

Inilah 10 Negara Tujuan Wisata Termurah diDunia

Beberapa dari Anda mungkin merasa bingung ketika dimintai rekomendasi tentang tujuan wisata ke luar negeri yang murah dan terjangkau. Apalagi jika Anda termasuk orang yang jarang bepergian karena padatnya aktivitas sehari-hari. Anda pasti tidak tahu harus menjawab apa.

Kali ini, kami mungkin bisa membantu Anda memberikan petunjuk dalam berwisata. Tak cuma memberikan rekomendasi kepada teman, Anda sendiri pun bisa berkeliling dunia.

Beberapa orang mengurangi budgetnya untuk bertamasya ke luar negeri karena resesi ekonomi. Itu adalah hal yang wajar. Tetapi, jika Anda pikir bertamasya ke luar negeri adalah sesuatu yang tidak mungkin karena mahal, Anda salah.
Lihat dulu apa yang ditemukan Forbes: 10 Negara Wisata Termurah di Dunia. Meski biaya wisata dan jalan-jalannya relatif murah, Anda tetap harus menyesuaikan budget Anda dengan tarif pulang-pergi ke negara tujuan.

Pelabuhan Arctic Harbor Husavik di Islandia10. Islandia (Iceland)
Ibukota: Reykjavik
Tarif PP: mulai dari Rp17 juta per orang (estimasi dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta)
Dahulu, negara ini terkenal sebagai salah satu negara termahal di Eropa. Kini, ia terpilih sebagai negara termurah yang menawarkan ornamen-ornamen wisata yang mewah.


Kota resort Ocho Rios, Jamaica9. Jamaica
Ibukota: Kingston
Tarif PP: mulai dari Rp73,8 juta per orang
Bersantai di kota resort seperti Ocho Rios, Kingston. Tak ada yang menandingi.




Pemandangan salah satu teluk di Norwegia8. Norwegia
Ibukota: Oslo
Tarif PP: mulai dari Rp12,8 juta per orang
Wisata di teluk yang paling indah dan terbaik di dunia.





Red Square, salah satu objek wisata tersohor di Rusia7. Rusia
Ibukota: Moskow
Tarif PP: mulai dari Rp7,4 juta per orang
Red Square, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing. Tak hanya indah, konon Anda tak perlu merogoh banyak kocek untuk berwisata keliling Moskow.



London Inggris6. Inggris
Ibukota: London
Tarif PP: mulai dari Rp8,2 juta per orang.
Sekitar setahun yang lalu, saat resesi ekonomi melanda global, satu poundsterling setara dengan dua dolar AS. Tapi, kini kursnya kembali normal. Satu poundsterling sama dengan 1,5 dolar AS. Hal ini berdampak pada lebih terjangkaunya tarif wisata di Inggris.


Pemandangan salah satu pantai di Brasil5. Brasil
Ibukota: Rio De Janeiro
Tarif PP: mulai dari Rp20,6 juta per orang
Bagi Anda yang suka wisata pantai, Brasil akan menjadi surga dunia. Brasil selalu menjadi tujuan wisata pantai terfavorit untuk wisatawan dunia.



Pemandangan Bogota dari bukit Cerro de Monserrate4. Colombia
Ibukota: Bogota
Tarif PP: mulai dari Rp24 juta per orang
Menyaksikan seluruh aktivitas Bogota dari Cerro de Monserrate sangat spektakuler. Anda bisa bercengkerama dengan pasangan sambil menyantap roti dan seseruput kopi hangat.



Pemandangan Khas Old Town di Krakow Polandia3. Polandia
Ibukota: Warsaw
Tarif PP: mulai dari Rp14,4 juta per orang
Keindahan Old Town yang ada di pusat Warsaw, yang terpilih sebagai situs warisan dunia UNESCO (UNESCO World Heritage), sudah tak perlu diragukan lagi.



Perayaan Midsummer di Swedia2. Swedia
Ibukota: Stockholm
Tarif PP: mulai dari Rp15,3 juta per orang
Apa lokasi yang bagus di Swedia? Lokasi wisata di sana mungkin tidak sesohor Red Square atau Menara Eiffel. Tapi, jika ke Swedia, Anda harus menikmati perayaan Midsummer, yang diselenggarakan di akhir minggu pertama musim panas.


Kolam renang termal di Hungaria1. Hungaria
Ibukota: Budapest
Tarif PP: mulai dari Rp9,7 juta per orang
Kunjungi kolam renang termal tersohor di dunia. Tak hanya besar, kolam renang ini bisa membuat Anda bugar dan menyembuhkan berbagai penyakit dalam. Anda akan mereguk pengalaman yang tak terlupakan seumur hidup Anda.


sumber

06.03 | Posted in , , , , , | Read More »

Legenda dan Keindahan Tapaktuan

Legenda Tapaktuan merupakan salah satu cerita legenda masyarakat Tapak Tuan di Aceh Selatan. Cerita ini mengisahkan asal usul sejumlah nama di kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dan asal usul nama Tapaktuan yang dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang hingga sekarang masih dapat kita saksikan seperti kuburan dan Jejak kaki Tuan Tapa, batu merah dan batu itam.

Di dalam cerita itu dikisahkan perjalanan hidup Tuan Tapa, seorang pertapa yang sangat taat kepada Allah. Karena ketaatannya, Tuan Tapa dapat mengetahui hal-hal gaib yang tidak diketahui manusia biasa.

Kisah ini menceritakan tentang perebutan sepasang Naga (Jantan dan Betina) dengan orang tua sang putri. Legenda klasik ini terus merakyat di Tapaktuan. Secara turun temurun, legenda itu terus berkembang. Bahkan remaja yang hidup di zaman modern ini, di Tapaktuan juga mengetahui cerita ini.

Dalam beberapa waktu yang lalu, Pengurus pernah melakukan pemostingan tentang Kisah Ini, Sobat dapat melihat kembali disini (Legenda Muasal Kota Naga Tapaktuan), Namun, karena isi artikel tsb kurang otentik dengan sebagaimana legenda yang telah di kisahkan. Saya berniat melakukan pengeposan ulang dengan sedikit melengkapi dari berbagai referensi dari buku dan artikel yang saya dapatkan dalam pertualangan saya di internet mengenai legenda ini. Komentar-komentar sobat ACW di facebook saya tayangkan kembali di bawah dalam Artikel "Legenda Muasal Kota Tapaktuan"   agar sobat dapat mengkritisi Artikel ini bila ada kesalahan penulis dalam menulis artikel ini.

Sebenarnya, Legenda ini memiliki alur cerita yang sama. Namun, hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda-beda. Yang pasti dalam semua cerita yang disampaikan tokoh adat atau masyarakat biasa tentang legenda ini tak terlepas tiga hal, yaitu ada Dua ekor Naga, Tuan Tapa. Putri Bungsu. Dan Lalu, adanya pertempuran itu. Semoga pesan moral dari legenda ini, bermanfaat bagi sobat pembaca.

******

Alkisah, seperti hari-hari sebelumnya, kedua naga itu kembali berenang ke laut mencari makan, sekarang mereka pergi ke barat. Mereka meluncur menyusuri kawasan pinggir pantai menuju ke daerah barat. Mereka membelah ombak lautan yang bergulung-gulung.

Setelah kedua naga berenang beberapa saat, mereka melihat sekelompok udang besar yang sedang berenang menuju ke muara sungai.

Kedua naga itu berenang semakin cepat. Setelah dekat dengan kelompok udang, dihirupnya air laut kuat-kuat sehingga seluruh udang masuk ke dalam perut mereka. Hingga sekarang, tempat itu disebut Desa Air Berudang dan termasuk salah satu desa di Kecamatan tapaktuan.

Suatu ketika sepasang naga sedang berjalan-jalan menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut. Titik hitam itu menarik perhatiannya. Lamat-lamat titik hitam itu mendekat ke arah sang naga. Gelombang laut yang membawanya mendekat. Si Naga Jantan dan Betina terus memperhatikan titik hitam itu.

Dari tengah lautan, mereka mendengar suara tangis bayi. Suara tangis itu semakin lama semakin keras dan jelas. Sepasang Naga itu pun berenang mendekati titik hitam tersebut di tengah lautan.

Sang Naga terjun alang kepalang. Titik hitam itu adalah benar sesosok bayi manusia yang menangis keras, diombang-ambingkan gelombang di dalam sebuah ayunan yang terbuat dari anyaman rotan. Anehnya, ayunan rotan itu tidak kemasukan air.

Pasangan Naga ini sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Konon naga itu memang sudah lama mengidam-idamkan seorang putri. Kedua Naga itu sangat menyanyangi putri pungut mereka. Bahkan, Naga betina selalu memeluk putri kecil dalam cengkeramnya agar tidak hilang.

Demikianlah, waktu terus berganti. Dari hari ke hari, bayi itu terus tumbuh normal dan sehat sebagaimana bayi manusia lainnya. Putri kecil tersebut diberi nama Putri Bungsu. Mereka sangat mengasihi putri ini. 

Bahkan Naga Jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Semua buah-buahan dan minuman tersedia disana. Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka. Putri inilah yang kemudian disebut sebagai Putri Naga.

Pada suatu hari, kedua naga itu membawa putri kesayangan mereka pergi berjalan-jalan menikmati pemandangan daerah Teluk yang indah mempesona.

Sang Putri dinaikkan ke punggung Naga Jantan yang telah siap mengarungi kawasan pantai Teluk. Naga Betina berenang mengiringi dari belakang. Sang Naga betina itu sangat cemas jika putri cantik rupawan itu terjatuh dari punggung naga dan tenggelam. 

Diam-diam sang Putri melontarkan rasa kekagumannya. Ia senang melihat keindahan alam pantai Teluk yang masih asri. Demikianlah keadaan sang Putri, ia terhibur selalu dengan sikap kedua naga itu.

Waktu terus bergulir, Putri Bungsu pun merangkak remaja. Dia menetap bersama naga disebuah gua yang dalam. Suatu hari, sang Putri Bungsu secara tak sengaja mendengar obrolan sepasang Naga. Dari luar gua dia terus menyimak percakapan itu. Dia tersentak. Sadar, bahwa dirinya bukan keturunan naga. Dia memiliki orang tua yang juga berasal dari bangsa manusia.

Niat untuk melarikan diripun muncul dalam benaknya. Putri Bungsu tidak gegabah. Dia bersabar untuk menemukan waktu yang tepat melarikan diri dari gunung itu. Dia takut akan kesaktian kedua naga tersebut.

Waktu yang dinantikanpun tiba. Dari atas gunung, Putri Bungsu melihat sebuah kapal berlayar dibawah kaki gunung itu. Gunung ini memang tepat berada di depan laut. Naga Jantan kala itu sedang tertidur dipinggir laut. Perlahan dia mengangkat kaki, sedikit menjinjing agar langkahnya tidak didengar Naga Jantan.

Perahu layar semakin dekat. Dia bimbang. Teringat akan kesaktian naga tersebut. Jarak Naga Jantan beristirahat dengan laut sangat dekat. Khawatir ketahuan, diapun mengurungkan niat untuk kabur dari gunung itu.

Siang-malam Putri nan cantik jelita itu mencari akal. Ide cemerlang pun muncul dikepalanya. Satu dia mengajak pasangan Naga berjalan-jalan menyusuri pantai di pulau itu. Naga kelelahan dan tertidur pulas. Putri Bungsu tak menyianyiakan kesempatan emas itu. Kakinya diseret ke atas sebuah bukit kecil yang dekat dengan laut. Agar dia bisa melihat perahu yang melintas.

Jarang sekali perahu yang mahu mendekat ke pulau itu. Namun hari itu keberuntungan Putri Naga. Sebuah perahu kecil merapat. Dia melambaikan tangan. Awak perahu ada yang menyapanya.

Perahu itulah yang membawa putri bungsu pergi, Putri bungsu naik ke atas kapal dan ikut bersama awak kapal itu. Naga yang baru terbangun dari tidur, terkejut setengah mati. Putri kesanyangannya telah pergi. Dalam benaknya, Naga berujar, pasti perahu itu yang melarikan putriku. Dia mengejar perahu yang berjalan sangat pelan itu.

Sepasang Naga itu mengejar perahu tersebut. Sementara itu, di Gua Kalam, tidak jauh dari bukit itu, seorang manusia sedang bertapa. Dia tersentak dari pertapaanya. Seakan dia sadar akan ada bencana besar dibumi. Inilah Tuan Tapa.

Dia keluar dari gua tersebut. Lalu menatap ke laut lepas. Terlihat sepasang Naga dengan kemarahan puncak sedang mengejar sebuah perahu nelayan. Tuan Tapa terkenal dengan tongkat saktinya.

Hal itu menyebabkan terjadinya pertarungan sengit antara kedua naga dengan Tuan Tapa. Mereka bertarung untuk memperebutkan bayi yang kini telah menjadi seorang putri yang cantik yang diberi nama Putri Bungsu.

Ketika Naga Jantan melancarkan serangan berikutnya, Tuan Tapa menyambut dengan libasan tongkatnya. Tubuh naga pun terpelanting ke udara dan jatuh berkeping-keping di pantai. Darah dari tubuh naga jantan yang hancur itu tumpah kemana-mana dan memerahkan tanah, bebatuan dan lautan.

Naga Betina pun mulai menyerang Tuan Tapa, Namun serangan itu dapat dipatahkan oleh Tuan Tapa, meskipun tongkat dan topi Tuan Tapa sempat tercampak ke laut, dan hingga sekarang tongkat dan topi itu masih ada dan telah menjadi batu yang terdapat di kawasan pantai Tapaktuan. Sementara Naga Betina yang hendak melarikan Putri Bungsu gagal. Malah hewan itu mengamuk sambil melarikan diri ke negeri Cina.

Dalam pelariannya itulah Naga Betina membelah sebuah pulau di kawasan Bakongan hinga menjadi dua bagian, dan hingga sekarang pulau itu bernama Pulau Dua. Bahkan hewan itu mengamuk sambil memporak porandakan sebuah pulau. Pulau itu terpecah-pecah hingga 99 buah. Itulah hingga kini disebut Pulau banyak yang terdapat di Kabupaten Aceh Singkil.

Akhirnya Tuan Tapa berhasil mengalahkan kedua naga tersebut. Sang Putri pun dapat kembali bersama orang tuanya, tetapi keluarga itu tidak kembali ke Kerajaan Asralanoka. Mereka memilih menetap di Aceh. Keberadaan mereka di Tanah Aceh diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan. 

Setelah kejadian itu, Tuan Tapa sakit. Seminggu kemudian Tuan Tapa meninggal dunia pada Bulan Ramadhan Tahun 4 Hijriyah . Jasadnya dikuburkan di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan, dan hingga sekarang makam manusia keramat itu masih bisa kita saksikan hingga saat ini. 

Hingga sekarang bekas tubuh naga yang berupa gumpalan darah itu masih dapat kita lihat di pantai berupa tanah dan batu yang memerah. Kini disebut dengan Tanah Merah. Batu Merah, sekitar tiga kilometer dari kota Tapaktuan. Kini gumpalan darah dan hati tersebut telah mengeras menjadi batu. 

Sedangkan hati sang Naga, yang pecah dan terlempar menjadi beberapa bagian akibat pukulan tongkat sakti Tuan Tapa, peninggalannya hingga sekarang masih terlihat berupa batu-batu berwarna hitam berbentuk hati. Daerah ini kemudian diberi nama Desa Batu Hitam, masih dikecamatan yang sama.

Pada waktu Tuan Tapa hendak membunuh sang naga, terjadi kejar-kejaran antara Tuanku Tapa dan sang naga. Maka pada suatu ketika, berbekaslah tapak kaki Tuan Tapa ini. Sekarang yang masih terlihat hanya sepasang telapak kaki sangat berjauhan, di batasi oleh gunung tempat naga tinggal sebelumnya. Jejak tapak kaki tersebut, seperti jejak seseorang yang melangkahi gunung, karena tak dapat ditemukan jejak yang sama di antara kedua jejak tersebut.

Ukuran jejak kaki tersebut adalah 3 x 1,5 meter. Jejak kaki yang sebelah kanan, berada di pinggir laut diatas sebuah batu. Sedangkan jejak kaki sebelah kiri berada di dalam kota di atas tanah. Antara jejak satu dan yang satunya lagi lebih kurang berjarak 500 meter. Diberilah nama daerah yang terdapat jejak "Tapak Tuan Tapa" itu dengan nama kota "Tapak Tuan", atau juga sering disebut "Kota Naga Tapak Tuan".

Di tempat pertempuran Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Tongkat mirip baru itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa. Lalu, bagaimana nasib sang Putri? Beberapa tokoh masyarakat di daerah itu menceritakan, dalam legenda tersebut dikisahkan sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya. Putri Bungsu kemudian mendapat julukan sebagai ‘Putri Naga’.

Karena kisah ini pula, orang menyebutkan Aceh Selatan sebagai Kota Naga. Bahkan, jika memasuki kota Tapaktuan pemerintah Daerah Aceh Selatan mengukir gambar naga tepat di dinding pinggir jalan. Sekitar seratus meter dari arah timur kantor Bupati Aceh Selatan.

Demikianlah kisah Cerita Legenda Tapaktuan ini saya sampaikan apa adanya, dan mari kita ingat bahwa segala sesuatu yang sifatnya legenda adalah dongeng belaka tapi bila kita baca semua alur cerita legenda ini dalam Buku Legenda Tapaktuan yang ditulis oleh Darul Qutni Ch ini banyak mengandung pendidikan dan budi pekerti yang tidak menyimpang dari aqidah agama Islam yang mulia dan tercinta itu, serta tidak akan membuat pembaca menjadi syirik dan sesat.

Jika kita pergi ke Tapak Tuan Aceh Selatan, tapi belum mengunjungi area tapak kaki tersebut, maka seolah-olah kita belum sampai ke Tapak Tuan. Dan di dukung dengan panorama alam yang sangat luar biasa, Tahukan anda, bahwa Tapak Tuan merupakan salah satu Kota terindah di Sumatera. Jadi, bagi yang penasaran, Silakan langkahkan kaki anda ke sana ...!!

* Pemandangan Panorama Alam Si Kota Naga Tapak Tuan *

Surfing Tapak Tuan


Garis pantai Tapaktuan

Jejak Telapak Kaki Tuan Tapa

The Beach of TapakTuan 

Tapaktuan, Most beautiful Place of Sumatera 

Best Ever place in Tapak Tuan

Kampung Batu Hitam

Tapak Tuan with Sunset 

The Dragon City

Makam Tuan Tapa

TapakTuan of the Village 




 (Dari berbagai Sumber Lisan dan Tulisan)

21.50 | Posted in , , , , , , | Read More »

Legenda dan Keindahan Tapaktuan

Legenda Tapaktuan merupakan salah satu cerita legenda masyarakat Tapak Tuan di Aceh Selatan. Cerita ini mengisahkan asal usul sejumlah nama di kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan dan asal usul nama Tapaktuan yang dibuktikan dengan peninggalan-peninggalan yang hingga sekarang masih dapat kita saksikan seperti kuburan dan Jejak kaki Tuan Tapa, batu merah dan batu itam.

Di dalam cerita itu dikisahkan perjalanan hidup Tuan Tapa, seorang pertapa yang sangat taat kepada Allah. Karena ketaatannya, Tuan Tapa dapat mengetahui hal-hal gaib yang tidak diketahui manusia biasa.

Kisah ini menceritakan tentang perebutan sepasang Naga (Jantan dan Betina) dengan orang tua sang putri. Legenda klasik ini terus merakyat di Tapaktuan. Secara turun temurun, legenda itu terus berkembang. Bahkan remaja yang hidup di zaman modern ini, di Tapaktuan juga mengetahui cerita ini.

Dalam beberapa waktu yang lalu, Pengurus pernah melakukan pemostingan tentang Kisah Ini, Sobat dapat melihat kembali disini (Legenda Muasal Kota Naga Tapaktuan), Namun, karena isi artikel tsb kurang otentik dengan sebagaimana legenda yang telah di kisahkan. Saya berniat melakukan pengeposan ulang dengan sedikit melengkapi dari berbagai referensi dari buku dan artikel yang saya dapatkan dalam pertualangan saya di internet mengenai legenda ini. Komentar-komentar sobat ACW di facebook saya tayangkan kembali di bawah dalam Artikel "Legenda Muasal Kota Tapaktuan"   agar sobat dapat mengkritisi Artikel ini bila ada kesalahan penulis dalam menulis artikel ini.

Sebenarnya, Legenda ini memiliki alur cerita yang sama. Namun, hanya saja cara penyampaiannya yang berbeda-beda. Yang pasti dalam semua cerita yang disampaikan tokoh adat atau masyarakat biasa tentang legenda ini tak terlepas tiga hal, yaitu ada Dua ekor Naga, Tuan Tapa. Putri Bungsu. Dan Lalu, adanya pertempuran itu. Semoga pesan moral dari legenda ini, bermanfaat bagi sobat pembaca.

******

Alkisah, seperti hari-hari sebelumnya, kedua naga itu kembali berenang ke laut mencari makan, sekarang mereka pergi ke barat. Mereka meluncur menyusuri kawasan pinggir pantai menuju ke daerah barat. Mereka membelah ombak lautan yang bergulung-gulung.

Setelah kedua naga berenang beberapa saat, mereka melihat sekelompok udang besar yang sedang berenang menuju ke muara sungai.

Kedua naga itu berenang semakin cepat. Setelah dekat dengan kelompok udang, dihirupnya air laut kuat-kuat sehingga seluruh udang masuk ke dalam perut mereka. Hingga sekarang, tempat itu disebut Desa Air Berudang dan termasuk salah satu desa di Kecamatan tapaktuan.

Suatu ketika sepasang naga sedang berjalan-jalan menyusuri lautan yang bergelombang. Si Naga jantan tiba-tiba berhenti, tertegun memperhatikan sebuah titik hitam di tengah laut. Titik hitam itu menarik perhatiannya. Lamat-lamat titik hitam itu mendekat ke arah sang naga. Gelombang laut yang membawanya mendekat. Si Naga Jantan dan Betina terus memperhatikan titik hitam itu.

Dari tengah lautan, mereka mendengar suara tangis bayi. Suara tangis itu semakin lama semakin keras dan jelas. Sepasang Naga itu pun berenang mendekati titik hitam tersebut di tengah lautan.

Sang Naga terjun alang kepalang. Titik hitam itu adalah benar sesosok bayi manusia yang menangis keras, diombang-ambingkan gelombang di dalam sebuah ayunan yang terbuat dari anyaman rotan. Anehnya, ayunan rotan itu tidak kemasukan air.

Pasangan Naga ini sangat senang mendapatkan putri berbentuk manusia. Konon naga itu memang sudah lama mengidam-idamkan seorang putri. Kedua Naga itu sangat menyanyangi putri pungut mereka. Bahkan, Naga betina selalu memeluk putri kecil dalam cengkeramnya agar tidak hilang.

Demikianlah, waktu terus berganti. Dari hari ke hari, bayi itu terus tumbuh normal dan sehat sebagaimana bayi manusia lainnya. Putri kecil tersebut diberi nama Putri Bungsu. Mereka sangat mengasihi putri ini. 

Bahkan Naga Jantan menciptakan tempat bermain nan indah di gunung itu. Semua buah-buahan dan minuman tersedia disana. Semua itu dilakukan agar Putri Bungsu betah tinggal bersama mereka. Putri inilah yang kemudian disebut sebagai Putri Naga.

Pada suatu hari, kedua naga itu membawa putri kesayangan mereka pergi berjalan-jalan menikmati pemandangan daerah Teluk yang indah mempesona.

Sang Putri dinaikkan ke punggung Naga Jantan yang telah siap mengarungi kawasan pantai Teluk. Naga Betina berenang mengiringi dari belakang. Sang Naga betina itu sangat cemas jika putri cantik rupawan itu terjatuh dari punggung naga dan tenggelam. 

Diam-diam sang Putri melontarkan rasa kekagumannya. Ia senang melihat keindahan alam pantai Teluk yang masih asri. Demikianlah keadaan sang Putri, ia terhibur selalu dengan sikap kedua naga itu.

Waktu terus bergulir, Putri Bungsu pun merangkak remaja. Dia menetap bersama naga disebuah gua yang dalam. Suatu hari, sang Putri Bungsu secara tak sengaja mendengar obrolan sepasang Naga. Dari luar gua dia terus menyimak percakapan itu. Dia tersentak. Sadar, bahwa dirinya bukan keturunan naga. Dia memiliki orang tua yang juga berasal dari bangsa manusia.

Niat untuk melarikan diripun muncul dalam benaknya. Putri Bungsu tidak gegabah. Dia bersabar untuk menemukan waktu yang tepat melarikan diri dari gunung itu. Dia takut akan kesaktian kedua naga tersebut.

Waktu yang dinantikanpun tiba. Dari atas gunung, Putri Bungsu melihat sebuah kapal berlayar dibawah kaki gunung itu. Gunung ini memang tepat berada di depan laut. Naga Jantan kala itu sedang tertidur dipinggir laut. Perlahan dia mengangkat kaki, sedikit menjinjing agar langkahnya tidak didengar Naga Jantan.

Perahu layar semakin dekat. Dia bimbang. Teringat akan kesaktian naga tersebut. Jarak Naga Jantan beristirahat dengan laut sangat dekat. Khawatir ketahuan, diapun mengurungkan niat untuk kabur dari gunung itu.

Siang-malam Putri nan cantik jelita itu mencari akal. Ide cemerlang pun muncul dikepalanya. Satu dia mengajak pasangan Naga berjalan-jalan menyusuri pantai di pulau itu. Naga kelelahan dan tertidur pulas. Putri Bungsu tak menyianyiakan kesempatan emas itu. Kakinya diseret ke atas sebuah bukit kecil yang dekat dengan laut. Agar dia bisa melihat perahu yang melintas.

Jarang sekali perahu yang mahu mendekat ke pulau itu. Namun hari itu keberuntungan Putri Naga. Sebuah perahu kecil merapat. Dia melambaikan tangan. Awak perahu ada yang menyapanya.

Perahu itulah yang membawa putri bungsu pergi, Putri bungsu naik ke atas kapal dan ikut bersama awak kapal itu. Naga yang baru terbangun dari tidur, terkejut setengah mati. Putri kesanyangannya telah pergi. Dalam benaknya, Naga berujar, pasti perahu itu yang melarikan putriku. Dia mengejar perahu yang berjalan sangat pelan itu.

Sepasang Naga itu mengejar perahu tersebut. Sementara itu, di Gua Kalam, tidak jauh dari bukit itu, seorang manusia sedang bertapa. Dia tersentak dari pertapaanya. Seakan dia sadar akan ada bencana besar dibumi. Inilah Tuan Tapa.

Dia keluar dari gua tersebut. Lalu menatap ke laut lepas. Terlihat sepasang Naga dengan kemarahan puncak sedang mengejar sebuah perahu nelayan. Tuan Tapa terkenal dengan tongkat saktinya.

Hal itu menyebabkan terjadinya pertarungan sengit antara kedua naga dengan Tuan Tapa. Mereka bertarung untuk memperebutkan bayi yang kini telah menjadi seorang putri yang cantik yang diberi nama Putri Bungsu.

Ketika Naga Jantan melancarkan serangan berikutnya, Tuan Tapa menyambut dengan libasan tongkatnya. Tubuh naga pun terpelanting ke udara dan jatuh berkeping-keping di pantai. Darah dari tubuh naga jantan yang hancur itu tumpah kemana-mana dan memerahkan tanah, bebatuan dan lautan.

Naga Betina pun mulai menyerang Tuan Tapa, Namun serangan itu dapat dipatahkan oleh Tuan Tapa, meskipun tongkat dan topi Tuan Tapa sempat tercampak ke laut, dan hingga sekarang tongkat dan topi itu masih ada dan telah menjadi batu yang terdapat di kawasan pantai Tapaktuan. Sementara Naga Betina yang hendak melarikan Putri Bungsu gagal. Malah hewan itu mengamuk sambil melarikan diri ke negeri Cina.

Dalam pelariannya itulah Naga Betina membelah sebuah pulau di kawasan Bakongan hinga menjadi dua bagian, dan hingga sekarang pulau itu bernama Pulau Dua. Bahkan hewan itu mengamuk sambil memporak porandakan sebuah pulau. Pulau itu terpecah-pecah hingga 99 buah. Itulah hingga kini disebut Pulau banyak yang terdapat di Kabupaten Aceh Singkil.

Akhirnya Tuan Tapa berhasil mengalahkan kedua naga tersebut. Sang Putri pun dapat kembali bersama orang tuanya, tetapi keluarga itu tidak kembali ke Kerajaan Asralanoka. Mereka memilih menetap di Aceh. Keberadaan mereka di Tanah Aceh diyakini sebagai cikal bakal masyarakat Tapaktuan. 

Setelah kejadian itu, Tuan Tapa sakit. Seminggu kemudian Tuan Tapa meninggal dunia pada Bulan Ramadhan Tahun 4 Hijriyah . Jasadnya dikuburkan di dekat Gunung Lampu, tepatnya di depan Mesjid Tuo Kelurahan Padang, Kecamatan Tapaktuan, dan hingga sekarang makam manusia keramat itu masih bisa kita saksikan hingga saat ini. 

Hingga sekarang bekas tubuh naga yang berupa gumpalan darah itu masih dapat kita lihat di pantai berupa tanah dan batu yang memerah. Kini disebut dengan Tanah Merah. Batu Merah, sekitar tiga kilometer dari kota Tapaktuan. Kini gumpalan darah dan hati tersebut telah mengeras menjadi batu. 

Sedangkan hati sang Naga, yang pecah dan terlempar menjadi beberapa bagian akibat pukulan tongkat sakti Tuan Tapa, peninggalannya hingga sekarang masih terlihat berupa batu-batu berwarna hitam berbentuk hati. Daerah ini kemudian diberi nama Desa Batu Hitam, masih dikecamatan yang sama.

Pada waktu Tuan Tapa hendak membunuh sang naga, terjadi kejar-kejaran antara Tuanku Tapa dan sang naga. Maka pada suatu ketika, berbekaslah tapak kaki Tuan Tapa ini. Sekarang yang masih terlihat hanya sepasang telapak kaki sangat berjauhan, di batasi oleh gunung tempat naga tinggal sebelumnya. Jejak tapak kaki tersebut, seperti jejak seseorang yang melangkahi gunung, karena tak dapat ditemukan jejak yang sama di antara kedua jejak tersebut.

Ukuran jejak kaki tersebut adalah 3 x 1,5 meter. Jejak kaki yang sebelah kanan, berada di pinggir laut diatas sebuah batu. Sedangkan jejak kaki sebelah kiri berada di dalam kota di atas tanah. Antara jejak satu dan yang satunya lagi lebih kurang berjarak 500 meter. Diberilah nama daerah yang terdapat jejak "Tapak Tuan Tapa" itu dengan nama kota "Tapak Tuan", atau juga sering disebut "Kota Naga Tapak Tuan".

Di tempat pertempuran Naga dan Tuan Tapa, masih meninggalkan jejak berupa tongkat. Tongkat mirip baru itu, dipercayai sebagai tongkat Tuan Tapa. Lalu, bagaimana nasib sang Putri? Beberapa tokoh masyarakat di daerah itu menceritakan, dalam legenda tersebut dikisahkan sang Putri akhirnya kembali hidup normal layaknya manusia dan hidup bahagia bersama kedua orangtuanya. Putri Bungsu kemudian mendapat julukan sebagai ‘Putri Naga’.

Karena kisah ini pula, orang menyebutkan Aceh Selatan sebagai Kota Naga. Bahkan, jika memasuki kota Tapaktuan pemerintah Daerah Aceh Selatan mengukir gambar naga tepat di dinding pinggir jalan. Sekitar seratus meter dari arah timur kantor Bupati Aceh Selatan.

Demikianlah kisah Cerita Legenda Tapaktuan ini saya sampaikan apa adanya, dan mari kita ingat bahwa segala sesuatu yang sifatnya legenda adalah dongeng belaka tapi bila kita baca semua alur cerita legenda ini dalam Buku Legenda Tapaktuan yang ditulis oleh Darul Qutni Ch ini banyak mengandung pendidikan dan budi pekerti yang tidak menyimpang dari aqidah agama Islam yang mulia dan tercinta itu, serta tidak akan membuat pembaca menjadi syirik dan sesat.

Jika kita pergi ke Tapak Tuan Aceh Selatan, tapi belum mengunjungi area tapak kaki tersebut, maka seolah-olah kita belum sampai ke Tapak Tuan. Dan di dukung dengan panorama alam yang sangat luar biasa, Tahukan anda, bahwa Tapak Tuan merupakan salah satu Kota terindah di Sumatera. Jadi, bagi yang penasaran, Silakan langkahkan kaki anda ke sana ...!!

* Pemandangan Panorama Alam Si Kota Naga Tapak Tuan *

Surfing Tapak Tuan


Garis pantai Tapaktuan

Jejak Telapak Kaki Tuan Tapa

The Beach of TapakTuan 

Tapaktuan, Most beautiful Place of Sumatera 

Best Ever place in Tapak Tuan

Kampung Batu Hitam

Tapak Tuan with Sunset 

The Dragon City

Makam Tuan Tapa

TapakTuan of the Village 




 (Dari berbagai Sumber Lisan dan Tulisan)

21.50 | Posted in , , , , , , | Read More »

Semadu islands, beautiful sights in Lhok Seumawe, North Aceh


Breezy sea breeze feels cool when mema vehicle adolescent appear to some to that, many day after day holiday. Its usual solid day in the afternoon. a tour of the location are beautiful Dilirik citizens; Semadu Island, Lhoksumawe. Now it seems that is the area in the beautiful city pedro dollar. for the citizens of Aceh and North Lhoksumawe tourism object as this is indeed the main goal. tourism object submerged in the other due to the prolonged conflict in Aceh. For example, the tourism object Blang Kola m, about 10 kilometers south of the city Lhoksumawe,Morth Aceh,Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.This article from Masriadi Sambo - Aceh Magazine I quote from Aceh loen cinta

Breezy sea breeze feels cool when mema appear kenderaan some teenagers go there, busy day after day holiday. Its usual solid day in the afternoon. a tour of the location are beautiful Dilirik citizens; Semadu Island, Lhoksumawe. Now it seems that is the area in the beautiful city of Petro dollars. for the citizens of Aceh and North Lhoksumawe tourism object as this is indeed the main goal. tourism object submerged in the other due to the prolonged conflict in Aceh. For example, the tourism object Blang Kola m, about 10 kilometers south of the city Lhoksumawe.

conflict because it was forced to close in the public and no longer care te ..


while Ujong Blang beach, also lost keasriannya. Dozens of fallen trees dihantam abrasion mengganas beaches every year. Even rujak dozens of stalls in the area, also lost dihantam abrasion.

No wonder if Seumadu Island as a tourism option citizen. Moreover, to get there is also not difficult. Located right in the front door of the main complex housing PT Arun. In front of the door housing for employees of oil companies in Aceh that way mulus spread wide. Follow this road, about 100 meters later, the board will be visible to the name with the word "Welcome to Tourism Regions Seumadu Island ".

Here is an area thick with pine make. Cool atmosphere, its tens of gull that location. Visitors can freely sit under the pine, just to remove the tired and enjoy leisure time. "Delicious, cool to sit here. The atmosphere is comfortable, "said Mauliyana Nova, one of the visitors to that place. He was tired with the release of five colleagues.

Excess other tourism side by side with the PT Aromatic, companies in the stationery industry and PT Arun NGL it is the strategic location, not far from the road Medan - Banda Aceh. In addition, visitors are pampered by nature and save a lot of shell fish. If fishing hobby, where in place. In front of the cottages provide a place to sit and dishes, anyone can fish. The size of small tuna in the can easily. This is what makes Seumadu Island as a special. Not only tourists who are fishing in the area, if the day Monday to Friday, local fishermen also used t

In addition, the owner of a stall in the area also provides two forms of duck boat for children to play. Facilities gondola is already calculated into the price of parking. For motorcycles, the tour bandrol install US $ 0,2 ( RP 2.000 ), while for four-wheeled vehicles, US $ 0,5. If parking in the area has provided the official, the duck boats can be used for 15 minutes. The rest, must be willing alternately with other visitors.

The boat will be rotating in front of the stalls. His shallow water be calculated, only about one and a half meters. Here's where the duck boats spoil visitors. If not happy to enjoy the tour of the beach stalls, please wade through a bay in front of the stalls that keep many of the fish. Usually, tourists always want to cross over. Want to enjoy the beach wave. To cross over, find a small shallow bay.

In a particular location, the bay has a depth of only half a meter. Bay Area is about 30 square meters. Across the bay, there are tens of pine and coconut trees that wave as if to invite visitors to enjoy a tour of the nearby beach. "If I bathe more often and fishing. While bringing the children to play here, "a Roni Saputra a visitor home cooked Kuli, North Aceh.

Not only are the advantages and pulling Seumadu Island, if not know the whole being channeled singing hobby, so here is also available where pro karaoke happy. For this purpose, just order a drink in that place. There is no charge for the special hobby sing. Then ask what the songs will be sung to the owner of a stall. May also bring their own tapes. Which, it is concerned that the song collection you want is not owned stalls.

Every weekend this place is visited by many people of Aceh Utara and Lhokseumawe. Also from the District Bireuen. However, if the regular day, most young people who pack the location of the tour. Tourism is indeed very spellbind, you will dibuai by breezy wind. Tired, stress and problems that are garbled in the head as it were lost immediately. That Seumadu Island, with the beauty of the lady's beach tourism. Please to-there
g

23.52 | Posted in , , , , , , , , , | Read More »

Semadu islands, beautiful sights in Lhok Seumawe, North Aceh


Breezy sea breeze feels cool when mema vehicle adolescent appear to some to that, many day after day holiday. Its usual solid day in the afternoon. a tour of the location are beautiful Dilirik citizens; Semadu Island, Lhoksumawe. Now it seems that is the area in the beautiful city pedro dollar. for the citizens of Aceh and North Lhoksumawe tourism object as this is indeed the main goal. tourism object submerged in the other due to the prolonged conflict in Aceh. For example, the tourism object Blang Kola m, about 10 kilometers south of the city Lhoksumawe,Morth Aceh,Nanggroe Aceh Darussalam, Indonesia.This article from Masriadi Sambo - Aceh Magazine I quote from Aceh loen cinta

Breezy sea breeze feels cool when mema appear kenderaan some teenagers go there, busy day after day holiday. Its usual solid day in the afternoon. a tour of the location are beautiful Dilirik citizens; Semadu Island, Lhoksumawe. Now it seems that is the area in the beautiful city of Petro dollars. for the citizens of Aceh and North Lhoksumawe tourism object as this is indeed the main goal. tourism object submerged in the other due to the prolonged conflict in Aceh. For example, the tourism object Blang Kola m, about 10 kilometers south of the city Lhoksumawe.

conflict because it was forced to close in the public and no longer care te ..


while Ujong Blang beach, also lost keasriannya. Dozens of fallen trees dihantam abrasion mengganas beaches every year. Even rujak dozens of stalls in the area, also lost dihantam abrasion.

No wonder if Seumadu Island as a tourism option citizen. Moreover, to get there is also not difficult. Located right in the front door of the main complex housing PT Arun. In front of the door housing for employees of oil companies in Aceh that way mulus spread wide. Follow this road, about 100 meters later, the board will be visible to the name with the word "Welcome to Tourism Regions Seumadu Island ".

Here is an area thick with pine make. Cool atmosphere, its tens of gull that location. Visitors can freely sit under the pine, just to remove the tired and enjoy leisure time. "Delicious, cool to sit here. The atmosphere is comfortable, "said Mauliyana Nova, one of the visitors to that place. He was tired with the release of five colleagues.

Excess other tourism side by side with the PT Aromatic, companies in the stationery industry and PT Arun NGL it is the strategic location, not far from the road Medan - Banda Aceh. In addition, visitors are pampered by nature and save a lot of shell fish. If fishing hobby, where in place. In front of the cottages provide a place to sit and dishes, anyone can fish. The size of small tuna in the can easily. This is what makes Seumadu Island as a special. Not only tourists who are fishing in the area, if the day Monday to Friday, local fishermen also used t

In addition, the owner of a stall in the area also provides two forms of duck boat for children to play. Facilities gondola is already calculated into the price of parking. For motorcycles, the tour bandrol install US $ 0,2 ( RP 2.000 ), while for four-wheeled vehicles, US $ 0,5. If parking in the area has provided the official, the duck boats can be used for 15 minutes. The rest, must be willing alternately with other visitors.

The boat will be rotating in front of the stalls. His shallow water be calculated, only about one and a half meters. Here's where the duck boats spoil visitors. If not happy to enjoy the tour of the beach stalls, please wade through a bay in front of the stalls that keep many of the fish. Usually, tourists always want to cross over. Want to enjoy the beach wave. To cross over, find a small shallow bay.

In a particular location, the bay has a depth of only half a meter. Bay Area is about 30 square meters. Across the bay, there are tens of pine and coconut trees that wave as if to invite visitors to enjoy a tour of the nearby beach. "If I bathe more often and fishing. While bringing the children to play here, "a Roni Saputra a visitor home cooked Kuli, North Aceh.

Not only are the advantages and pulling Seumadu Island, if not know the whole being channeled singing hobby, so here is also available where pro karaoke happy. For this purpose, just order a drink in that place. There is no charge for the special hobby sing. Then ask what the songs will be sung to the owner of a stall. May also bring their own tapes. Which, it is concerned that the song collection you want is not owned stalls.

Every weekend this place is visited by many people of Aceh Utara and Lhokseumawe. Also from the District Bireuen. However, if the regular day, most young people who pack the location of the tour. Tourism is indeed very spellbind, you will dibuai by breezy wind. Tired, stress and problems that are garbled in the head as it were lost immediately. That Seumadu Island, with the beauty of the lady's beach tourism. Please to-there
g

23.52 | Posted in , , , , , , , , , | Read More »

Blog Archive

Labels