Jual Traffic Blog 1000 UV hanya Rp 20.000 ,- Murah

anda memiliki dagangan ataupun blog yang ingin di lihat oleh puluhan ribu orang dan bertambah setiap harinya saya menawarkan solusi cepat
saya telah memiliki fan page cerita lucu di facebook http://www.facebook.com/kumpulanceritalucu saya akan mempublish fan page anda yang baru disana hanya dengan rp 20. ribu cukup murah di bandingkan dengan anda ber marketing sendiri melakukan pasang link di sana sini.
fan page ini ketika dituliskan promosi ini memiliki pasar sebagai berikut


DAN TERUS NAIK TIAP HARINYA.
anda berminat  silahkan contact
tuliskan status yang bersifat menghibur
admin
 http://www.facebook.com/ikhwan.asyi
atau
http://www.facebook.com/hermanavailable
atau bisa menghubungi no telp 085236657541
dan transfer uang sebesar 20 ribu. bank bca 0331311765 an soeherman effendy

00.10 | Posted in , | Read More »

Jual Traffic Blog 1000 UV hanya Rp 20.000 ,- Murah

anda memiliki dagangan ataupun blog yang ingin di lihat oleh puluhan ribu orang dan bertambah setiap harinya saya menawarkan solusi cepat
saya telah memiliki fan page cerita lucu di facebook http://www.facebook.com/kumpulanceritalucu saya akan mempublish fan page anda yang baru disana hanya dengan rp 20. ribu cukup murah di bandingkan dengan anda ber marketing sendiri melakukan pasang link di sana sini.
fan page ini ketika dituliskan promosi ini memiliki pasar sebagai berikut


DAN TERUS NAIK TIAP HARINYA.
anda berminat  silahkan contact
tuliskan status yang bersifat menghibur
admin
 http://www.facebook.com/ikhwan.asyi
atau
http://www.facebook.com/hermanavailable
atau bisa menghubungi no telp 085236657541
dan transfer uang sebesar 20 ribu. bank bca 0331311765 an soeherman effendy

00.10 | Posted in , | Read More »

intermezzo: Kenapa Cewe harus menikahi Engineer?

MENGAPA GIRLS harus menikahi seorang ENGINEER

oleh Lissta Bal pada Jumat, September 3, 2010 at 12:07

Mengapa Anda harus menikah dengan seorang Engineer Let me tell you mengapa gadis akhirnya harus menikah Engineer daripada lulusan Hukum, Manajemen, Arts(seni) atau Kedokteran. Engineer memiliki tiga keunggulan berbeda dibandingkan lulusan lainnya.



Advantage 1: gaya hidup Aman

Pacar Engineer dapat menyediakan Anda dengan gaya hidup aman. Pada 27 tahun, seorang Engineer mungkin memiliki pekerjaan, terhormat stabil yang memberikan dia penghasilan yang tinggi untuk memiliki mobil, berinvestasi, memiliki kehidupan yang nyaman, dan menikah dan membeli rumah juga.

lulusan Hukum masih bekerja sebagai magang di firma hukum rendah.

Sebagian besar lulusan manajemen baru saja gagal pada rencana bisnis pertama mereka.

Para lulusan seni masih mencari pekerjaan.

Dan lulusan sekolah kedokteran masih tinggal di rumah sakit.

Advantage 2: Unmatchable industriousness

Pacar Engineer akan mendedikasikan sejumlah waktu dan usaha untuk mengerti Anda. Engineer benar-benar bekerja sangat keras untuk memahami pekerjaan mereka. Anda dapat percaya bahwa mereka benar-benar akan berusaha sangat keras untuk mengerti wanita juga, seperti bagaimana mereka memahami pekerjaan mereka, sekali mereka percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat untuknya. Jadi, walaupun mereka tidak mengerti awalnya, mereka akan terus berusaha. Bahkan jika mereka masih tidak mengerti, mereka akan mengetahui metode yang tepat untuk membuat Anda senang (misalnya cincin berlian membeli = bernilai 1 minggu kebahagiaan) Dan. Begitu mereka mengetahui formula rahasianya, mereka hanya akan terus mengulanginya sehingga hasil yang diinginkan muncul.

Tidak seperti Pengacara yang akan berdebat dengan Anda.

Sarjana Manajemen yang akan mencoba untuk mengendalikan pengeluaran Anda, Sarjana Seni Rupa akan merubah banyak “perubahan” diri anda.

Dan lulusan sekolah kedokteran yang akan mengoperasi Anda.

Dan apakah kau tahu?, bahwa itu benar-benar sangat mudah untuk membuat Engineer percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat baginya. Katakan bahwa Anda seperti salah satu proyek mereka dan mereka akan menjadi ketagihan kepada Anda selamanya.

Advantage 3: Seorang pacar Engineer tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan Anda.

Mari pertama-tama saya memberi tahu Anda apa yang salah dengan lulusan yang lain.

Para pengacara akan berbohong tentang segala sesuatu.

lulusan Manajemen akan menipu uang Anda.

Para lulusan seni akan main mata, dan Anda mungkin hanya terlihat seperti mayat lain untuk lulusan sekolah kedokteran.

pacar Engineer Anda terlalu sibuk untuk berselingkuh, dan bahkan jika ia tidak berselingkuh, dia terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda tentang itu. Oleh karena itu, seorang Engineer adalah pacar yang paling aman yang pernah Anda akan temukan - cukup kaya, akan terus berusaha untuk memahami dan menyenangkan Anda, tidak memiliki waktu untuk berselingkuh, dan terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda. plus mereka lebih keren dibandingkan yang lain bukan?
bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.39 | Posted in , , | Read More »

intermezzo: Kenapa Cewe harus menikahi Engineer?

MENGAPA GIRLS harus menikahi seorang ENGINEER

oleh Lissta Bal pada Jumat, September 3, 2010 at 12:07

Mengapa Anda harus menikah dengan seorang Engineer Let me tell you mengapa gadis akhirnya harus menikah Engineer daripada lulusan Hukum, Manajemen, Arts(seni) atau Kedokteran. Engineer memiliki tiga keunggulan berbeda dibandingkan lulusan lainnya.



Advantage 1: gaya hidup Aman

Pacar Engineer dapat menyediakan Anda dengan gaya hidup aman. Pada 27 tahun, seorang Engineer mungkin memiliki pekerjaan, terhormat stabil yang memberikan dia penghasilan yang tinggi untuk memiliki mobil, berinvestasi, memiliki kehidupan yang nyaman, dan menikah dan membeli rumah juga.

lulusan Hukum masih bekerja sebagai magang di firma hukum rendah.

Sebagian besar lulusan manajemen baru saja gagal pada rencana bisnis pertama mereka.

Para lulusan seni masih mencari pekerjaan.

Dan lulusan sekolah kedokteran masih tinggal di rumah sakit.

Advantage 2: Unmatchable industriousness

Pacar Engineer akan mendedikasikan sejumlah waktu dan usaha untuk mengerti Anda. Engineer benar-benar bekerja sangat keras untuk memahami pekerjaan mereka. Anda dapat percaya bahwa mereka benar-benar akan berusaha sangat keras untuk mengerti wanita juga, seperti bagaimana mereka memahami pekerjaan mereka, sekali mereka percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat untuknya. Jadi, walaupun mereka tidak mengerti awalnya, mereka akan terus berusaha. Bahkan jika mereka masih tidak mengerti, mereka akan mengetahui metode yang tepat untuk membuat Anda senang (misalnya cincin berlian membeli = bernilai 1 minggu kebahagiaan) Dan. Begitu mereka mengetahui formula rahasianya, mereka hanya akan terus mengulanginya sehingga hasil yang diinginkan muncul.

Tidak seperti Pengacara yang akan berdebat dengan Anda.

Sarjana Manajemen yang akan mencoba untuk mengendalikan pengeluaran Anda, Sarjana Seni Rupa akan merubah banyak “perubahan” diri anda.

Dan lulusan sekolah kedokteran yang akan mengoperasi Anda.

Dan apakah kau tahu?, bahwa itu benar-benar sangat mudah untuk membuat Engineer percaya bahwa Anda adalah pasangan yg tepat baginya. Katakan bahwa Anda seperti salah satu proyek mereka dan mereka akan menjadi ketagihan kepada Anda selamanya.

Advantage 3: Seorang pacar Engineer tidak akan pernah mengkhianati kepercayaan Anda.

Mari pertama-tama saya memberi tahu Anda apa yang salah dengan lulusan yang lain.

Para pengacara akan berbohong tentang segala sesuatu.

lulusan Manajemen akan menipu uang Anda.

Para lulusan seni akan main mata, dan Anda mungkin hanya terlihat seperti mayat lain untuk lulusan sekolah kedokteran.

pacar Engineer Anda terlalu sibuk untuk berselingkuh, dan bahkan jika ia tidak berselingkuh, dia terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda tentang itu. Oleh karena itu, seorang Engineer adalah pacar yang paling aman yang pernah Anda akan temukan - cukup kaya, akan terus berusaha untuk memahami dan menyenangkan Anda, tidak memiliki waktu untuk berselingkuh, dan terlalu bodoh untuk berbohong kepada Anda. plus mereka lebih keren dibandingkan yang lain bukan?
bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.39 | Posted in , , | Read More »

Pesan Terakhir Teungku Abdullah Syafie

"Jika pada suatu hari nanti Anda mendengar berita bahwa saya telah syahid, janganlah saudara merasa sedih dan patah semangat. Sebab saya selalu bermunajat kepada Allah SWT agar mensyahidkan saya apabila kemerdekaan Aceh telah sangat dekat. Saya tak ingin memperoleh kedudukan apapun apabila negeri ini (Aceh) merdeka".

Itulah wasiat terakhir Panglima Gerakan Aceh Merdeka Abdullah Syafei yang tewas dalam kontak senjata di kawasan perbukitan Jimjiem, Kecamatan Bandarbaru, Kabupaten Pidie, Selasa (22/01). Wasiat yang dibuat sebulan silam, seolah firasat Syafei bahwa kematiannya memang telah dekat.



Namun, jauh sebelum Tengku Lah—begitu ia biasa disapa—tewas, ia telah menulis pesan agar kematiannya tidak ditangisi, apalagi diratapi. Sebab, perjuangan kemerdekaan negeri Aceh Sumatra belum tuntas dan kematian dirinya adalah syahid.

Tengku Lah adalah pemimpin sayap militer GAM yang sangat berpengaruh. Lebih dari 20 tahun ia memimpin gerilya GAM dari kawasan Bireun, yang dikenal sebagai markas GAM. Tengku Lah dikenal sebagai pribadi yang tegas dan sopan. Ia juga dikenal sangat santun dan bersahaja. Di mata aktivis GAM, Syafei adalah sosok yang humanis dan antikekerasan. Itulah sebabnya, berulang kali Syafie menegaskan bahwa perjuangan bersenjata tak lebih dari upaya mempertahankan diri dari serangan Tentara Nasional Indonesia.

Tengku Lah memang tak pernah dibesarkan dalam dunia kekerasan. Ia juga tak pernah mendapat pendidikan tempur di Libya, seperti yang diperoleh Muzakir Manaf, sosok yang diusung GAM menggantikan Syafei. Tengku Lah hanya seorang berkepribadian sederhana yang dilahirkan di Desa Matanggeulumpang Dua, 45 kilometer sebelah barat Lhokseumawe, Aceh Utara. Pendidikan terakhirnya hanya di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan. Itu pun hanya sampai kelas tiga. Setelah itu, ia belajar ilmu agama di sejumlah pesantren.

Uniknya, masa muda Syafei ternyata lebih banyak dihabiskan dalam dunia teater bersama grup Jeumpa. Ia kerap berperan sebagai wanita dalam setiap pementasan. Itulah sebabnya, sejak muda rambut Syafei selalu tergerai. Perkenalan Tengku Lah dengan dunia militer terjadi pada awal 1980-an. Ia bergabung bergabung dengan GAM kelompok Hasan Tiro. Meski begitu, keramahan dan kesantunan Syafei tak pudar. Ia terus menjalin komunikasi rakyat Aceh, yang memang sangat dekat dengan dirinya.

Sikap ramah, santun, dan hangat ini diperlihatkan ketika Syafei dengan begitu akrab bertemu dengan sejumlah komponen masyarakat dan wartawan. Sekretaris Kabinet di era Presiden Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan, dan artis Cut Keke adalah dua di antara tokoh yang pernah Syafei temui. Bahkan, ketika TNI mengklaim telah menembaknya hingga sekarat, Maret 2000, Syafei dengan santai malah mengundang reporter SCTV Jufri Alkatiri dan Yahdi Jamhur untuk sebuah wawancara di tengah Hutan Pasee. Dalam kesempatan itu, Tengku Lah juga mengundang wartawan Kompas Maruli Tobing untuk melihat kondisi terakhir Syafei yang saat itu ternyata dalam kondisi sehat walafiat.

Setiap gerak Syafei memang layak "disantap" pers. Ia dianggap tokoh penting untuk menyelesaikan konflik Aceh yang telah berlarut-larut dan berdarah-darah. Namun, sebelum Serambi Mekah aman dan kemerdekaan Aceh masih menjadi mimpi bagi sebagian anggota GAM, Tengku Lah keburu tewas. Ia meninggal begitu dramatis; bersama Fatimah, istrinya yang tengah mengandung enam bulan, dalam keyakinan menjadi syahid.

Sumber: http://berita.liputan6.com/sosbud/200201/27814/class='vidico'
bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.36 | Posted in , , , , , | Read More »

Pesan Terakhir Teungku Abdullah Syafie

"Jika pada suatu hari nanti Anda mendengar berita bahwa saya telah syahid, janganlah saudara merasa sedih dan patah semangat. Sebab saya selalu bermunajat kepada Allah SWT agar mensyahidkan saya apabila kemerdekaan Aceh telah sangat dekat. Saya tak ingin memperoleh kedudukan apapun apabila negeri ini (Aceh) merdeka".

Itulah wasiat terakhir Panglima Gerakan Aceh Merdeka Abdullah Syafei yang tewas dalam kontak senjata di kawasan perbukitan Jimjiem, Kecamatan Bandarbaru, Kabupaten Pidie, Selasa (22/01). Wasiat yang dibuat sebulan silam, seolah firasat Syafei bahwa kematiannya memang telah dekat.



Namun, jauh sebelum Tengku Lah—begitu ia biasa disapa—tewas, ia telah menulis pesan agar kematiannya tidak ditangisi, apalagi diratapi. Sebab, perjuangan kemerdekaan negeri Aceh Sumatra belum tuntas dan kematian dirinya adalah syahid.

Tengku Lah adalah pemimpin sayap militer GAM yang sangat berpengaruh. Lebih dari 20 tahun ia memimpin gerilya GAM dari kawasan Bireun, yang dikenal sebagai markas GAM. Tengku Lah dikenal sebagai pribadi yang tegas dan sopan. Ia juga dikenal sangat santun dan bersahaja. Di mata aktivis GAM, Syafei adalah sosok yang humanis dan antikekerasan. Itulah sebabnya, berulang kali Syafie menegaskan bahwa perjuangan bersenjata tak lebih dari upaya mempertahankan diri dari serangan Tentara Nasional Indonesia.

Tengku Lah memang tak pernah dibesarkan dalam dunia kekerasan. Ia juga tak pernah mendapat pendidikan tempur di Libya, seperti yang diperoleh Muzakir Manaf, sosok yang diusung GAM menggantikan Syafei. Tengku Lah hanya seorang berkepribadian sederhana yang dilahirkan di Desa Matanggeulumpang Dua, 45 kilometer sebelah barat Lhokseumawe, Aceh Utara. Pendidikan terakhirnya hanya di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan. Itu pun hanya sampai kelas tiga. Setelah itu, ia belajar ilmu agama di sejumlah pesantren.

Uniknya, masa muda Syafei ternyata lebih banyak dihabiskan dalam dunia teater bersama grup Jeumpa. Ia kerap berperan sebagai wanita dalam setiap pementasan. Itulah sebabnya, sejak muda rambut Syafei selalu tergerai. Perkenalan Tengku Lah dengan dunia militer terjadi pada awal 1980-an. Ia bergabung bergabung dengan GAM kelompok Hasan Tiro. Meski begitu, keramahan dan kesantunan Syafei tak pudar. Ia terus menjalin komunikasi rakyat Aceh, yang memang sangat dekat dengan dirinya.

Sikap ramah, santun, dan hangat ini diperlihatkan ketika Syafei dengan begitu akrab bertemu dengan sejumlah komponen masyarakat dan wartawan. Sekretaris Kabinet di era Presiden Abdurrahman Wahid, Bondan Gunawan, dan artis Cut Keke adalah dua di antara tokoh yang pernah Syafei temui. Bahkan, ketika TNI mengklaim telah menembaknya hingga sekarat, Maret 2000, Syafei dengan santai malah mengundang reporter SCTV Jufri Alkatiri dan Yahdi Jamhur untuk sebuah wawancara di tengah Hutan Pasee. Dalam kesempatan itu, Tengku Lah juga mengundang wartawan Kompas Maruli Tobing untuk melihat kondisi terakhir Syafei yang saat itu ternyata dalam kondisi sehat walafiat.

Setiap gerak Syafei memang layak "disantap" pers. Ia dianggap tokoh penting untuk menyelesaikan konflik Aceh yang telah berlarut-larut dan berdarah-darah. Namun, sebelum Serambi Mekah aman dan kemerdekaan Aceh masih menjadi mimpi bagi sebagian anggota GAM, Tengku Lah keburu tewas. Ia meninggal begitu dramatis; bersama Fatimah, istrinya yang tengah mengandung enam bulan, dalam keyakinan menjadi syahid.

Sumber: http://berita.liputan6.com/sosbud/200201/27814/class='vidico'
bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.36 | Posted in , , , , , | Read More »

Pidie dalam History Of South East Asia

“So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of it street contain abaout 500 honderd moneychanger.” (Ludovico di Varthema)

Prof D G E Hall dari Inggris, dalam bukunya “A History of South East Asia, mengambarkan Pidie sebagai sebuah negeri yang maju pada akhir abad ke 15. Hal itu berdasarklan catatan seorang pelawat Portugal, Ludovico di Varthema, yang pernah singgah di Pidie pada akhir abad 15.

Dalam catatan Varthema, sebagaimana dikutip Muhammad Said dalam “Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah” pada abad tersebut Pedir, yang masih disebut sebagai negeri Pedir merupakan sebuah negeri maju yang setiap tahunnya disinggahi sekurang-kurangnya 18 sampai 20 kapal asing, untuk memuat lada yang selanjutnya diangkut ke Tiongkok, Cina.

Dari pelabuhan Pedir juga diekspor kemenyan dan sutra produksi masyarakat Pidie dalam jumlah besar. Karena itu pula, banyak pendatang dari bangsa asing yang berdagang ke pelabuhan Pedir. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi warga pelabuhan waktu itu meningkat.



Malah vartheme menggambarkan, disebuah jalan dekat pelabuhan Pedir, terdapat sekitar 500 orang penukar mata uang asing. “So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of its street contain about 500 honderd moneychanger,” kata Varhtema.

Varthema oleh Muhammad Said disebutkan sama seperti Snouck Horgronje, yang Islam untuk sebuah tujuan penelitian tentan dunia muslim. Sebelum ke Pedir, ia juga telah mempelajari Islam di Mekkah. Sesuatu yang kemudian juga dilakukan Snouck Hourgronje dari Belanda, tapi Snouck lebih terkenal ketimbang Varthema, karena berhasil menulis sejumlah buku tentang Aceh.

Dalam catatannya Varthema mengatakan takjub terhadap negeri Pedir yang saat itu sudah menggunakan uang emas, perak, dan tembaga sebagai alat jual beli, serta aturan hukum yang sudah berjalan dengan baik, yang disebutnya “Strict Administration of Justice,”.

Selain itu Varthema juga menulis tentang kapal-kapal besar milik nelayan yang disebut tongkang, yang menggunakan dua buah kemudi. Ia juga mengupas secara terperinci tentang keahlian rakyat Pedir tentang perindustrian kala itu, yang sudah mampu membuat alat-alat peletup atau senjata api.

Riwayat Pidie awalnya dikenal sebagai negeri Poli, kemudain berubah menjadi Pedir, dan kini dikenal dengan nama Pidie. Dalam sebuah riwayat Tiongkok (Cina) disebutkan, pada tahun 413 Masehi, seorang musafir Tiongkok, Fa Hian melawat ke Yeep Po Ti dan singgah Poli (Pidie-red). Fa Hian menyebutkan Poli sebagai sebuah negeri yang makmur, yang rajanya berkenderaan gajah, berpakaian sutra dan bermahkota emas.

Untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Cina, Raja Poli pada tahun 518 Masehi mengirim utusannya ke Tiongkok. Hubungan itu terus berlanjut. Pada tahun 671 Masehi, I Tsing dari Tiongkok melawat ke Poli. Ia disebut tinggal selama lima tahun singgah dan tingagl di enam kerajaan di pesisir Sumatera, mulai dari Kerajaan Lamuri (Aceh Besar), Poli (Pidie), Samudra dan Pasai (Aceh Utara), Pereulak (Aceh Timur) dan kerjaan Dangroian (?).

Poli sebagai Pidie yang dikenal sekarang, menurut H. M Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” disebutkan oleh ahli sejarawan kuno, Winster, sebagai sebuah negeri yang makmur dan jaya. Menurutnya, setelah Sriwijaya dan Pasai, Poli lah Bandar pelabuhan yang terkenal. Pelabuhan Poli disebut-sebut berbentu genting, yang oleh H M Zainuddin kemudian diduga sebagai sebuah muara yang kini dikenal sebagai Kuala Batee.

Silsilah raja di Poli atau Pedir tidak begitu jelas. Namun Zainuddin menyebutkan di Kampong Klibeut terdapat makan rja-raja diantaranya makan Sultan Ma’ruf Syah, anak dari Sulaiman Nur, yang mangkat pada tahun 916 H. (1511 M) dan Kampung Sangeue dekat Mesjid Raja Pidie (Labuy) terdapat satu makam Putroe Balee, yang mangkat pada tahun 970 H (1588 M).

Makam-makam ini serupa dengan makam raja-raja yang terdapat di Pasai, Aceh Besar, Daya dan Gresik (Jaya), terbuat dari batu pualam bertulis huruf Arab dan batu-batu nisannya ini di datangkan dari Negeri Hindi dan ada yang di perbuat di Meuraksa (Ulee Lheue). Karena itu pula menurut para ahli purbakala, Kerjaan Poli/Pedir serupa dengan kerajaan Pasai (Aceh Utara) dan kerajaan Lamuri (Aceh Besar)

Menurut Varthema sumber Portugis mengatakan bahwa Sultan Ma’ruf Syah Raja Pidie (Pedir, Sjir, Duli) itu pernah menaklukkan Aceh Besar dalam tahun 1479. Masa itu diangkat dua orang wakil di Aceh, seorang di Aceh sendiri dan seorang di Daya. Mula-mula Pidie dikalahkan oleh Raja Aceh Besar dan di dudukkan oleh Wali Negara (Gubernur) di Pidie, yaitu Raja Ali dan adiknya, Ibrahim.

Kemudian Raja Ibrahim yang menjadi Wali Negara Raja Aceh di Pidie atas Perintah abangnya menyerbu Benteng Portugis yang baru didirikan di Kuala Gigieng. Cerita lain menyebutkan bahwa, Kuta Asan, Pidie, merupakan bekas kota yang didirikan Portugis.

Selanjutnya dengan sejata yang dirampas dari Portugis, Raja Pidie menyerang Raja Aceh Besar pada tahun 1514 dan Sultan Salahuddin Ibnu Muzaffar Syah diturunkan dari tahkta. Raja Ali naik menjadi raja dengan Gelar Sultan Ali Mughayat Syah, sedang adiknya Raja Ibrahim menjadi Laksamana.

Negeri Pidie pada zaman dahulu adalah kerajaan yang berbatas dari Kuala Batee sampai ke Kuala Ulim, meliputi Meureudu. Tentang susunan tatanegaranya tidak deketahui dengan jelas, akan tetapi setelah kerajaan Pidie bubar atau takluk kepada Sultan Aceh kemudian mendapat negeri-negeri yang diperintah oleh Bentara, Keudjruen, Mentroe dan Imeum.[]


bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.19 | Posted in , , , , | Read More »

Pidie dalam History Of South East Asia

“So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of it street contain abaout 500 honderd moneychanger.” (Ludovico di Varthema)

Prof D G E Hall dari Inggris, dalam bukunya “A History of South East Asia, mengambarkan Pidie sebagai sebuah negeri yang maju pada akhir abad ke 15. Hal itu berdasarklan catatan seorang pelawat Portugal, Ludovico di Varthema, yang pernah singgah di Pidie pada akhir abad 15.

Dalam catatan Varthema, sebagaimana dikutip Muhammad Said dalam “Wajah Aceh dalam Lintasan Sejarah” pada abad tersebut Pedir, yang masih disebut sebagai negeri Pedir merupakan sebuah negeri maju yang setiap tahunnya disinggahi sekurang-kurangnya 18 sampai 20 kapal asing, untuk memuat lada yang selanjutnya diangkut ke Tiongkok, Cina.

Dari pelabuhan Pedir juga diekspor kemenyan dan sutra produksi masyarakat Pidie dalam jumlah besar. Karena itu pula, banyak pendatang dari bangsa asing yang berdagang ke pelabuhan Pedir. Hal ini mengakibatkan pertumbuhan ekonomi warga pelabuhan waktu itu meningkat.



Malah vartheme menggambarkan, disebuah jalan dekat pelabuhan Pedir, terdapat sekitar 500 orang penukar mata uang asing. “So extensive was its trade, and so great the number of merchants resorting there, that one of its street contain about 500 honderd moneychanger,” kata Varhtema.

Varthema oleh Muhammad Said disebutkan sama seperti Snouck Horgronje, yang Islam untuk sebuah tujuan penelitian tentan dunia muslim. Sebelum ke Pedir, ia juga telah mempelajari Islam di Mekkah. Sesuatu yang kemudian juga dilakukan Snouck Hourgronje dari Belanda, tapi Snouck lebih terkenal ketimbang Varthema, karena berhasil menulis sejumlah buku tentang Aceh.

Dalam catatannya Varthema mengatakan takjub terhadap negeri Pedir yang saat itu sudah menggunakan uang emas, perak, dan tembaga sebagai alat jual beli, serta aturan hukum yang sudah berjalan dengan baik, yang disebutnya “Strict Administration of Justice,”.

Selain itu Varthema juga menulis tentang kapal-kapal besar milik nelayan yang disebut tongkang, yang menggunakan dua buah kemudi. Ia juga mengupas secara terperinci tentang keahlian rakyat Pedir tentang perindustrian kala itu, yang sudah mampu membuat alat-alat peletup atau senjata api.

Riwayat Pidie awalnya dikenal sebagai negeri Poli, kemudain berubah menjadi Pedir, dan kini dikenal dengan nama Pidie. Dalam sebuah riwayat Tiongkok (Cina) disebutkan, pada tahun 413 Masehi, seorang musafir Tiongkok, Fa Hian melawat ke Yeep Po Ti dan singgah Poli (Pidie-red). Fa Hian menyebutkan Poli sebagai sebuah negeri yang makmur, yang rajanya berkenderaan gajah, berpakaian sutra dan bermahkota emas.

Untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Cina, Raja Poli pada tahun 518 Masehi mengirim utusannya ke Tiongkok. Hubungan itu terus berlanjut. Pada tahun 671 Masehi, I Tsing dari Tiongkok melawat ke Poli. Ia disebut tinggal selama lima tahun singgah dan tingagl di enam kerajaan di pesisir Sumatera, mulai dari Kerajaan Lamuri (Aceh Besar), Poli (Pidie), Samudra dan Pasai (Aceh Utara), Pereulak (Aceh Timur) dan kerjaan Dangroian (?).

Poli sebagai Pidie yang dikenal sekarang, menurut H. M Zainuddin dalam bukunya “Tarikh Aceh dan Nusantara” disebutkan oleh ahli sejarawan kuno, Winster, sebagai sebuah negeri yang makmur dan jaya. Menurutnya, setelah Sriwijaya dan Pasai, Poli lah Bandar pelabuhan yang terkenal. Pelabuhan Poli disebut-sebut berbentu genting, yang oleh H M Zainuddin kemudian diduga sebagai sebuah muara yang kini dikenal sebagai Kuala Batee.

Silsilah raja di Poli atau Pedir tidak begitu jelas. Namun Zainuddin menyebutkan di Kampong Klibeut terdapat makan rja-raja diantaranya makan Sultan Ma’ruf Syah, anak dari Sulaiman Nur, yang mangkat pada tahun 916 H. (1511 M) dan Kampung Sangeue dekat Mesjid Raja Pidie (Labuy) terdapat satu makam Putroe Balee, yang mangkat pada tahun 970 H (1588 M).

Makam-makam ini serupa dengan makam raja-raja yang terdapat di Pasai, Aceh Besar, Daya dan Gresik (Jaya), terbuat dari batu pualam bertulis huruf Arab dan batu-batu nisannya ini di datangkan dari Negeri Hindi dan ada yang di perbuat di Meuraksa (Ulee Lheue). Karena itu pula menurut para ahli purbakala, Kerjaan Poli/Pedir serupa dengan kerajaan Pasai (Aceh Utara) dan kerajaan Lamuri (Aceh Besar)

Menurut Varthema sumber Portugis mengatakan bahwa Sultan Ma’ruf Syah Raja Pidie (Pedir, Sjir, Duli) itu pernah menaklukkan Aceh Besar dalam tahun 1479. Masa itu diangkat dua orang wakil di Aceh, seorang di Aceh sendiri dan seorang di Daya. Mula-mula Pidie dikalahkan oleh Raja Aceh Besar dan di dudukkan oleh Wali Negara (Gubernur) di Pidie, yaitu Raja Ali dan adiknya, Ibrahim.

Kemudian Raja Ibrahim yang menjadi Wali Negara Raja Aceh di Pidie atas Perintah abangnya menyerbu Benteng Portugis yang baru didirikan di Kuala Gigieng. Cerita lain menyebutkan bahwa, Kuta Asan, Pidie, merupakan bekas kota yang didirikan Portugis.

Selanjutnya dengan sejata yang dirampas dari Portugis, Raja Pidie menyerang Raja Aceh Besar pada tahun 1514 dan Sultan Salahuddin Ibnu Muzaffar Syah diturunkan dari tahkta. Raja Ali naik menjadi raja dengan Gelar Sultan Ali Mughayat Syah, sedang adiknya Raja Ibrahim menjadi Laksamana.

Negeri Pidie pada zaman dahulu adalah kerajaan yang berbatas dari Kuala Batee sampai ke Kuala Ulim, meliputi Meureudu. Tentang susunan tatanegaranya tidak deketahui dengan jelas, akan tetapi setelah kerajaan Pidie bubar atau takluk kepada Sultan Aceh kemudian mendapat negeri-negeri yang diperintah oleh Bentara, Keudjruen, Mentroe dan Imeum.[]


bagi para pengunjung yang berbaik hati kepada kelangsungan blog ini,,,ingat, membantu blog ini tidak merugikan anda,,, harap klik salah satu iklan dibawah

20.19 | Posted in , , , , | Read More »

Blog Archive

Labels