Arti “Wkwkwk” Dari Sudut Pandang Sains

Arti “Wkwkwk” Dari Sudut Pandang Sains
Sudah pasti kita mengetahui makna dari kata amburadul tersebut. “Wkwkwkwkwk”. Anda pun pasti sudah tidak ingat berapa kali Anda menggunakan kata tersebut dalam interaksi Anda di dunia maya. Kata tersebut sudah biasa diucapkan oleh orang Indonesia untuk menyatakan tertawa dalam interaksi sosial di dunia maya. Dalam dunia sains hal tersebut dikenal dengan onomatopoeia (Onomatope berasal dari kata bahasa Yunani yang berarti “membuat nama”). Onomatope berarti “nama” yang diberikan kepada suara. Jadi singkatnya onomatopoeia adalah sebuah kata untuk meniru sebuah suara.
Lalu bagaimana dengan negara lain untuk interaksi sosial mereka di dunia maya, apakah memiliki istilah yang sama dengan Indonesia? Tentu saja ada, beberapa negara yang menggunakan onomatopoeia dalam interaksi mereka yang maknanya kira-kira sama dengan “wkwkwkwkwk”:
  1. Puerto rico = “jajajajaja“
  2. Brazil = “kkkkkkkkk“
  3. Thailand = “55555555“
  4. Canada = “wukaywukaywukay“
  5. Jepang = “wwwwwwwww“
  6. Malaysia = “Kahkahkahkah"

03.21 | Posted in , , , , , | Read More »

Arti “Wkwkwk” Dari Sudut Pandang Sains

Arti “Wkwkwk” Dari Sudut Pandang Sains
Sudah pasti kita mengetahui makna dari kata amburadul tersebut. “Wkwkwkwkwk”. Anda pun pasti sudah tidak ingat berapa kali Anda menggunakan kata tersebut dalam interaksi Anda di dunia maya. Kata tersebut sudah biasa diucapkan oleh orang Indonesia untuk menyatakan tertawa dalam interaksi sosial di dunia maya. Dalam dunia sains hal tersebut dikenal dengan onomatopoeia (Onomatope berasal dari kata bahasa Yunani yang berarti “membuat nama”). Onomatope berarti “nama” yang diberikan kepada suara. Jadi singkatnya onomatopoeia adalah sebuah kata untuk meniru sebuah suara.
Lalu bagaimana dengan negara lain untuk interaksi sosial mereka di dunia maya, apakah memiliki istilah yang sama dengan Indonesia? Tentu saja ada, beberapa negara yang menggunakan onomatopoeia dalam interaksi mereka yang maknanya kira-kira sama dengan “wkwkwkwkwk”:
  1. Puerto rico = “jajajajaja“
  2. Brazil = “kkkkkkkkk“
  3. Thailand = “55555555“
  4. Canada = “wukaywukaywukay“
  5. Jepang = “wwwwwwwww“
  6. Malaysia = “Kahkahkahkah"

03.21 | Posted in , , , , , | Read More »

Generasi Cerdas Blogger ASEAN 2015

“Seperti Katak Dalam Tempurung” Masih ingatkah kita dengan pepatah diatas? Lama-lama pepatah tersebut bisa menghilang, mengapa? Karena katak pasti tidak mau selamanya berada dibawah tempurung. Dibawah tempurung yang pencahayaannya terbatas (mungkin ada dari sedikit celah), luas yang terbatas. Pepatah yang saya sendiri tidak mengetahui siapa yang memulainya pun mengatakan kata-kata tersebut pada penggambaran bagaimana seseorang yang merasa hebat, padahal itu hanya di lingkungan kecilnya. Betapa tidak, dibawah tempurung adalah tempat satu-satunya bagi katak untuk menyombongkan diri, ia merasa paling besar dan paling berkuasa. Namun, tibalah saatnya ketika ia mulai bosan, atau mungkin kesulitan bernafas, hehehe! Seketika itu mulailah ia membuka diri untuk mengintip sedikit celah sebagai pembelajaran, berbagi sesama sambil terus mengasah diri. Barulah ia tahu kalau ada yang lebih besar daripada tempurung dan dirinya.

Belajar dari “katak dalam tempurung”. Maka sudah semestinya kita tidak berkutat dengan hal-hal lokal saja, maksud saya kita harus punya wawasan yang luas. Wawasan bisa didapatkan dari mana saja, dari buku, alam dan yang paling mudah dizaman sekarang adalah internet. Di era globalisasi sekarang ini miris sekali jika ada generasi muda yang tidak mengenal teknologi, bahkan kalo ada yang belum pernah dengar internet atau ada yang belum pernah menyentuh serta mendengar kata “Komputer”. Jika hal yang saya sebutkan tadi benar-benar terjadi, maka saya rasa label “Gaptek” (gagap teknologi) sangat cocok diberikan kepadanya. Sekarang ini sedang gencar-gencarnya budaya nge-blog di Indonesia. Jika saya boleh memberikan sebuah slogan untuk nge-blog Indonesia, maka slogan dari saya adalah “Indonesian Go Blog”. Semoga slogan itu tidak kontroversial, hehehe!

Blogging bukan merupakan kata asing lagi di kalangan remaja Indonesia. Kebanyakan dari mereka mempergunakan fasilitas ini untuk saling berbagi di dunia maya, sehingga tak jarang kita temukan jika ada orang mengatakan bahwa blog adalah cerminan diri pribadi pemiliknya. Karena secara tidak langsung, si pemilik atau pengelola sebuah blog akan mempostkan apa yang menjadi ketertarikan mereka, misalnya sebuah blog yang berisi banyak karya tulis fiksi, maka kita sebagai pembaca mungkin akan bergumam “oh, cinta menulis fiksi rupanya”. Nah, untuk menampung semua blogger di ASEAN dalam berkarya. Saya rasa butuh sebuah wadah untuk bisa saling berkomunikasi, berinteraksi serta bertukar pikiran. Sangat mutlak hal ini bisa menambah wawasan, sehingga kita bisa terbebas dari penyakit “Katak dalam tempurung”.

Mengapa harus di ASEAN? Sejak awal penulisan artikel ini saya sudah menekankan betapa pentingnya berada di lingkungan yang besar, apalagi sekarang untuk ASEAN telah ada komunitas blogger yaitu Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community). Jadi untuk blogger ASEAN saya rasa tidak akan kesulitan jika sudah terbantu dengan kehadiran komunitas ini.

Permasalahan hubungan diplomasi atau bilateral antar negara ASEAN pun turut andil dalam menentukan sukses tidaknya ASEAN Blogger Community 2015. Seperti memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia beberapa waktu lalu. Mulai dari masalah batas wilayah, hingga tuduhan "pencurian budaya" menjadi faktor reduksi keharmonisan hubungan negara bertetangga ini. Tidak hanya Indonesia atau Malaysia, tetapi semua negara anggota ASEAN sering menghadapi berbagai masalah baik internal maupun external. Dengan kehadiran Komunitas ASEAN Blogger ini diharapkan bisa menjadi penawar perselisihan antar negara. Hal ini bisa diwujudkan dengan menunjukkan keakraban dan kerukunan blogger diseluruh negara ASEAN. Bermanfaatkan?

Saya berharap Komunitas ASEAN Blogger ini bisa berperan aktif dalam memberdayakan blogger yang sudah ada, dan harus bisa menarik minat masyarakat yang belum menjadi blogger. Mungkin pembaca akan bertanya-tanya, kenapa sih penulis terlalu menekankan masyarakat supaya “GoBlog”? Apa dengan nge-blog bisa menentukan kemajuan suatu bangsa?? Baiklah para pembaca sekalian, akan saya jawab pertanyaan ini dengan memaparkan berbagai manfaat “GoBlog”.

Blog menyuguhkan kita berbagai manfaat, mulai dari pengembangan potensi diri dalam menulis, belajar hingga berbisnis. Bagi para pelajar, blog bisa digunakan sebagai media belajar yang baik, sehingga bagi pelajar yang selalu ingin sedikit lebih maju dapat terus belajar disini, sehingga dapat meningkatkan prestasi. Seperti posting mengenai mata pelajaran tertentu oleh para guru, juga sangat mendukung aktivitas belajar bukan? Hal ini juga dapat menghemat waktu dan mengajarkan siswa untuk belajar mandiri. Siswa juga dapat dengan langsung memberikan komentar atau pertanyaan di blog tersebut. Melalui blog, seseorang akan terpacu untuk menjadi kreatif dan memperkaya wawasan. Pun, tak sedikit orang dapat menjalin relasi dan persahabatan lewat blog dan menjadi ajang promosi bagi yang memiliki kepentingan.

Bagi para pecinta menulis, blog akan sangat bermanfaat untuk menampung ide-ide yang dulunya cuma bersarang di otak, sehingga membuatnya menjadi terbiasa sehingga meningkatkan produktivitas menulis. Bahkan blog secara psikologi dapat merangsang otak untuk lebih kreatif. Jadi dapat dikatakan blog merupakan sebuah media yang kreatif, imaginative, motivatif, produktif bagi siapa saja.
Bagi yang ingin mengembangkan potensi diri ataupun menggali potensi dengan belajar tanpa menyiakan pikiran, blog adalah tempatnya. Ingat! Indonesia ini butuh pemuda-pemuda yang ikut mencerdaskan bangsa lewat pikiran, hati dan kreativitasnya.

Saya memiliki beberapa teman Blogger yang sukses dengan blognya. Salah satunya adalah Saiful Hadi, beliau adalah mahasiswa Teknik Sipil Universiras Syiah Kuala (UNSYIAH). “Setelah memulai nge-blog, saya merasakan perubahan yang besar, mulai dari IPK yang meningkat. Juga bisa berbagi sambil belajar tentang ke-Teknik Sipil-an serta bisa menghasilkan uang darinya.” Ujar Saiful Hadi kepada ikhwanesia.com. di blog pribadinya, saiful hadi menyuguhkan berbagai tutorial tentang desain 3D atau 2D, dan konstruksi ketekniksipilan lainnya. Dan juga beliau mendapatkan uang dari jasa desain dan perhitungan RAB yang beliau publish diblognya. Sungguh cara mencari uang yang sangat inovatif, bukan? Lihatlah bagaimana Saiful Hadi bisa membantu orang tua dengan meringankan beban biaya kuliahnya. Luar biasa efek “GoBlog” bukan?

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa blog memang memegang andil besar untuk kemajuan akademik maupun non-akademik masyarakat. Jadi mari kita “GoBlog” serta bergabung ke Komunitas Blogger ASEAN 2015.

Harapan saya terhadap Komunitas Blogger ASEAN 2015 ini sangatlah besar. Hendaknya Komunitas ini harus mampu menjadi sarana komunikasi, silaturrahmi dan menjadi pelopor bangkitnya sumber daya manusia melalui blog. Salah satu caranya adalah sering membuat event-event “asah otak” yang bisa dituangkan dalam lomba menulis di blog, atau lomba design blog dan bahkan lomba programming blog.

Tidak hanya dalam lomba, komunitas ini juga bisa menyelenggarakan seminar, talk show, dll. Dengan tujuan selain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang blog, juga untuk memperkenalkan komunitas ini ke masyarakat, dengan strategi ini maka Komunitas Blogger ASEAN 2015 akan sukses lebih cepat.

Setiap tahunnya juga diadakan kongres blogger se-ASEAN, supaya bisa mengetahui bagaimana perkembangan komunitas ASEAN 2015 di tiap Negara serta bisa memberikan masukan kepada blogger-blogger di suatu Negara tentang kendala yang dihadapi.

Singkatnya, Komunitas ASEAN 2015 ini tak ubahnya sebuah organisasi blogger untuk membangun Asia Tenggara lebih baik dengan pemuda-pemuda yang kreatif, inovatif, dan porduktif. 

Kendala yang akan sangat rentan dihadapi oleh komunitas ini masalah koordinasi tiap Negara anggota. Mengapa? Karena tanpa koordinasi yang kurang, bisa berakibat fatal. Setiap Negara anggota akan bergerak sendiri- sendiri dan dengan konsep yang berbeda-beda. Hal ini akan berakibat pada target suksesnya Komunitas ASEAN 2015.

Nah, untuk mengatasi hal ini saya punya solusi, selain diadakannya kongres tiap tahun untuk membahas konsep. Juga diperlukan “Forum Online” yang bisa digunakan untuk berkomunikasi setiap saat. Bahkan, jika komunitas ini ingin lebih popular dan lebih “merakyat”. Menurut saya aseanblogger.com dijadikan sebuah domain induk, dan diperbolehkan kepada anggota untuk punya sub-domain masing-masing, misalnya user.aseanblogger.com dan bisa nge-blog di subdomain tersebut. Saya jamin dalam waktu yang tidak lama komunitas ini akan sukses. 

akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community) adalah sarana yang tepat bagi siapa saja yang ingin maju.

Jadilah Blogger sejati: “Kreatif, Inovatif, Produktif”

Salam.


Ikhwan Reza
http://ikhwanesia.com/





01.48 | Posted in , , , | Read More »

Generasi Cerdas Blogger ASEAN 2015

“Seperti Katak Dalam Tempurung” Masih ingatkah kita dengan pepatah diatas? Lama-lama pepatah tersebut bisa menghilang, mengapa? Karena katak pasti tidak mau selamanya berada dibawah tempurung. Dibawah tempurung yang pencahayaannya terbatas (mungkin ada dari sedikit celah), luas yang terbatas. Pepatah yang saya sendiri tidak mengetahui siapa yang memulainya pun mengatakan kata-kata tersebut pada penggambaran bagaimana seseorang yang merasa hebat, padahal itu hanya di lingkungan kecilnya. Betapa tidak, dibawah tempurung adalah tempat satu-satunya bagi katak untuk menyombongkan diri, ia merasa paling besar dan paling berkuasa. Namun, tibalah saatnya ketika ia mulai bosan, atau mungkin kesulitan bernafas, hehehe! Seketika itu mulailah ia membuka diri untuk mengintip sedikit celah sebagai pembelajaran, berbagi sesama sambil terus mengasah diri. Barulah ia tahu kalau ada yang lebih besar daripada tempurung dan dirinya.

Belajar dari “katak dalam tempurung”. Maka sudah semestinya kita tidak berkutat dengan hal-hal lokal saja, maksud saya kita harus punya wawasan yang luas. Wawasan bisa didapatkan dari mana saja, dari buku, alam dan yang paling mudah dizaman sekarang adalah internet. Di era globalisasi sekarang ini miris sekali jika ada generasi muda yang tidak mengenal teknologi, bahkan kalo ada yang belum pernah dengar internet atau ada yang belum pernah menyentuh serta mendengar kata “Komputer”. Jika hal yang saya sebutkan tadi benar-benar terjadi, maka saya rasa label “Gaptek” (gagap teknologi) sangat cocok diberikan kepadanya. Sekarang ini sedang gencar-gencarnya budaya nge-blog di Indonesia. Jika saya boleh memberikan sebuah slogan untuk nge-blog Indonesia, maka slogan dari saya adalah “Indonesian Go Blog”. Semoga slogan itu tidak kontroversial, hehehe!

Blogging bukan merupakan kata asing lagi di kalangan remaja Indonesia. Kebanyakan dari mereka mempergunakan fasilitas ini untuk saling berbagi di dunia maya, sehingga tak jarang kita temukan jika ada orang mengatakan bahwa blog adalah cerminan diri pribadi pemiliknya. Karena secara tidak langsung, si pemilik atau pengelola sebuah blog akan mempostkan apa yang menjadi ketertarikan mereka, misalnya sebuah blog yang berisi banyak karya tulis fiksi, maka kita sebagai pembaca mungkin akan bergumam “oh, cinta menulis fiksi rupanya”. Nah, untuk menampung semua blogger di ASEAN dalam berkarya. Saya rasa butuh sebuah wadah untuk bisa saling berkomunikasi, berinteraksi serta bertukar pikiran. Sangat mutlak hal ini bisa menambah wawasan, sehingga kita bisa terbebas dari penyakit “Katak dalam tempurung”.

Mengapa harus di ASEAN? Sejak awal penulisan artikel ini saya sudah menekankan betapa pentingnya berada di lingkungan yang besar, apalagi sekarang untuk ASEAN telah ada komunitas blogger yaitu Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community). Jadi untuk blogger ASEAN saya rasa tidak akan kesulitan jika sudah terbantu dengan kehadiran komunitas ini.

Permasalahan hubungan diplomasi atau bilateral antar negara ASEAN pun turut andil dalam menentukan sukses tidaknya ASEAN Blogger Community 2015. Seperti memanasnya hubungan Indonesia-Malaysia beberapa waktu lalu. Mulai dari masalah batas wilayah, hingga tuduhan "pencurian budaya" menjadi faktor reduksi keharmonisan hubungan negara bertetangga ini. Tidak hanya Indonesia atau Malaysia, tetapi semua negara anggota ASEAN sering menghadapi berbagai masalah baik internal maupun external. Dengan kehadiran Komunitas ASEAN Blogger ini diharapkan bisa menjadi penawar perselisihan antar negara. Hal ini bisa diwujudkan dengan menunjukkan keakraban dan kerukunan blogger diseluruh negara ASEAN. Bermanfaatkan?

Saya berharap Komunitas ASEAN Blogger ini bisa berperan aktif dalam memberdayakan blogger yang sudah ada, dan harus bisa menarik minat masyarakat yang belum menjadi blogger. Mungkin pembaca akan bertanya-tanya, kenapa sih penulis terlalu menekankan masyarakat supaya “GoBlog”? Apa dengan nge-blog bisa menentukan kemajuan suatu bangsa?? Baiklah para pembaca sekalian, akan saya jawab pertanyaan ini dengan memaparkan berbagai manfaat “GoBlog”.

Blog menyuguhkan kita berbagai manfaat, mulai dari pengembangan potensi diri dalam menulis, belajar hingga berbisnis. Bagi para pelajar, blog bisa digunakan sebagai media belajar yang baik, sehingga bagi pelajar yang selalu ingin sedikit lebih maju dapat terus belajar disini, sehingga dapat meningkatkan prestasi. Seperti posting mengenai mata pelajaran tertentu oleh para guru, juga sangat mendukung aktivitas belajar bukan? Hal ini juga dapat menghemat waktu dan mengajarkan siswa untuk belajar mandiri. Siswa juga dapat dengan langsung memberikan komentar atau pertanyaan di blog tersebut. Melalui blog, seseorang akan terpacu untuk menjadi kreatif dan memperkaya wawasan. Pun, tak sedikit orang dapat menjalin relasi dan persahabatan lewat blog dan menjadi ajang promosi bagi yang memiliki kepentingan.

Bagi para pecinta menulis, blog akan sangat bermanfaat untuk menampung ide-ide yang dulunya cuma bersarang di otak, sehingga membuatnya menjadi terbiasa sehingga meningkatkan produktivitas menulis. Bahkan blog secara psikologi dapat merangsang otak untuk lebih kreatif. Jadi dapat dikatakan blog merupakan sebuah media yang kreatif, imaginative, motivatif, produktif bagi siapa saja.
Bagi yang ingin mengembangkan potensi diri ataupun menggali potensi dengan belajar tanpa menyiakan pikiran, blog adalah tempatnya. Ingat! Indonesia ini butuh pemuda-pemuda yang ikut mencerdaskan bangsa lewat pikiran, hati dan kreativitasnya.

Saya memiliki beberapa teman Blogger yang sukses dengan blognya. Salah satunya adalah Saiful Hadi, beliau adalah mahasiswa Teknik Sipil Universiras Syiah Kuala (UNSYIAH). “Setelah memulai nge-blog, saya merasakan perubahan yang besar, mulai dari IPK yang meningkat. Juga bisa berbagi sambil belajar tentang ke-Teknik Sipil-an serta bisa menghasilkan uang darinya.” Ujar Saiful Hadi kepada ikhwanesia.com. di blog pribadinya, saiful hadi menyuguhkan berbagai tutorial tentang desain 3D atau 2D, dan konstruksi ketekniksipilan lainnya. Dan juga beliau mendapatkan uang dari jasa desain dan perhitungan RAB yang beliau publish diblognya. Sungguh cara mencari uang yang sangat inovatif, bukan? Lihatlah bagaimana Saiful Hadi bisa membantu orang tua dengan meringankan beban biaya kuliahnya. Luar biasa efek “GoBlog” bukan?

Tak bisa dipungkiri lagi bahwa blog memang memegang andil besar untuk kemajuan akademik maupun non-akademik masyarakat. Jadi mari kita “GoBlog” serta bergabung ke Komunitas Blogger ASEAN 2015.

Harapan saya terhadap Komunitas Blogger ASEAN 2015 ini sangatlah besar. Hendaknya Komunitas ini harus mampu menjadi sarana komunikasi, silaturrahmi dan menjadi pelopor bangkitnya sumber daya manusia melalui blog. Salah satu caranya adalah sering membuat event-event “asah otak” yang bisa dituangkan dalam lomba menulis di blog, atau lomba design blog dan bahkan lomba programming blog.

Tidak hanya dalam lomba, komunitas ini juga bisa menyelenggarakan seminar, talk show, dll. Dengan tujuan selain untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang blog, juga untuk memperkenalkan komunitas ini ke masyarakat, dengan strategi ini maka Komunitas Blogger ASEAN 2015 akan sukses lebih cepat.

Setiap tahunnya juga diadakan kongres blogger se-ASEAN, supaya bisa mengetahui bagaimana perkembangan komunitas ASEAN 2015 di tiap Negara serta bisa memberikan masukan kepada blogger-blogger di suatu Negara tentang kendala yang dihadapi.

Singkatnya, Komunitas ASEAN 2015 ini tak ubahnya sebuah organisasi blogger untuk membangun Asia Tenggara lebih baik dengan pemuda-pemuda yang kreatif, inovatif, dan porduktif. 

Kendala yang akan sangat rentan dihadapi oleh komunitas ini masalah koordinasi tiap Negara anggota. Mengapa? Karena tanpa koordinasi yang kurang, bisa berakibat fatal. Setiap Negara anggota akan bergerak sendiri- sendiri dan dengan konsep yang berbeda-beda. Hal ini akan berakibat pada target suksesnya Komunitas ASEAN 2015.

Nah, untuk mengatasi hal ini saya punya solusi, selain diadakannya kongres tiap tahun untuk membahas konsep. Juga diperlukan “Forum Online” yang bisa digunakan untuk berkomunikasi setiap saat. Bahkan, jika komunitas ini ingin lebih popular dan lebih “merakyat”. Menurut saya aseanblogger.com dijadikan sebuah domain induk, dan diperbolehkan kepada anggota untuk punya sub-domain masing-masing, misalnya user.aseanblogger.com dan bisa nge-blog di subdomain tersebut. Saya jamin dalam waktu yang tidak lama komunitas ini akan sukses. 

akhirnya, saya ingin mengatakan bahwa Komunitas ASEAN Blogger (ASEAN Blogger Community) adalah sarana yang tepat bagi siapa saja yang ingin maju.

Jadilah Blogger sejati: “Kreatif, Inovatif, Produktif”

Salam.


Ikhwan Reza
http://ikhwanesia.com/





01.48 | Posted in , , , | Read More »

Inilah 10 Novel Modern Pertama Indonesia

Kelahiran novel modern di Indonesia banyak dikemukakan oleh para penulis angkatan Balai Pustaka seperti Merari Siregar, Marah Roesli, Muhammad Yamin, Nur Sutan Iskandar, Tulis Sutan Sati, Djamaluddin Adinegoro, Abbas Soetan Pamoentjak, Abdul Muis, dan Aman Datuk Madjoindo. Beberapa karya mereka sangat terkenal hingga sekarang, sebut saja Siti Nurbaya karya Marah Roesli, Sengsara membawa nikmat karya Tulis Sutan Sati, dan masih banyak yang lainnya. Berikut 10 novel modern pertama di Indonesia:

10. Salah Pilih (1928)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: kehidupan seseorang yang telah salah pilih dalam menentukan pilihannya.






9. Salah Asuhan (1928)
Penulis: Abdul Muis
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Karya sastra legendaris SALAH ASUHAN karya Abdul Muis, berkisah tentang seorang pria Minang yang mendapatkan seorang istri berkewarganegaraan asing. Pada zamannya, perbedaan kewarganegaraan menjadi persoalan serius, karena faktor budaya.







8. Sengsara membawa nikmat (1928)
Penulis: Tulis Sutan Sati
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Dari novel ini muncul tokoh yang mungkin masih anda kenal sampai sekarang, mengisahkan tentang kisah seorang pemuda shalih bernama Midun.

7. Pertemuan (1927)
Penulis: Abbas Soetan Pamoentjak
Penerbit: Balai Pustaka

6. Cinta yang membawa maut (1926)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka


5. La Hami (1924)
Penulis: Marah Roesli
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: perjuangan seorang pemuda yang gagah berani dalam mencari jati diri.






4. Tak Disangka (1923)
Penulis: Tulis Sutan Sati
Penerbit: Balai Pustaka

3. Apa dayaku karena aku seorang perempuan (1923)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Kisah seorang perempuan yang harus mematuhi keingginan keluarganya demi martabat keluarga.

2. Siti Nurbaya (Kasih tak sampai), 1922
Penulis: Marah Roesli
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis:
Siapa yang tidak kenal dengan nama Siti Nurbaya, Siapa juga yang tidak kenal dengan Datuk Maringgih & Samsulbahri. Mereka merupakan tokoh-tokoh dari Novel terkenal Karya Marah Rusli.
Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Secara tematik, seperti yang disinggung H.B. Jassin, Zuber Usman, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, maupun Teeuw, novel ini tidak hanya menampilkan latar social lebih jelas, tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Novel ini pula yang pertama kali menampilkan masalah perkawinan dalam hubungannya dengan persoalan adat, yang kemudian banyak diikuti oleh pengarang-pengarang Indonesia sesudahnya.
Pada tahun 1969, novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai hadiah tahunan yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus- kini Hadiah Tahunan Pemerintah ini tidak dilanjutkan lagi.
Berbagai artikel maupun makalah yang membahas novel ini sudah banyak ditulis oleh para pengamat sastra Indonesia, baik dalam maupun luar negeri. Hingga kini, ulasannya masih terus banyak dilakukan, baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern, maupun dalam konteks social dan emansipasi wanita.






1. Azab dan Sengsara (1920)
Penulis: Merari Siregar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Tema dari novel Azab dan Sengsara adalah permasalahkan perkawinan dalam hubungannya dengan harkat dan martabat keluarga. Novel ini mengkisahkan tentang kehidupan cinta seorang perempuan yang menyedihkan.










20.31 | Posted in , , , , , | Read More »

Inilah 10 Novel Modern Pertama Indonesia

Kelahiran novel modern di Indonesia banyak dikemukakan oleh para penulis angkatan Balai Pustaka seperti Merari Siregar, Marah Roesli, Muhammad Yamin, Nur Sutan Iskandar, Tulis Sutan Sati, Djamaluddin Adinegoro, Abbas Soetan Pamoentjak, Abdul Muis, dan Aman Datuk Madjoindo. Beberapa karya mereka sangat terkenal hingga sekarang, sebut saja Siti Nurbaya karya Marah Roesli, Sengsara membawa nikmat karya Tulis Sutan Sati, dan masih banyak yang lainnya. Berikut 10 novel modern pertama di Indonesia:

10. Salah Pilih (1928)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: kehidupan seseorang yang telah salah pilih dalam menentukan pilihannya.






9. Salah Asuhan (1928)
Penulis: Abdul Muis
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Karya sastra legendaris SALAH ASUHAN karya Abdul Muis, berkisah tentang seorang pria Minang yang mendapatkan seorang istri berkewarganegaraan asing. Pada zamannya, perbedaan kewarganegaraan menjadi persoalan serius, karena faktor budaya.







8. Sengsara membawa nikmat (1928)
Penulis: Tulis Sutan Sati
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Dari novel ini muncul tokoh yang mungkin masih anda kenal sampai sekarang, mengisahkan tentang kisah seorang pemuda shalih bernama Midun.

7. Pertemuan (1927)
Penulis: Abbas Soetan Pamoentjak
Penerbit: Balai Pustaka

6. Cinta yang membawa maut (1926)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka


5. La Hami (1924)
Penulis: Marah Roesli
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: perjuangan seorang pemuda yang gagah berani dalam mencari jati diri.






4. Tak Disangka (1923)
Penulis: Tulis Sutan Sati
Penerbit: Balai Pustaka

3. Apa dayaku karena aku seorang perempuan (1923)
Penulis: Nur Sutan Iskandar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Kisah seorang perempuan yang harus mematuhi keingginan keluarganya demi martabat keluarga.

2. Siti Nurbaya (Kasih tak sampai), 1922
Penulis: Marah Roesli
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis:
Siapa yang tidak kenal dengan nama Siti Nurbaya, Siapa juga yang tidak kenal dengan Datuk Maringgih & Samsulbahri. Mereka merupakan tokoh-tokoh dari Novel terkenal Karya Marah Rusli.
Hampir semua kritikus sastra Indonesia menempatkan novel Sitti Nurbaya ini sebagai karya penting dalam sejarah kesusastraan Indonesia. Secara tematik, seperti yang disinggung H.B. Jassin, Zuber Usman, Ajip Rosidi, Sapardi Djoko Damono, maupun Teeuw, novel ini tidak hanya menampilkan latar social lebih jelas, tetapi juga mengandung kritik yang tajam terhadap adat-istiadat dan tradisi kolot yang membelenggu. Novel ini pula yang pertama kali menampilkan masalah perkawinan dalam hubungannya dengan persoalan adat, yang kemudian banyak diikuti oleh pengarang-pengarang Indonesia sesudahnya.
Pada tahun 1969, novel ini memperoleh hadiah penghargaan dari pemerintah Indonesia sebagai hadiah tahunan yang diberikan setiap tanggal 17 Agustus- kini Hadiah Tahunan Pemerintah ini tidak dilanjutkan lagi.
Berbagai artikel maupun makalah yang membahas novel ini sudah banyak ditulis oleh para pengamat sastra Indonesia, baik dalam maupun luar negeri. Hingga kini, ulasannya masih terus banyak dilakukan, baik dalam konteks sejarah kesusastraan Indonesia modern, maupun dalam konteks social dan emansipasi wanita.






1. Azab dan Sengsara (1920)
Penulis: Merari Siregar
Penerbit: Balai Pustaka
Sinopsis: Tema dari novel Azab dan Sengsara adalah permasalahkan perkawinan dalam hubungannya dengan harkat dan martabat keluarga. Novel ini mengkisahkan tentang kehidupan cinta seorang perempuan yang menyedihkan.










20.31 | Posted in , , , , , | Read More »

wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.


Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini.Andai aku buta,tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangka tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu,tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku.

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu,sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai,semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA
http://andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/

09.17 | Posted in , , , , | Read More »

wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku

Sebenarnya surat ini ingin kukirimkan kepadamu wahai engkau yang mampu melumpuhkan hatiku. Surat ini ingin kuselipkan dalam satu kehidupanmu, namun aku hanya lelaki yang tak memiliki keberanian dalam mengungkapkan semua percikan-percikan rasa yang terjadi dalam hatiku. Aku hanya dia yang engkau anggap tidak lebih, aku hanya merasa seperti itu.


Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku

Tak terasa dua tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaan aku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal walau perlu usaha untuk mencapainya.

Takukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Entah mengapa aku dengan mudah berkata “cinta” kepada mereka yang tak kucintai namun kepadamu, lisan ini seolah terkunci. Dan aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau aku teramat sakit saat mengetahui bahwa aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Sakit hatiku memang saat prasangkaku berbicara bahwa engkau mencintai dia dan tak ada aku dalam kamus cintamu, sakit memang, sakit terasa dan begitu amat perih. Namun 1000 kali rasa itu lebih baik saat aku mengerti bahwa senyummu adalah sesuatu yang berarti bagiku. Ketentramanmu adalah buah cinta yang amat teramat mendekap hatiku, dan aku mengerti bahwa aku harus mengalah.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,andai aku boleh berdoa kepada Tuhan, mungkin aku ingin meminta agar Dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu hingga tak ada tatapan pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini.Andai aku buta,tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.

Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebahagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangka tentangmu tentang dia karena sebahagian prasangka adalah suatu kesalahan,mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangmu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan belum saatnya memikirkan itu. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata, juga aku tidak ingin BERPACARAN denganmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku. Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanmu.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, tahukah kamu betapa saat-saat inilah yang paling kutakutkan dalam diriku, jika saja Dia tidak menganugerahi aku dengan setitik rasa malu,tentu aku telah meminangmu bukan sebagai istriku namun sebagai kekasihku.

Andai rasa malu itu tidak pernah ada, tentu aku tidak berusaha menjauhimu. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan maluku hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…

Ingin ku meminta kepadamu,sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu. .. aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku, mintalah kepada Tuhan-mu, Tuhan-ku, dan Tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan malu ini pada tempatnya.

Wahai engkau yang sekarang kucintai,semoga hal yang terjadi ini bukanlah sebuah DOSA
http://andikaalbanjariiiyahoocom.blogspot.com/

09.17 | Posted in , , , , | Read More »

[Mengharukan] Aku Bangga Pada Suamiku

Bismillah …
(Semoga kisah ini juga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku dimanapun berada)
.
***
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu.
.
“Anty sudah menikah ?”.
“Belum mbak ”, jawabku .
Kemudian akhwat itu bertanya lagi
“ kenapa ?”
hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .
“Nunggu suami” jawabnya.
.
Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
.
“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi .
Dia hanya tersenyum dan menjawab,
“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas .
.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya trsenyum.
“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat”.
.
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,
.
“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah!”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
.
Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”
.
Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
.
“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,
.
“Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya.
.
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
.
“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara - saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
.
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
.
“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat .
.
“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..
Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”
.
“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “
.
“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. “
.
“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”
.
” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”
.
Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho .
.
***
.
Ya Alloh … .
Berkahi kami dalam menapaki jalan perjuangan menujuMU. Semoga Aku bisa selalu menjadi sebaik-baik istri untuk suamiku, yang menjadi bekal untuk meraih jannah Mu… Amin
.
Untuk Abi, apapun pekerjaan Abi, Ummi BANGGA Bi,

18.30 | Posted in , , , , , , , | Read More »

[Mengharukan] Aku Bangga Pada Suamiku

Bismillah …
(Semoga kisah ini juga bisa diambil manfaatnya oleh saudari-saudari muslimahku dimanapun berada)
.
***
Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu.
.
“Anty sudah menikah ?”.
“Belum mbak ”, jawabku .
Kemudian akhwat itu bertanya lagi
“ kenapa ?”
hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.
“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .
“Nunggu suami” jawabnya.
.
Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,
.
“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.
“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.
“kenapa?” tanyaku lagi .
Dia hanya tersenyum dan menjawab,
“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas .
.
Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran. Lagi-lagi dia hanya trsenyum.
“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat”.
.
“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,
.
“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah!”.
Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci.
.
Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.
Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya, Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”
.
Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya.
.
“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,
.
“Umi, ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.
Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya.
.
“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara.
.
“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara - saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”
.
Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan.
.
“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”. Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat .
.
“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..
Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”
.
“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “
.
“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan, ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridho atas besarnya nafkah itu. “
.
“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”
.
” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain. Bukan masalah pekerjaannya ukhty, tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah, semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram”. Ucapnya terakhir, sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”
.
Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali, wajah seorang istri yang begitu ridho .
.
***
.
Ya Alloh … .
Berkahi kami dalam menapaki jalan perjuangan menujuMU. Semoga Aku bisa selalu menjadi sebaik-baik istri untuk suamiku, yang menjadi bekal untuk meraih jannah Mu… Amin
.
Untuk Abi, apapun pekerjaan Abi, Ummi BANGGA Bi,

18.30 | Posted in , , , , , , , | Read More »

Melihat Lebih Dekat Pustaka Kuno Tanoh Abee


Bagi sebagian masyarakat Aceh, terutama para mahasiswa, masih banyak yang tidak mengetahui tentang Perpustakaan Tanoh Abee. Perpustakaan ini berada di Seulimum yang saat ini dikelola oleh Ummi, istri Teungku Chik Tanoh Abee. Untuk berkunjung ke perpustakaan kuno ini kita harus menempuh perjalanan yang sedikit panjang. Dalam sebuah kesempatan beberapa waktu lalu, kontributor The Globe Journal bersama-sama dengan Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry, Banda Aceh, berhasil berkunjung ke perpustakaan kuno yang terkenal hingga ke luar negeri tersebut. Dari sumber lain dikatakan, menurut hasil penelitian Arkeologi Islam Indonesia, perpustakaan tersebut merupakan satu-satunya perpustakaan Islam tertua di Nusantara, bahkan termasuk perpustakaan Islam yang paling tua di Asia Tenggara!
Perpustakaan Tanoh Abee atau yang disebut juga Zauyah atau Tanoh Abee adalah milik pribadi keturunan Teungku Chik Tanoh Abee Al-Fairusi Al-Baqdadi (al-Baghdadi). Di dalam perpustakaan ini banyak tersimpan manuskrip-manuskrip tentang Islam. Seperti ilmu Fiqih, ilmu Tasawuf, ilmu Ibadah, ilmu Penciptaan Alam Semesta dan masih banyak ilmu-ilmu yang dibahas lainnya.
Perpustakaan ini sudah ada sejak abad 16 M. Uniknya dari perpustakaan ini adalah pesan Abu Tanoh Abee yang diteruskan oleh pihak keluarga, yaitu tidak membolehkan para muslimah untuk melihat kitab-kitab yang ada di dalam perpustakaan tersebut.
“Begitulah amanah abu kepada kami,” kata Umi yang diiyakan oleh seorang santri ketika kami mencoba menanyakan maksud dari larangan tersebut.
Semasa perang Aceh melawan Belanda yang berkecamuk dari tahun 1873-1913 M, Dayah (disebut juga Zauyah) Tanoh Abee tersohor sebagai salah satu tempat konsentrasi laskar Aceh. Di dalam dayah ini tersimpan banyak karya-karya klasik ulama-ulama nusantara bahkan Timur Tengah, yang semuanya itu disalin kembali oleh Abu Tanoh Abee. Manuskrip-manuskrip kuno itu berjumlah 6000 judul kitab.
“Sebagiannya ada yang dicuri oleh Belanda ketika perang berkecamuk, rusak akibat tersimpan lama di gua saat kitab-kitab ini disimpan untuk menjaga agar kitab-kitab tersebut tidak dicuri atau dibakar oleh Belanda, dan banyak juga yang terbakar akibat perang,” kata santri yang memandu kami masuk ke dalam perpustakaan kuno tersebut.
Umi kembali menjelaskan bahwa sebagian kitab ini juga sempat berada di sebuah dayah di Bitai, namun, akibat tsunami 2004 silam, kitab-kitab kuno itupun lenyap disapu gelombang tsunami. “Ada juga sebahagiannya dikubur oleh Abu (panggilan untuk Teungku Chik Tanoh Abee-red.), karena takut isi kitab-kitab tersebut dipelajari atau diamalkan oleh masyarakat awam (karena isinya sangat tidak mampu dipahami oleh manusia biasa,bisa menyebabkan murtad-red).”
Menurut catatan yang ada, saat ini manuskrip-manuskrip kuno ini dijaga dan dirawat oleh generasi ke sembilan Keluarga Al-Fairusi. Namun, sebenarnya ada juga karya-karya baru yang berada di perpustakaan ini. Manuskrip-manuskrip kuno ini sebenarnya tidak untuk dipelajari namun hanya dijadikan sebagai koleksi. Dan hanya beberapa kitab saja yang diperbolehkan dilihat dan dibaca. Selebihnya tersimpan rapat di dalam perpustakaan yang juga digunakan sebagai tempat pengajian tersebut.
Lantas, kenapa karya-karya ulama itu tidak boleh dibaca bahkan dipegang oleh orang lain?
Menurut istri Abu, atau akrab dipanggil oleh masyarakat sekitar sebagai Umi ini, hal ini sudah menjadi wasiat dari mendiang Abu Tanoh Abee. Bahkan, ada kitab-kitab yang berada satu lemari di dalam perpustakaan itu yang tidak boleh dirawat atau dibersihkan oleh keluarga beliau. 
“Pernah suatu hari, datang seorang peneliti asing ke rumah. Peneliti tersebut ingin melihat sendiri kitab-kitab berbahasa Arab yang menjadi koleksi Teungku Chik Tanoh Abee tersebut. Namun, setelah selesai membaca salah satu kitab tersebut, si peneliti tersebut terheran-heran dengan isi kitab tersebut, yang diluar batas ilmunya. Peneliti itupun akhirnya kagum terhadap kitab tersebut,” jelas Umi panjang lebar dengan logat melayunya yang khas.
Saat ini kitab-kitab ini sudah ditangani oleh pihak PKPM dan sebuah lembaga yang berada di Jepang. Oleh pihak Jepang, demi menjaga manuskrip-manuskrip kuno ini, kitab-kitab tersebut dibawa ke Jepang untuk disalin dan dicetak kembali tanpa mengubah isi untuk menjaga dari termakan oleh usia dan rayap.
Seperti dikatakan oleh Umi, di Zauyah ini banyak terdapat karya-karya ulama-ulama Ahlussunnah Wal Jamaah. Karya-karya klasik yang tersimpan disini antara lain milik Hamzah al-Fansuri, Syamsuddin as-Sumatrani, Nurruddin ar-Raniry, Abdurrauf As-Singkili (Teungku Syiah Kuala), Al-Ghazali dan lain sebagainya.

*sumber: http://www.theglobejournal.com/kategori/feature/melihat-lebih-dekat-pustaka-kuno-tanoh-abee.php

20.38 | Posted in , , , , , , , | Read More »

Blog Archive

Labels

Recently Commented

Recently Added

Popular Posts